Siti
Rukhoiyah Khotimah/ PPG Prajabatan 2023/ Computational Thingking
1. Saat
ini, komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan
berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk
menuju suatu tempat. Menurut anda, bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga
dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan?
Jawab
:
Menurut
pendapat saya komputer memiliki kemampuan komputer dalam memproses informasi
dan menyelesaikan masalah secara efisien menjadikan komputer sebagai alat yang
berguna dalam berbagai aspek kehidupan manusia, Adapun cara komputer memiliki
‘cara berpikir’ yaitu
1) Dekomposisi,
yaitu memecah data menjadi bagian -bagian yang lebih kecil, cara berpikir
dengan dekomposisi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari – hari, misalnya
dengan mengklasifikasikan suatu barang atau sumber daya sesuai dengan jenisnya
atau manfaatnya.
2) Pengenalan
pola. Pengenalan pola digunakan untuk membuat prediksi data seperti pola pada
file dokumen. Cara berpikir seperti ini dapat membantu kehidupan sehari -hari
dengan menerapkan pengenalan pola sehingga dapat terlihat dapat mengembangkan
metode mengklasifikasi sumber daya yang ada.
3) Abstraksi.
Melakukan eliminasi bagian -bagian yang tidak relevan dari suatu persoalan,
dalam kehidupan sehari hari dapat mengklasifikasi sumber daya atau informasi
berdasarkan tingkat kepentingannya.
4) Algoritma,
merupakan pola pikir sistematis, penyelesaian permasalahan dapat diselesaikan
dengan langkah yang urut, jelas dan runtut, lengkap dan efisien, serta tidak
menyalahi batasan -batasan dalam permasalahan atau persoalan tersebut. Hal ini
memiliki kaitannya dengan kehidupan sehari-hari manusia, dalam menyiapkan
sesuatu, seperti memasak mie instan dengan menggunakan langkah -langkah yang
urut dan sesuai.
2. Apakah
anda pernah mendengar/ mengetahui tentang CT ? Jika pernah, uraikan dengan
ringkas apa yang anda ketahui tentang CT!
Jawab
:
Saya
pernah mendengar mengenai CT. CT merupakan proses berpikir untuk menyelesaikan
suatu masalah dengan efektif, efisien serta menyeluruh, dengan melalui tahapan
penguaraian masalah kompleks (dekomposisi), pengenalan pola, identifikasi data
dan informasi (abstraksi), pengembangan langkah-langkah (algoritma).
3. Jika
belum pernah mendengar tentang CT dan saat ini anda mengambil mata kuliah ini,
apa motivasi anda dalam mengambil mata kuliah ini?
Jawab
:
Saya pernah mendengar tentang CT, akan tetapi hanya sebatas pengertian. Saya semakin tertarik untuk mempelajari CT serta termotivasi untuk mengambil mata kuliah Computational Thinking (CT) karena menurut saya dengan mendalami cara berpikir CT dapat meningkatkan kemampuan saya sebagai calon guru profesional untuk berpikir yang selalu mengikuti perkembangan zaman.
Eksplorasi konsep CT Point 4
1. Manfaat apa sajakah yang anda
peroleh setelah mempelajari CT?
Setelah mempelajari CT
(Computational Thinking) saya mendapatkan manfaat dari CT yaitu saya dapat
melatih keterampilan berpikir saya ketika mendapatkan permasalahan dengan
menemukan soulis yang efektif, efisien. Selain itu, memiliki kemampuan untuk
berpikir secara komputasional yaitu keterampilan inti di era digital, mampu memahami cara mengelola
dan memproses informasi secara efisien sangat penting.
Eksplorasi konsep CT Point 4
1. Menurut anda, apakah anda sudah
dapat memahami ap aitu CT dan 4 fondasi CT? jelaskan apa itu CT dan 4 fondasi
dasarnya berdasarkan pemahaman anda!
Jawaban :
Ya, CT ( Computational Thingking)
merupakan cara berpikir dan pendekatan terhadap pemecahan masalah yang
terinspirasi oleh konsep -konsep dasar ilmu komputer. Dalam Computational
Terdapat empat fondasi diantaranya
yaitu :
· Dekomposisi
Dekomposisi merupakan pembagian
persoalan ke dalam beberapa sub-persoalan yang lebih kecil.
·
Pengenalan pola
Pengenalan pola merupakan pengamatan
terhadap berbagai kesamaan yang ada diantara persoalan-persoalan yang di
hadapi.
· Abtraksi
Abstraksi merupakan prose
mengeliminasi bagian-bagian yang tidak diperlukan, guna untuk merumuskan solusi
yang efektif dan efisien.
· Algoritma
Algoritma merupakan pola pikir sistematis, penyelesaian permasalahan dapat diselesaikan dengan langkah yang urut, jelas dan runtut, lengkap dan efisien, serta tidak menyalahi batasan -batasan dalam permasalahan atau persoalan tersebut.
|
Nama/No. Kelompok: |
Siti
Rukhoiyah Khotimah / Kelompok 6 |
|
No. Induk / Nama Mahasiswa
: |
1.
23530243/Daifa Faliqulhusna 2.
23530298/Fuad Abdullah 3.
23530287/Fatwatul Ummah 4.
23530452/Siti Rukoiyah Khotimah 2.1 3. |
|
Hasil Diskusi secara
umum : Berdasarkan hasil diskusi, Computational Thinking merupakan
sebuah proses dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi untuk
menentukan proses suatu
masalah dengan efektif, efisien serta menyeluruh, dengan melalui tahapan Penyelesaiananpenguaraian
masalah kompleks (dekomposisi), pengenalan pola, identifikasi data dan
informasi (abstraksi), pengembangan langkah-langkah (algoritma). |
|
|
Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai
“komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT. 1.
Memasak Mie Instan 2.
Menggunakan Skincare 3.
Mencuci baju 4.
Melipat baju |
|
|
Penerapan fondasi CT
dalam kehidupan sehari-hari. A.
Jawaban yang sudah
tepat 1.
Dekomposisi :
Mengidentiifikasi kesulitas belajar peserta didik. 2.
Pengenalan Pola: Tahapa
napa saja yang perlu dilakukan ketika menggunakan skincare 3.
Abstraksi : Seberapa
banyak bumbu yang harus ditambahkan ketika memasak nasi. 4.
Algoritma : Buku Resep
Masakan. |
|
|
B.
Jawaban yang kurang
tepat 1.
Dekomposisi :
Menentukan langkah -langkah pembuatan jus strawberry. 2.
Pengenalan Pola :
Panduan menulis Karya Ilmiah 3.
Abstraksi : Memilih
bahan untuk pembuatan jurnal. 4.
Algoritma :
Mengidentifikasi persoalan yang dihadapi dalam pembuatan kue |
|
|
Nama/No. Kelompok: |
Siti Rukhoiyah Khotimah / Kelompok
6 |
|
No. Induk / Nama
Mahasiswa: |
1.
23530243/Daifa Faliqulhusna 2.
23530298/Fuad Abdullah 3.
23530287/Fatwatul Ummah 4.
23530452/Siti Rukoiyah Khotimah |
|
Feedback/pertanyaan: |
Tanggapan/solusi: |
|
Apakah Computational Thinking dapat diterapkan pada peserta
didik sekolah dasar? |
Computational Thinking dapat diterapkan pada pemmikiran peserta
didik sekolah dasar, karena pada dasarnya computational thinking memiliki
cara berpikir yang terstruktur dan logis untuk memecahkan masalah. Hal ini
apabila diterapkan atau di ajarkan untuk peserta didik sekolah dasar dapat
memiliki dampak baik. |
|
Adakah cara menerapkan
Computational Thinking untuk peserta didik sekolah dasar? |
Computational Thinking dapat diterapkan pada peserta didik
sekolah dasar dengan cara : ·
Pemecahan masalah :
Peserta didik dapat belajar memecahkan masalah dengan pendekatan yang
terstruktur, dapat berupa identifikasi masalah, rancangan Solusi, dan menguji
Solusi tersebut, misalnya penerapannya peserta didik dapat menyelesaikan
teka-teki matematika atau menemukan cara untuk mengatur mainan di ruang
kelas. ·
Pemodelan : Peserta
didik dapat mempelajari cara membuat model dari situasi atau masalah yang
diberikan. Misalnya saja, peserta didik memodelkan jalur perjalanan dari
rumah ke sekolah. ·
Algoritma : Peserta
didik dapat belajar tentang urutan atau langkah-langkah yang terstruktur
untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Misalnya merekapa
dapat menerapkan kehidupan sehari-hari seperti merapikan meja atau menyusun
buku-buku. Kreativitas : Peserta didik dapat belajar untuk berpikir secara
kreatif dlam menemukan Solusi untuk masalah -masalah yang kompleks. |
1. Tuliskan
contoh- contoh hubungan CT dengan Kehidupan sehari-hari anda!
Jawab
:
Berikut
contoh hubungan CT dengan Kehidupan sehari-hari saya yaitu :
·
Memasak makanan,
memerlukan pemikiran CT karena tidak hanya sekedar memasak tapi berpikir
bagaimana cara memasak dengan cepat, dan tepat sesuai selera yang diinginkan.
·
Mengelola Keuangan
pribadi dapat menggunakan CT karena tidak hanya memperhatikan
langkah-langkahnya. Memperhatikan pola pengeluaran dan pemasukan uang dari
waktu ke waktu, merencanakan anggaran, serta merencanakan pengeluaran bulanan
atau mengatur prioritas pengeluaran.
·
Ramalan cuaca dengan
memperhatikan pola-pola alam disekitar merupakan penerapan berpikir
komputasional sehari-hari.
2. Menurut
pendapat anda, dapatkah CT diterapkan pada mata Pelajaran yang akan anda ajar?
Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran,
soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.
Jawab
:
Computational
Thinking dapat diterapkan pada mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang saya
ajarakan pada peserta didik jenjang sekolah dasar. Computational Thinking dapat
diterapkan salah satunya pada soal -soal mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
dengan cara meminta peserta didik untuk menggunakan algoritma dalam memecahkan
permasalah yang terakit dengan Ilmu Pengetahuan Alam misalnya pada materi
Adaptasi hewan. Berikut contoh dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan
algoritma dalam masalah analisis adaptasi hewan:
·
Dekomposisi : Peserta
didik memecahkan masalah kompleks menjadi langkah -langkha sederhana dalam
melakukan pengumpulan data dan pengolahan data mengenai materi Adaptasi Hewan.
·
Pengenalan Pola : Peserta
didik mengidentifikasi pola-pola dalam data yang diperoleh atau observasu yang
dilakukan.
·
Abstrak : Peserta didik
mengidentifikasi konsep -konsep penting dalam Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
pada materi Adaptasi Hewan.
·
Algoritma : Peserta didik
mengembangkan langkah-langkah untuk melakukan pengolahan data atau informasi
mengenai Adaptasi Hewan.
1. Apa
harapan /target anda dalam mengikuti mata kuliah ini?
Jawab
:
Harapan/target
dalam mengikuti mata kuliah Computational Thinking (CT) yaitu mampu memahami
dan mendalami CT untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari hari,selain itu
menerapakan CT dalam pembelajaran kepada peserta didik agar peserta didik dapat
menggunakan CT sebagai kebiasaan mereka dalam memecahkan permasalahan yang di
hadapi dalam pembelajaran maupun kehidupan mereka sehari-hari.
2. Pemahaman
baru apa yang anda dapatkan setelah mempelajari CT?
Jawab
:
Setelah
mempelajari Computational Thinking, pamahaman baru yang saya dapatkan yaitu CT
merupakan salah satu teknik dalam penyelesaian masalah, dengan cara berpikir
komputer untuk menyelesaikan permasalah kehidupan sehari-hari. Computational
Thinking merupakan pemikiran yang penting pada era sekarang karena pada zaman
sekarang penguasaan kecakapan berpikir atau pemikiran komputasi sangat dibutuhkan
karena semakin berkembangnya zaman maka setiap individu dituntut untuk
menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat.
3. Bagaimana
pendapat anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan anda?
Jawab
:
Menurut
pendapat saya, implementasi CT pada kehidupan saya memiliki dampat positif yang
signifikan, terutama penerapannya pada saya sebagai calon guru profesional.
Sebagai calon guru profesional, computational thinking sangat diperlukan untuk
menghadapi peserta didik, karena menjadi guru juga dituntut untuk menjadi
seorang problem solver yang dapat diandalkan. Selain itu, CT memudahkan saya
dalam memecahkan masalah yang besar dan kompleks dengan cara yang efektif dan
efisien, menggunakan empat komponen dalam computational thinking, hal ini dapat
melatih pola pikir saya agar terbuasa untuk berpikir sistematis, kreatif,
logis, dan juga terstruktur, sehingga memudahkan saya untuk mengamati masalag
dan menemukan Solusi dari permasalahan yang dihadapi.
4. Bagaimana
perasaan anda setelah belajar mengenai CT?
Jawab
:
Setelah
mempelajari CT pada topik 1, saya merasa senang dan termotivasi untuk
mempelajari lebih dalam lagi mengenai
CT, karena melalui mata kuliah CT, saya mengetahui seberapa pentingnya
pemikiran dengan menggunakan CT dalam kehidupan sehari-hari.
5. Apa
potensi kendala yang mungkin akan anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika
ada, tindakan apa yang akan anda lakukan untuk mengantisipasinya?
Jawab
:
Potensi
kendala yang mungkin saya yaitu cara mengajarkan computational thinking pada
peserta didik, baik dari penjelasannya serta mengajari cara mengimplementasikan
pemikiran komputasi pada kehidupan sehari-hari terlebih pada pembelajaran di
kelas. Cara mengantisipasi kendala tersebut yaitu, pemahaman lebih mengenai CT
harus saya kuasai dengan benar sebelum mengajarkan kepada peserta didik,
setelahnya penjelasan mengenai CT pada peserta didik dapat disampaikan dengan
penggunaan bahasa yang sederhana yang mudah dipahami, selain itu sebelum
mengajarkan cara mengimplementasi CT, saya harus terlbih dahulu mencoba menerapkan
pemikiran komputasu dalam kehidupan sehari-hari saya, agar peserta didik dapat
mempraktekannya dengan cara meniru apa yang saya lakukan.

Komentar
Posting Komentar