Nama : Devy Anggraini
NPM : 23530254
Kelas : PGSD H
COMPUTATIONAL THINKING
PORTOFOLIO
AKSI NYATA
TOPIK 1
MULAI
DARI DIRI
1. Nama/Jenjang/Mapel yang akan diajar:
Devy Anggraini/SD/Pendidikan Pancasila
2. Saat ini, komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk menuju suatu tempat. Menurut Anda, bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan?
Dalam perspektif saya, cara berpikir komputer
melibatkan beberapa prinsip kunci, di antaranya dekomposisi, pengenalan pola,
abstraksi, dan algoritma. 1)Melalui dekomposisi, komputer memecah data menjadi
elemen-elemen lebih kecil, seperti memisahkan drive komputer berdasarkan
komponen penyusunnya. 2)Pengenalan pola memungkinkan komputer membuat prediksi
atau menyajikan data dengan mengidentifikasi pola. 3)Abstraksi memungkinkan
komputer membuat generalisasi berdasarkan prinsip-prinsip umum, seperti
menempatkan file dokumen di my documents, yang dalam kehidupan sehari-hari
dapat diartikan sebagai upaya mengklasifikasikan informasi yang penting dan
tidak penting. 4)Sementara itu, prinsip algoritma mencerminkan pola pikir
sistematis, contohnya dalam langkah-langkah mencari file foto dalam komputer.
Keseluruhan, cara berpikir komputer ini membentuk dasar pemrosesan informasi
yang efisien dan penyelesaian masalah yang cepat.
3. Apakah Anda pernah mendengar/mengetahui tentang CT? Jika pernah, uraikan dengan ringkas apa yang Anda ketahui tentang CT!
saya pernah mendengar tentang CT. menurut saya CT adalah pemikiran pemecahan masalah secara sistematis. Mendapat solusi yang efektif, efisien dan optimal sehingga permasalahan dapat teratasi dengan baik.
4. Jika belum pernah mendengar tentang CT dan saat ini Anda mengambil mata kuliah ini, apa motivasi Anda dalam mengambil mata kuliah ini?
Saya sebelumnya hanya memiliki pemahaman yang
terbatas tentang CT, tetapi sekarang semakin tertarik dan termotivasi untuk
secara lebih mendalam memahami konsep ini. Keinginan saya adalah untuk
mengambil mata kuliah CT dan berkomitmen untuk mengikutinya dengan baik. Saya
yakin bahwa pemahaman yang lebih baik tentang CT akan membantu meningkatkan
kemampuan saya sebagai calon guru profesional, khususnya dalam mengembangkan
kemampuan berpikir yang relevan dengan perkembangan zaman.
EKSPLORASI
KONSEP
NO 4
Manfaat setelah mempelajari CT
1. CT mengajarkan untuk mengembangkan
pemikiran yang lebih mendalam dalam menganalisis masalah-masalah di berbagai
bidang kehidupan. Dengan menggali lebih dalam ke setiap permasalahan yang
timbul, sehingga dapat menemukan solusi secara lebih efektif dan efisien.
2. Membiasakan berpikir
sistematis dan menemukan solusi yang efektif, efisien, dan optimal
saat menghadapi persoalan sederhana maupun kompleks
NO 5
Computational Thinking (CT) adalah
pendekatan berpikir yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan
memecahnya menjadi serangkaian tahapan yang efektif, efisien, dan optimal.
Terdapat empat dasar utama dalam CT yang menjadi dasar dalam menyelesaikan
masalah, yaitu dekomposisi (pemecahan masalah menjadi submasalah yang lebih
kecil), pengenalan pola (mengidentifikasi kesamaan antara masalah-masalah),
abstraksi (menghilangkan elemen-elemen tidak relevan dari suatu masalah), dan
algoritma (langkah-langkah terurut untuk menyelesaikan masalah).
RUANG KOLABORASI
|
Nama/Nomor Induk Mahasiswa: |
|
|
1.
Devy Anggraini 2.
Kartika Selvi S 3.
Niega Aryani
4.
Ratih Sukmadewi 5.
Yulaekah |
23530254 23530331 23530375 23530408 23530496 |
|
Hasil diskusi secara umum Computational
Thinking adalah suatu proses berpikir dalam merumuskan masalah dan merancang
strategi untuk menemukan solusi yang efektif, efisien, dan optimal dalam
menyelesaikan permasalahan yang ada. Terdapat empat tahap atau dasar dalam
Computational Thinking, yakni: 1) dekomposisi; 2) pengenalan pola; 3)
abstraksi; dan 4) perancangan algoritma. |
|
|
Contoh hal atau persoalan zaman
sekarang yang tidak memakai “Komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT. 1.
Memasak nasi 2.
Membuat jus jambu 3.
Belanaja di supermarket 4.
Mengerjakan PR 5.
Mencuci motor 6.
Membuat mie rebus |
|
|
Penerapan CT dalam kehidupan sehari –
hari A.
Jawaban yang
tepat 1.
Memasak nasi ·
Dekomposisi: mempersiapkan langkah pembuatan nasi
dan menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan seperti, beras, air, magiccom. ·
Pengenalan pola: tahapan apa saja yang perlu
dilaksanakan dalam memasak nasi ·
Abstrasi: menentukan banyak beras dan air yang
sesuai ·
Alogaritma: langkah – langkah dalam memasak nasi
yaitu, mencuci beras,mnaruh beras pada panic magiccom, memberi air
secukupnya, masukan panic kedalam magiccom, menyalakan kabel magiccom kealiran
listrik, menekan tombol cook. 2.
Membuat jus
jambu: ·
Dekomposisi: mempersiapkan langkah pembuatan jus
jambu dan menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam membuat jus jambu ·
Pengenalan pola: memahami proses pembuatan jus
jambu, memotong buah jambu, dimasukan dalam blender dan diberi air, gula, dan
susu, diblender, dan dituang dalam gelas dengan disaring terlebih dahulu, ·
Abstraksi: menentukan seberapa banyak jambu, gula,
susu dan air. ·
Alogaritma: tahapan pembuatan jus jambu yaitu,
mencuci jambu, mengupas jambu, potong jambu keukuran lebih kecil, memasukan
jambu dalam blender serta gulu, susu dan air secukupnya, blender jambu hingga
halus, saring jus jambu untuk memisahkan dengan bijinya, dan tuang dalam
gelas 3.
Belanja
disupermarket ·
Dekomposisi: menyiapkan list barang yang akan
dibeli ·
Pengenalan pola: memahami proses berbelanja
disupermarket. Menyiapakan alat yang dibutuhkan, keranjang/troli belanja,
list belanjaan ·
Abstraksi: mengidentifikasi barang yang perlu
dibeli dan tidak/belum perlu dibeli. Memilih barang yang primer terlebih
dahulu ·
Alogaritma:tahap berbelanja di supermarket yaitu,
mengambil keranjang/troli belanja, berbelanja sesuai dengan list belanjaan,
mengambil barang dan taruh ditroli, membayar dikasir 4.
Mengerjakan PR ·
Dekomposisi: mempersiapkan langkah belajar dalam
mengerjakan PR, menyiapkan hal yang dibutuhkan untuk mengerjakan PR seperti,
tugas PR dan alat tulis ·
Pengenalan pola: mengerjakan PR ·
Abstraksi: mengidentifikasi soal yang mudah
dikerjakan terlebih dahulu ·
Alogaritma: tahap mengerjakan PR, menyiapkan hal
yang diperlukan terlebih dahulu, membaca dan memahi soal, menentukan soal
yang akan dikerjakan terlebih dahulu sesuai dengan tingkat kesulitan soal,
mengerjakan soal dengan baik. 5.
Mencuci motor: ·
Dekomposisi: Menyiapkan langkah dalam mencuci
motor dan menyiapkan hal yang diperlukan dalam mencuci motor seperti, motor
yang kotor, sabun, air, sikat, dan kain lap ·
Pengenalan pola: mengenali pola proses mencuci
motor ·
Abstraksi: mengidentifikasi bagian motor yang
kotor dan sulit dibersihkan akan di bersihkan terlebih dahulu ·
Alogaritma: tahapan dalam mencuci motor yaitu,
membasuh motor dengan air, mencuci motor dengan sikat dan sabun pada bagian
yang paling kotor dan susah dijangkau terlebih dahulu setelah bersih mencuci
dibagian yang lain, dibilas dengan air bersih, keringkan dengan di lap. 6.
Membuat mie
rebus ·
Dekomposisi: meentukan langkah dalam membuat mie
rebus dan menyiapkan alat dan bahan membuat mie rebus ·
Pengenalan pola: memahami proses pembuatan mie
rebus ·
Abstraksi: menentukan rasa mie rebus, dan
menentukan air yang sesuai dengan porsi mie rebus ·
Alogaritma: tahapan dalam membuat mie rebus yaitu,
didihkan air dalam panici, masukan mie masak hingga 3 menit, masukan bumbu
kedalam mangkuk, setelah mie matang tuang dalam mangkuk dan aduk rata. |
|
|
B.
Jawaban yang
kurang tepat 1.
Membuat jurnal ·
Dekomposisi: menentukan langkah mengerjakan PR ·
Pengenalan pola: mengidentifikasi kendala ·
Abstraksi: tahapan membuat jurnal ·
Alogaritma: membaca jurnal dengan seksama |
|
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
Nama/No.
Kelompok:
Kelompok
3
No. Induk / Nama Mahasiswa:
1. Devy Anggraini 23530254
2. Kartika Selvi
S 23530331
3. Niega Aryani 23530375
4. Ratih Sukmadewi 23530408
5. Yulaekah 23530496
Feedback/pertanyaan:
Tanggapan/solusi:
Apa Computational Thinking bisa diterapkan pada
mata pelajaran IPAS ?
Bisa. karena CT
merupakan konseptualisasi solus. CT berfokus
pada cara berpikir dalam menemukan cara menyelaisaikan persoalan baik dengan atau tanpa computer. CT dapat dimanfaatkan semua orang dengan berbagai
persoalan. Dengan menerapkan CT, maka akan terbiasa berpikir sistematis
dan menemukan solusi
yang efektif, efisien
dan optimal dalam
menghadapi persoalan yang sederhana maupun kompleks.
Mengapa dalam
memprediksi
cuaca sehari-hari tidak dapat
menggunakan konsep dari Computational Thinking?
Memprediksi cuaca
dalam sehari-hari kurang
tepat jika dilakukan dengan konsep Computational Thinking karena terdapat beberapa faktor yang dapat
mempengaruhinya diluar kendali dari
manusia seperti, arah angin, kelembaban udara, suhu, tekanan
udara, dan lain sebagainya.
KONEKSI ANTAR MATERI
1. Tuliskan
contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!
Jawab:
Computational
Thinking merupakan kemampuan pemecahan masalah dengan menerapkan ilmu
komputasi, kemampuan pemecahan masalah yang kompleks dapat menganalisis sebuah
masalah yang kompleks, memahami apa yang menjadi pokok permasalahan, dan dapat
menentukan solusi yang tepat dan efisien. Dengan computational thingking siswa
dapat mengidentifikasi dan menguraikan permasalahan dengan efektif. Sehingga
dapat menghasilkan solusi yang tepat digunakan untuk memecahkan masalah yang
dapat dipahami oleh computer, manusia dan keduanya. Computational thinking
terdapat empat fondasi yaitu, dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan
alogaritma. Dalam penerapan CT terdapat kehidupan sehari-hari seperti berikut
ini:
a. Meningkatkan
keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran mengharuskan penerapan pemikiran
kritis oleh guru. Guru perlu mempertimbangkan strategi efektif untuk mengatasi
tantangan ini dengan cepat, sambil memastikan bahwa dampak positifnya
berkelanjutan.
b. Mencuci pakaian berwarna putih melibatkan penerapan pemikiran kritis karena proses ini menimbulkan sejumlah tantangan khusus. Kesalahan dalam perlakuan mencuci dapat berdampak negatif, seperti memudarnya warna pakaian, timbulnya kerutan, atau bahkan risiko terkena warna dari pakaian lain.
e. Mencuci pakaian berwarna putih melibatkan penerapan pemikiran kritis karena proses ini menimbulkan sejumlah tantangan khusus. Kesalahan dalam perlakuan mencuci dapat berdampak negatif, seperti memudarnya warna pakaian, timbulnya kerutan, atau bahkan risiko terkena warna dari pakaian lain.
2. Menurut
pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar?
Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran,
soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.
Dalam
mata pelajaran matematika di kelas tinggi, pembelajaran mengenai perhitungan
luas segitiga dapat dimulai dengan tahap dekomposisi. Pada tahap ini, siswa
diajak untuk memahami konsep dasar tentang segitiga sebagai bangun datar yang
terbentuk oleh tiga garis lurus yang saling berpotongan. Selanjutnya, siswa
akan terlibat dalam pemecahan masalah dari yang besar ke yang kecil, termasuk
memahami bentuk segitiga, alat, dan bahan yang digunakan untuk menghitung
luasnya.
Langkah
berikutnya adalah pengenalan pola, di mana siswa belajar mengenali bahwa
segitiga dibentuk oleh tiga titik sudut yang tidak segaris dan memahami
rumus-rumus yang digunakan untuk menghitung luas segitiga. Siswa diarahkan
untuk mengidentifikasi pola-pola yang muncul dalam konteks matematika segitiga.
Selanjutnya,
siswa akan mengambil langkah ke tahap abstraksi, di mana mereka memahami bahwa
bentuk segitiga dapat bervariasi dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Tahap ini memungkinkan siswa untuk melihat segitiga dalam keragaman bentuknya.
Terakhir,
siswa akan diajak untuk memahami algoritma perhitungan luas segitiga
menggunakan rumus umum L = 1/2 x a x t, di mana a adalah panjang alas dan t
adalah tinggi segitiga. Pemahaman tentang luas sebagai konsep matematika yang
mencakup jumlah ruang dua dimensi yang diambil oleh suatu benda, seperti
selembar kertas, juga akan ditekankan.
AKSI NYATA
1. Bagaimana
perasaan Anda saat menelaah lebih lanjut mengenai CP CT dalam pertemuan kuliah
ini?
Jawab
Yang
saya rasakan dalam mempelajari CP CT sangat bahagia karena saya mendapatkan
ilmu pengetahuan baru. CT merupakan cara berpikir untuk menyelesaikan
permasalahan melalui tahap-tahap tertentu. Banyak persoalan yang sederhana
dalam kehidupan sehari- hari dimana persoalan tersebut dapat diselesaikan
dengan fondasi yang ada pada CT secara efektif, efisien dan optimal selain itu,
CT dapat melatih berpikir secara terstruktur, kritis dan logis, dengan
mempelajari CT harapan saya dapat menerapkan CT pada pembelajaran yang akan
saya ampu nantinya.
2. Tuliskan
pengetahuan-pengetahuan baru yang Anda dapatkan dari pertemuan ini
Jawab
a. Memahami
apa itu Computational Thinking
b. Mengetahui
mengenai pondasi yang terdapat pada computational thinking
c. Terdapat aktivitas yang menerapkan pondasi computational thinking
d. Terdapat mata pelajaran yang ada keterakitannya dengan computational thinking
Komentar
Posting Komentar