BAB I
PENDAHULUAN
CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut. Agen pemroses informasi yang dimaksud adalah manusia atau komputer. Ada tiga hal utama yang terdapat pada definisi CT tersebut, yaitu persoalan, solusi yang efektif, efisien, dan optimal, serta agen pemroses informasi. CT tidak terbatas pada proses untuk menghasilkan cara penyelesaian yang dilakukan oleh komputer tapi juga dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. CT berfokus pada cara berpikir dalam menemukan cara penyelesaian persoalan (problem solving) dalam kehidupan sehari-hari, baik dengan bantuan komputer maupun tanpa bantuan komputer.
BAB II
PEMAHAMAN COMPUTATIONAL THINKING
T1. Eksplorasi Konsep
1. Manfaat apa sajakah yang anda peroleh setelah mempelajari CT?
Manfaat yang saya peroleh setelah mempelajari CT yaitu saya akan terbiasa berpikir sistematis dan menemukan solusi yang efektif, efisien, dan optimal saat menghadapi persoalan sederhana maupun
kompleks. Kemampuan memecahkan persoalan adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari selalu berhadapan dengan persoalan dan perlu memutuskan solusi yang akan diambil dari berbagai solusi yang mungkin ada.
Mempelajari CT dapat meningkatkan kemampuan saya dalam:
- Merumuskan persoalan dengan cara yang memungkinkan untuk penggunaan komputer dan alat lain untuk membantu menyelesaikannya.
- Mengorganisasikan dan menganalisis data secara logis.
- Mengotomatiskan solusi melalui pemikiran algoritmik.
- Mengidentifikasi dan menerapkan solusi yang mungkin dengan tujuan mencapai kombinasi langkah dan sumber daya (resources) yang paling efisien dan efektif.
- Menggeneralisasi dan mentransfer proses pemecahan persoalan ini ke berbagai persoalan lain.
2. Menurut Anda, apakah Anda sudah dapat memahami apa itu CT dan 4 fondasi CT? Jelaskan apa itu CT dan 4 fondasi dasarnya berdasarkan pemahaman anda!
Computational Thinking adalah pendekatan pemikiran dan pemecahan masalah yang terinspirasi oleh konsep dan metode yang digunakan dalam ilmu komputer dan pemrograman komputer. Pendekatan ini diterapkan untuk merinci dan menyelesaikan masalah secara sistematis dengan menggunakan konsep dan prinsip dari dunia komputasi.
CT memiliki empat fondasi yang menjadi landasan pemecahan persoalan yaitu:
- Dekomposisi, pembagian persoalan ke dalam beberapa sub-persoalan yang lebih kecil.
- Pengenalan pola, pengamatan atau analisis terhadap berbagai kesamaan yang ada di antara persoalan-persoalan.
- Abstraksi, proses eliminasi bagian-bagian yang tidak relevan dari suatu persoalan.
- Algoritma, langkah-langkah terurut untuk menyelesaikan suatu persoalan.
3. Sampai
saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat
diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau
persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi
membutuhkan CT!Computational
Thinking (CT) dapat diterapkan dalam berbagai konteks tanpa melibatkan
komputer, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau robot. Berikut adalah
beberapa contoh situasi di mana Computational Thinking dapat digunakan meskipun
tanpa keterlibatan langsung dari teknologi digital.
- Pemecahan
Masalah Sehari-hari, merancang
rencana perjalanan yang efisien dengan mempertimbangkan rute terpendek, waktu
tempuh, dan kondisi lalu lintas.
- Pemodelan
Matematis, menyelesaikan
masalah matematika kompleks tanpa menggunakan kalkulator atau perangkat lunak
khusus, melibatkan pemodelan matematis dan penggunaan rumus secara manual.
- Pengelolaan
Waktu, merencanakan
jadwal harian atau proyek dengan memprioritaskan tugas, mengalokasikan waktu
dengan efisien, dan mengidentifikasi langkah-langkah kritis.
- Merancang
Proses Bisnis, mengoptimalkan
proses bisnis atau produksi dengan merinci langkah-langkah, mengidentifikasi
bottleneck, dan meningkatkan efisiensi operasional.
- Penyelesaian
Masalah Logika, menyelesaikan
teka-teki logika, sudoku, atau permainan papan yang melibatkan pemikiran logis
dan strategis tanpa bantuan teknologi digital.
- Perancangan
Sistem, Merancang
taman atau ruang interior dengan mempertimbangkan penggunaan optimal ruang,
pemilihan warna, dan aransemen furnitur.
- Pemecahan
Masalah Kreatif, menemukan
solusi kreatif untuk masalah sehari-hari, seperti mengatasi kendala anggaran
atau menggantikan bahan yang sulit ditemukan.
- Pemikiran
Algoritma dalam Pengambilan Keputusan, menggunakan
pemikiran algoritma untuk membuat keputusan kompleks, seperti memilih produk
yang paling ekonomis atau merencanakan perjalanan berdasarkan kriteria
tertentu.
Dengan
menerapkan prinsip-prinsip Computational Thinking, seseorang dapat
mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan analitis,
bahkan dalam situasi yang tidak melibatkan teknologi digital. Ini membuktikan
bahwa CT adalah pendekatan yang bersifat lebih umum dan dapat diterapkan di
berbagai bidang kehidupan.
4. Tuliskan
dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam
kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari
satu fondasi.
Mari kita lihat
contoh penerapan masing-masing fondasi Computational Thinking (CT) dalam
kehidupan sehari-hari:
a. Abstraksi
: Membuat Rencana Belanja Bulanan
Penerapan : Abstraksi
dapat digunakan saat membuat rencana belanja bulanan. Dari pada memperhatikan
setiap pembelian secara terpisah, abstraksi melibatkan pengelompokan item
berdasarkan kategori, seperti makanan, kebutuhan rumah tangga, dan barang
pribadi. Ini membantu menyederhanakan informasi dan membuat perencanaan belanja
lebih efisien.
b. Pemodelan:
Perencanaan Perjalanan Liburan
Penerapan : Pemodelan
dapat diterapkan saat merencanakan perjalanan liburan. Pemodelan melibatkan
pembuatan rencana perjalanan dengan mempertimbangkan tujuan, durasi,
transportasi, dan kegiatan harian. Menggunakan peta, jadwal, dan perencanaan
harian membantu menciptakan representasi visual dari perjalanan, membantu dalam
pengambilan keputusan dan perencanaan yang lebih baik.
c. Pemecahan
Masalah Sehari-hari: Memperbaiki Kerusakan di Rumah
Penerapan : Pemecahan
masalah terjadi saat harus memperbaiki kerusakan di rumah, misalnya, mengatasi
kebocoran air. Pemecahan masalah melibatkan identifikasi penyebab masalah,
merinci langkah-langkah perbaikan, dan mengimplementasikannya secara sistematis
untuk mengatasi masalah dengan efektif.
d. Analisis
Data Manual: Pencatatan Pengeluaran Keuangan Bulanan
Penerapan : Analisis
data manual terjadi ketika seseorang mencatat dan menganalisis pengeluaran
keuangan bulanan. Dengan membuat catatan harian atau bulanan, individu dapat
melihat tren pengeluaran, mengidentifikasi area penghematan, dan membuat
keputusan keuangan yang lebih bijaksana tanpa menggunakan alat analisis data
digital.
e. Pemikiran
Algoritma dalam Pengambilan Keputusan: Memilih Jalur Tercepat saat Berkendara
Penerapan : Pemikiran
algoritma dapat digunakan saat memilih jalur tercepat saat berkendara. Ini
melibatkan evaluasi opsi rute, mempertimbangkan kondisi lalu lintas, jarak
tempuh, dan waktu yang diperlukan. Dengan membuat algoritma mental, seseorang
dapat memilih jalur tercepat berdasarkan kriteria-kriteria ini.
Melalui
contoh-contoh di atas, kita dapat melihat bagaimana abstraksi, pemodelan,
pemecahan masalah, analisis data, dan pemikiran algoritma dapat diterapkan
dalam situasi sehari-hari untuk meningkatkan efisiensi dan pengambilan
keputusan yang lebih baik.
T1. Ruang Kolaborasi
|
Nama/No Kelompok
|
Kelompok 4
|
|
No Induk/Nama Mahasiswa
|
- Afnestya Happy Kharismatika (23530188)
- Novita Estyawati (23530386)
- Oky Lestari (23530397)
- Rosinta Atmasari (23530430)
- Tara Sinta Dwi Astuti (23530463)
|
|
Hasil Diskusi secara Umum:
Computational Thinking (CT) adalah proses
berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan
atau memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen
pemroses informasi (manusia/computer). CT berfokus pada cara berpikir dalam
menemukan cara penyelesaian persoalan dalam kehidupan sehari-hari baik dengan
bantuan computer maupun tanpa bantuan computer.
Disini kita belajar untuk menyelesaikan persoalan dengan cara yang
efektif, efisien, dan optimal. Sehingga berbagai kegiatan dalam kehidupan
sehari-hari dapat diselesaikan dengan Computational Thinking (CT) sebagai
contoh kegiatan memasak mie instan, memasak nasi, mencuci pakaian, membuat
kue, menjahit baju.
|
|
Contoh
hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “computer” TIK dan robot
tapi membutuhkan CT yaitu
- Mencuci
Pakaian
- Memasak Nasi
- Membuat Roti
Brownis
- Menjahit
Baju
- Memasak Mie
Instan
|
|
Penerapan
fondasi CT dalam kehidupan sehari- hari
Jawaban yang sudah tepat
1. Mencuci Pakaian
- Dekomposisi
akan dilakukan ketika akan menentukan dan mengelompokkan apa saja proses yang
akan dilakukan seperti memisahkan pakaian sesuai dengan kegunaannya,
menyiapkan ember dan alat cuci, proses mencuci, menjemur dan lainnya
- Pengenalan
pola, akan dilakukan ketika kita kan melihat pakaian yang akan dicuci, ketika
memilah pakaiannya kita akan mengetahui jenis pakaian yang menunjukkan bahwa
pakaian mana yang layak di cuci atau tidak.Abstraksi
dalam mencuci pakaian yaitu kita bias menemukan pakaian mana yang kotor dan
kita akan mengidentifikasi pakaian menurut tingkat kekotorannya.
2. Memasak Nasi
- Dekomposisi
: pada tahap awal memasak nasi, mari kita menyiapkan langkah- langkah untuk
memecahkan masalah dengan menyiapkan beras, air, tempat nasi hingga penanank
nasi (rice cooker)
- Pengenalan
pola : penegnalan pola dengan memahami dalam proses memasak nasi dari memasak
air dulu, memasak beras hingga menyalakan mesin penanak nasi tersebut
- Abstraksi
: sebuah pandangan beberapa nasi yang dibutuhkan dalam memasak nasi, masukkan
beras di rice cooker beserta air dan nyalakan
- Algoritma:
sudah memahami polanya dari diatas, masukkan beras secukupnya, air secukupnya
hingga nyalakan mesin penanank nasi
3. Membuat Roti Brownis
- Dekomposisi
:memecahkan sruktur komponen dasar pembentuk brownies menjadi tepung, telur,
gula, mentega, coklat, susu, keju, backing powder, air
- Pengenalan
pola: mengenali pola dan proses pembuatan 1 box kue browniz yang dimulai dari
tahap persiapan hingga packing memerlukan waktu 60 menit dengan menggunakan 1
unit oven.
- Abstarksi:
melihat dan mengidentifikasi pola pembeuatan browniz secara umum. Jika dalam
1 jam dengan 1 unit oven diperoleh 1 box browniz maka perlu 100 jam untuk
menghasilkan 100 box browniz
- Algoritma
: mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara step by step,
langkah demi langkap, tahapan demi tahapan sehingga orang lain dapat
menggunakan langkah/ informasi tersebut untuk menyelesaikan permsalahan yang
sama. Misalnya tahapan membuat kue browniz yang palig efektif dan efisien
sesuai dengan pola dan abstraksi sebelumnya higga tahap packing, diurutkan
secara lengkap, terukur dan kreatif
4. Menjahit
Baju
- Dekomposisi
dengan menyiapkan alat dan bahan untuk membuat baju seperti benang, jarum,
mesin jahit, gunting, dll.
- Pengenalan
pola yaitu mengukur panjang lengan, lingkar dada, panjang badan sesuai dengan
ukuran badan.
- Abstraksi
dengan pembuatan desain dan pola yang akan dibuat sesuai dengan model dan
ukuran baju.
- Algoritma
yaitu langkah-langkah yang dilakukan ketika menjahit baju.
5. Memasak Mie Instan
- Decomposition
:menyiapkan mie, merebus air, menyiapkan alat-alat masak, menyiapkan bumbu
- Abstraksi
:merebusnya jangan terlalu lama, menyiapkan bumbu yang sudah ada
- Pattern
recognition: merebus mie selama 4 menit, menyiapkan telot, memberi bumbu
tambahan seperti saos& kecap, tambahkan bumbu lain sesuai selera
- Algoritma
: masak air hingga mendidih, siapkan mie instan yang akan di masak, masukkan
mie instan pada air yang sudah mendidih, tunggu hingga mie menjadi lunak,
siapkan bumbu mie goring pada piring, angkat mie yang sudah lunak, masukan
pada piring yang sudah ada bumbunya tadi, aduk hingga bumbunya merata,
tambahkan bawang goring dan telur setengah matang di atas mie, mie goreng
siap untuk dihidangkan dan di makan.
|
|
Penerapan
fondasi CT dalam kehidupan sehari- hari
Jawaban yang tidak
tepat yaitu tidak ada.
|
T1. Demonstrasi Kontekstual
|
Nama/No Kelompok
|
Kelompok 4
|
|
No Induk/Nama Mahasiswa
|
- Afnestya Happy Kharismatika
(23530188)
- Novita Estyawati (23530386)
- Oky Lestari (23530397)
- Rosinta Atmasari (23530430)
- Tara Sinta Dwi Astuti
(23530463)
|
|
Feedback/pertanyaan
|
Tanggapan/solusi
|
|
1.
Mengapa pemecahan masalah adalah keterampilan
penting dalam pemikiran komputasional?
|
Pemecahan masalah adalah keterampilan penting dalam pemikiran
komputasional karena mencerminkan inti dari cara kita menggunakan konsep-konsep
komputasi untuk mengatasi tantangan dan menemukan solusi. Beberapa alasan
mengapa pemecahan masalah menjadi keterampilan kunci dalam pemikiran
komputasional meliputi:
- Pemecahan masalah
melibatkan pengembangan dan implementasi algoritma
- Pemecahan masalah
memerlukan analisis yang cermat terhadap situasi atau masalah yang dihadapi
- Dalam pemikiran
komputasional, pemecahan masalah sering melibatkan kreativitas dalam
merancang solusi yang efektif dan efisien.
|
|
2.
Mengapa algoritma penting dalam CT?
|
Algoritma memiliki peran sentral dalam
Computational Thinking (CT) dan menjadi keterampilan penting karena:
- Algoritma adalah
serangkaian langkah-langkah atau instruksi yang diterapkan secara sistematis
untuk menyelesaikan suatu tugas atau masalah
- Algoritma adalah dasar
dari proses pemecahan masalah
- Algoritma membantu
menciptakan solusi yang optimal dan efisien
|
T1. Koneksi Antar Materi
1. Tuliskan contoh-contoh
hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!
Contoh Hubungan Computational Thinking (CT) dengan
Kehidupan Sehari-hari.
- Ramalan cuaca, dengan memperhatikan tanda-tanda alam disekitar, itu merupakan penerapan berfikir komputasional sehari-hari.
- Mencuci pakaian
putih, dalam mencuci
pakaian putih ini memerlukan pemikiran CT karena mencuci pakaian putih memiliki tantangan tersendiri yaitu jika perlakuannya salah maka akan
berdampak pada pakaian, seperti warna pakaian bisa memudar, kusut
atau bahkan terkena luntur warna pakaian lain.
- Memasak, memerlukan
pemikiran CT karena dalam memasak juga berfikir bagaimana cara memasak
dengan cepat, dan tepat sesuai gizi yang dibutuhkan.
- Meningkatkan
keaktifan peserta didik dalam pembelajaran, hal ini juga
memerlukan pemikiran CT karena guru harus berfikir bagaimana pembelajaran
agar berjalan dengan efektif dan efisien.
2. Menurut pendapat Anda,
dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar
Penerapan CT
dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau
aktivitas lainnya di dalam kelas. CT dapat diterapkan
dalam mata pelajaran, contoh penerapan CT pada mata pelajaran yaitu sebagai
berikut:
- Matematika, CT dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika
dengan mengajarkan peserta didik untuk merancang algoritma untuk menyelesaikan
masalah matematika. Mereka dapat memodelkan masalah matematika dalam bentuk
yang lebih formal.
- Bahasa Inggris, CT dapat digunakan dalam bahasa Inggris untuk
mengembangkan pemahaman konsep seperti alur cerita, logika narasi, atau bahkan
membuat algoritma untuk membangun kalimat yang benar.
- IPAS, CT dapat membantu peserta didik merancang
eksperimen, menganalisis data, dan membuat model untuk menjelaskan fenomena
alam atau proses ilmiah.
- Pendidikan Pancasila, CT dapat membantu peserta didik dalam menganalisis
informasi yang mereka terima dari berbagai sumber, memahami dampak teknologi
pada masyarakat, dan mengembangkan keterampilan kritis untuk membuat keputusan
yang informasional.
Penerapan CT dapat
meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas peserta
didik di berbagai mata pelajaran. Integrasi CT ke dalam pengajaran dapat
membantu peserta didik untuk lebih siap menghadapi tuntutan dunia yang semakin
terdigitalisasi.
T1. Aksi Nyata
1. Apa harapan/target Anda dalam
mengikuti mata kuliah ini?
Harapan dan target
saya dalam mengikuti mata kuliah computational thinking adalah
- Saya
dapat memahami CT secara baik.
- Mengintegrasikan
CT dalam perkuliahan dan saat menjadi guru pada matapelajaran yang akan saya
ampu.
- Mengimplementasikan
CT dalam penyelesaian persoalan dalam kehidupan sehari-hari, literasi bahasa,
sains, numerasi, serta persoalan-persoalan lain.
- Mengintegrasikan CT yang merupakan literasi berpikir abad
ke-21, yang penting di era saat ini dimana siapapun perlu mengintegrasikan
“komputasi” dan problem solving yang efektif, efisien dan optimal dalam
kehidupan sehari-hari, entah dengan memanfaatkan teknologi, teknologi omunikasi
dan Informasi atau tidak
2. Pemahaman baru apa yang Anda
dapatkan setelah mempelajari CT?
Pemahaman baru yang saya peroleh setelah mempelajari CT
adalah mengenai karakteristik CT (CT berkaitan dengan konseptualisasi solusi,
CT dapat dimanfaatkan oleh semua orang dan untuk berbagai persoalan, CT
berkaitan dengan ide, tidak terbatas pada artefak, CT adalah keterampilan
dasar, bukan hafalan); pengintegrasian CT dalam pembelajaran (problem-based
atau project-based learning); empat fondasi CT (decomposition : masalah dipecah
menjadi lebih sederhana, pattern recognition : mencari pola-pola permasalahan untuk
dipecahkan, abstraction : melihat permasalahan, melakukan generalisasi,
danmelakukan identifikasi informasi, algorithmic thinking : mengembangkan
petunjuk pemecahanmasalahsecara step-by-step atau langkah demi langkah).
3. Bagaimana pendapat Anda
mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?
Menurut saya
keberadaan CT dalam kehidupan saya sangat penting dan perlu untuk dipelajari. Saya
sangat tertarik untuk mempelajari CT karena mampu melatih diri saya untuk terbiasa
berpikir sistematis dan menemukan solusi yang efektif, efisien, dan optimal
saat menghadapi persoalan sederhana maupun kompleks. Kemampuan memecahkan
persoalan adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari
kita selalu berhadapan dengan persoalan dan perlu memutuskan solusi yang akan
diambil dari berbagai solusi yang mungkin ada.
4. Bagaimana perasaan Anda
setelah belajar mengenai CT?
Perasaan saya setelah
belajar mengenai CT adalah antusias dan semangat karena dengan memahami dan
mempelajari CT saya mendaptkan pengalaman baru dalam memecahkan masalah melalui
solusi yang efektif, efisien, dan optimal, serta pemikiran dan cara pada CT bisa
saya ajarkan kepada anak didik dan lingkungan saya. Selain itu saya merasa lebih
sensitif terhadap permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari.
5. Apa potensi kendala yang
mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa
yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?
Potensi kendala yang saya hadapi selama mengikuti
perkuliahan ini adalah karena semakin banyak jadwal daring kadang belum mampu
menyamakan konsep dan presepsi pada materi CT antara saya dan teman-teman.
Selain itu materi CT masih baru bagi, saya merasakan beberapa kali belum paham
sementara. Hal untuk mengantisipasi permasalahan tersebut adalah saya sering
berkomunikasi dan melakukan diskusi bersama dengan teman-teman dan lebih banyak
membaca referensi mengenai CT dan penerapanya
Komentar
Posting Komentar