Portofolio Computational Thinking (Oky Lestari 23530397)

 


BAB I 

PENDAHULUAN

        CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut. Agen pemroses informasi yang dimaksud adalah manusia atau komputer. Ada tiga hal utama yang terdapat pada definisi CT tersebut, yaitu persoalan, solusi yang efektif, efisien, dan optimal, serta agen pemroses informasi. CT tidak terbatas pada proses untuk menghasilkan cara penyelesaian yang dilakukan oleh komputer tapi juga dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. CT berfokus pada cara berpikir dalam menemukan cara penyelesaian persoalan (problem solving) dalam kehidupan sehari-hari, baik dengan bantuan komputer maupun tanpa bantuan komputer.

BAB II 

PEMAHAMAN COMPUTATIONAL THINKING

T1. Eksplorasi Konsep

1. Manfaat apa sajakah yang anda peroleh setelah mempelajari CT?

Manfaat yang saya peroleh setelah mempelajari CT yaitu saya akan terbiasa berpikir sistematis dan menemukan solusi yang efektif, efisien, dan optimal saat menghadapi persoalan sederhana maupun
kompleks. Kemampuan memecahkan persoalan adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari selalu berhadapan dengan persoalan dan perlu memutuskan solusi yang akan diambil dari berbagai solusi yang mungkin ada.

Mempelajari CT dapat meningkatkan kemampuan saya dalam:

  • Merumuskan persoalan dengan cara yang memungkinkan untuk penggunaan komputer dan alat lain untuk membantu menyelesaikannya.
  • Mengorganisasikan dan menganalisis data secara logis.
  • Mengotomatiskan solusi melalui pemikiran algoritmik.
  • Mengidentifikasi dan menerapkan solusi yang mungkin dengan tujuan mencapai kombinasi langkah dan sumber daya (resources) yang paling efisien dan efektif.
  • Menggeneralisasi dan mentransfer proses pemecahan persoalan ini ke berbagai persoalan lain.

2. Menurut Anda, apakah Anda sudah dapat memahami apa itu CT dan 4 fondasi CT? Jelaskan apa itu CT dan 4 fondasi dasarnya berdasarkan pemahaman anda!

Computational Thinking adalah pendekatan pemikiran dan pemecahan masalah yang terinspirasi oleh konsep dan metode yang digunakan dalam ilmu komputer dan pemrograman komputer. Pendekatan ini diterapkan untuk merinci dan menyelesaikan masalah secara sistematis dengan menggunakan konsep dan prinsip dari dunia komputasi.

CT memiliki empat fondasi yang menjadi landasan pemecahan persoalan yaitu:

  • Dekomposisi, pembagian persoalan ke dalam beberapa sub-persoalan yang lebih kecil.
  • Pengenalan pola, pengamatan atau analisis terhadap berbagai kesamaan yang ada di antara persoalan-persoalan.
  • Abstraksi, proses eliminasi bagian-bagian yang tidak relevan dari suatu persoalan.
  • Algoritma, langkah-langkah terurut untuk menyelesaikan suatu persoalan.
3. Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!

Computational Thinking (CT) dapat diterapkan dalam berbagai konteks tanpa melibatkan komputer, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau robot. Berikut adalah beberapa contoh situasi di mana Computational Thinking dapat digunakan meskipun tanpa keterlibatan langsung dari teknologi digital.

  • Pemecahan Masalah Sehari-hari, merancang rencana perjalanan yang efisien dengan mempertimbangkan rute terpendek, waktu tempuh, dan kondisi lalu lintas.
  • Pemodelan Matematis, menyelesaikan masalah matematika kompleks tanpa menggunakan kalkulator atau perangkat lunak khusus, melibatkan pemodelan matematis dan penggunaan rumus secara manual.
  • Pengelolaan Waktu, merencanakan jadwal harian atau proyek dengan memprioritaskan tugas, mengalokasikan waktu dengan efisien, dan mengidentifikasi langkah-langkah kritis.
  • Merancang Proses Bisnis, mengoptimalkan proses bisnis atau produksi dengan merinci langkah-langkah, mengidentifikasi bottleneck, dan meningkatkan efisiensi operasional.
  • Penyelesaian Masalah Logika, menyelesaikan teka-teki logika, sudoku, atau permainan papan yang melibatkan pemikiran logis dan strategis tanpa bantuan teknologi digital.
  • Perancangan Sistem, Merancang taman atau ruang interior dengan mempertimbangkan penggunaan optimal ruang, pemilihan warna, dan aransemen furnitur.
  • Pemecahan Masalah Kreatif, menemukan solusi kreatif untuk masalah sehari-hari, seperti mengatasi kendala anggaran atau menggantikan bahan yang sulit ditemukan.
  • Pemikiran Algoritma dalam Pengambilan Keputusan, menggunakan pemikiran algoritma untuk membuat keputusan kompleks, seperti memilih produk yang paling ekonomis atau merencanakan perjalanan berdasarkan kriteria tertentu.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip Computational Thinking, seseorang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan analitis, bahkan dalam situasi yang tidak melibatkan teknologi digital. Ini membuktikan bahwa CT adalah pendekatan yang bersifat lebih umum dan dapat diterapkan di berbagai bidang kehidupan.

4. Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.

Mari kita lihat contoh penerapan masing-masing fondasi Computational Thinking (CT) dalam kehidupan sehari-hari:

a. Abstraksi : Membuat Rencana Belanja Bulanan

Penerapan : Abstraksi dapat digunakan saat membuat rencana belanja bulanan. Dari pada memperhatikan setiap pembelian secara terpisah, abstraksi melibatkan pengelompokan item berdasarkan kategori, seperti makanan, kebutuhan rumah tangga, dan barang pribadi. Ini membantu menyederhanakan informasi dan membuat perencanaan belanja lebih efisien.

b. Pemodelan: Perencanaan Perjalanan Liburan

Penerapan : Pemodelan dapat diterapkan saat merencanakan perjalanan liburan. Pemodelan melibatkan pembuatan rencana perjalanan dengan mempertimbangkan tujuan, durasi, transportasi, dan kegiatan harian. Menggunakan peta, jadwal, dan perencanaan harian membantu menciptakan representasi visual dari perjalanan, membantu dalam pengambilan keputusan dan perencanaan yang lebih baik.

c. Pemecahan Masalah Sehari-hari: Memperbaiki Kerusakan di Rumah

Penerapan : Pemecahan masalah terjadi saat harus memperbaiki kerusakan di rumah, misalnya, mengatasi kebocoran air. Pemecahan masalah melibatkan identifikasi penyebab masalah, merinci langkah-langkah perbaikan, dan mengimplementasikannya secara sistematis untuk mengatasi masalah dengan efektif.

d. Analisis Data Manual: Pencatatan Pengeluaran Keuangan Bulanan

Penerapan : Analisis data manual terjadi ketika seseorang mencatat dan menganalisis pengeluaran keuangan bulanan. Dengan membuat catatan harian atau bulanan, individu dapat melihat tren pengeluaran, mengidentifikasi area penghematan, dan membuat keputusan keuangan yang lebih bijaksana tanpa menggunakan alat analisis data digital.

e. Pemikiran Algoritma dalam Pengambilan Keputusan: Memilih Jalur Tercepat saat Berkendara

Penerapan : Pemikiran algoritma dapat digunakan saat memilih jalur tercepat saat berkendara. Ini melibatkan evaluasi opsi rute, mempertimbangkan kondisi lalu lintas, jarak tempuh, dan waktu yang diperlukan. Dengan membuat algoritma mental, seseorang dapat memilih jalur tercepat berdasarkan kriteria-kriteria ini.

Melalui contoh-contoh di atas, kita dapat melihat bagaimana abstraksi, pemodelan, pemecahan masalah, analisis data, dan pemikiran algoritma dapat diterapkan dalam situasi sehari-hari untuk meningkatkan efisiensi dan pengambilan keputusan yang lebih baik.


T1. Ruang Kolaborasi

Nama/No Kelompok

Kelompok 4

No Induk/Nama Mahasiswa

  1. Afnestya Happy Kharismatika (23530188)
  2. Novita Estyawati (23530386)
  3. Oky Lestari (23530397)
  4. Rosinta Atmasari (23530430)
  5. Tara Sinta Dwi Astuti (23530463)

Hasil Diskusi secara Umum:

Computational Thinking (CT) adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan atau memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (manusia/computer). CT berfokus pada cara berpikir dalam menemukan cara penyelesaian persoalan dalam kehidupan sehari-hari baik dengan bantuan computer maupun tanpa bantuan computer.

Disini kita belajar untuk menyelesaikan persoalan dengan cara yang efektif, efisien, dan optimal. Sehingga berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari dapat diselesaikan dengan Computational Thinking (CT) sebagai contoh kegiatan memasak mie instan, memasak nasi, mencuci pakaian, membuat kue, menjahit baju.

Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “computer” TIK dan robot tapi membutuhkan CT yaitu

  1. Mencuci Pakaian
  2. Memasak Nasi
  3. Membuat Roti Brownis
  4. Menjahit Baju
  5. Memasak Mie Instan

Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari- hari

Jawaban yang sudah tepat

1.    Mencuci Pakaian

  • Dekomposisi akan dilakukan ketika akan menentukan dan mengelompokkan apa saja proses yang akan dilakukan seperti memisahkan pakaian sesuai dengan kegunaannya, menyiapkan ember dan alat cuci, proses mencuci, menjemur dan lainnya
  • Pengenalan pola, akan dilakukan ketika kita kan melihat pakaian yang akan dicuci, ketika memilah pakaiannya kita akan mengetahui jenis pakaian yang menunjukkan bahwa pakaian mana yang layak di cuci atau tidak.Abstraksi dalam mencuci pakaian yaitu kita bias menemukan pakaian mana yang kotor dan kita akan mengidentifikasi pakaian menurut tingkat kekotorannya.

2.   Memasak Nasi

  • Dekomposisi : pada tahap awal memasak nasi, mari kita menyiapkan langkah- langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan beras, air, tempat nasi hingga penanank nasi (rice cooker)
  • Pengenalan pola : penegnalan pola dengan memahami dalam proses memasak nasi dari memasak air dulu, memasak beras hingga menyalakan mesin penanak nasi tersebut
  • Abstraksi : sebuah pandangan beberapa nasi yang dibutuhkan dalam memasak nasi, masukkan beras di rice cooker beserta air dan nyalakan
  • Algoritma: sudah memahami polanya dari diatas, masukkan beras secukupnya, air secukupnya hingga nyalakan mesin penanank nasi

3.   Membuat Roti Brownis

  • Dekomposisi :memecahkan sruktur komponen dasar pembentuk brownies menjadi tepung, telur, gula, mentega, coklat, susu, keju, backing powder, air
  • Pengenalan pola: mengenali pola dan proses pembuatan 1 box kue browniz yang dimulai dari tahap persiapan hingga packing memerlukan waktu 60 menit dengan menggunakan 1 unit oven.
  • Abstarksi: melihat dan mengidentifikasi pola pembeuatan browniz secara umum. Jika dalam 1 jam dengan 1 unit oven diperoleh 1 box browniz maka perlu 100 jam untuk menghasilkan 100 box browniz
  • Algoritma : mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara step by step, langkah demi langkap, tahapan demi tahapan sehingga orang lain dapat menggunakan langkah/ informasi tersebut untuk menyelesaikan permsalahan yang sama. Misalnya tahapan membuat kue browniz yang palig efektif dan efisien sesuai dengan pola dan abstraksi sebelumnya higga tahap packing, diurutkan secara lengkap, terukur dan kreatif

4.   Menjahit Baju

  • Dekomposisi dengan menyiapkan alat dan bahan untuk membuat baju seperti benang, jarum, mesin jahit, gunting, dll.
  • Pengenalan pola yaitu mengukur panjang lengan, lingkar dada, panjang badan sesuai dengan ukuran badan.
  • Abstraksi dengan pembuatan desain dan pola yang akan dibuat sesuai dengan model dan ukuran baju.
  • Algoritma yaitu langkah-langkah yang dilakukan ketika menjahit baju.

5.   Memasak Mie Instan

  • Decomposition :menyiapkan mie, merebus air, menyiapkan alat-alat masak, menyiapkan bumbu
  • Abstraksi :merebusnya jangan terlalu lama, menyiapkan bumbu yang sudah ada
  • Pattern recognition: merebus mie selama 4 menit, menyiapkan telot, memberi bumbu tambahan seperti saos& kecap, tambahkan bumbu lain sesuai selera
  • Algoritma : masak air hingga mendidih, siapkan mie instan yang akan di masak, masukkan mie instan pada air yang sudah mendidih, tunggu hingga mie menjadi lunak, siapkan bumbu mie goring pada piring, angkat mie yang sudah lunak, masukan pada piring yang sudah ada bumbunya tadi, aduk hingga bumbunya merata, tambahkan bawang goring dan telur setengah matang di atas mie, mie goreng siap untuk dihidangkan dan di makan.

Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari- hari

Jawaban yang tidak tepat yaitu tidak ada.


T1. Demonstrasi Kontekstual

Nama/No Kelompok

Kelompok 4

No Induk/Nama Mahasiswa

  1. Afnestya Happy Kharismatika (23530188)
  2. Novita Estyawati (23530386)
  3. Oky Lestari (23530397)
  4. Rosinta Atmasari (23530430)
  5. Tara Sinta Dwi Astuti (23530463)

Feedback/pertanyaan

Tanggapan/solusi

1.    Mengapa pemecahan masalah adalah keterampilan penting dalam pemikiran komputasional?

Pemecahan masalah adalah keterampilan penting dalam pemikiran komputasional karena mencerminkan inti dari cara kita menggunakan konsep-konsep komputasi untuk mengatasi tantangan dan menemukan solusi. Beberapa alasan mengapa pemecahan masalah menjadi keterampilan kunci dalam pemikiran komputasional meliputi:

  • Pemecahan masalah melibatkan pengembangan dan implementasi algoritma
  • Pemecahan masalah memerlukan analisis yang cermat terhadap situasi atau masalah yang dihadapi
  • Dalam pemikiran komputasional, pemecahan masalah sering melibatkan kreativitas dalam merancang solusi yang efektif dan efisien.

2.    Mengapa algoritma penting dalam CT?

Algoritma memiliki peran sentral dalam Computational Thinking (CT) dan menjadi keterampilan penting karena:

  • Algoritma adalah serangkaian langkah-langkah atau instruksi yang diterapkan secara sistematis untuk menyelesaikan suatu tugas atau masalah
  • Algoritma adalah dasar dari proses pemecahan masalah
  • Algoritma membantu menciptakan solusi yang optimal dan efisien


T1. Koneksi Antar Materi

1. Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!

Contoh Hubungan Computational Thinking (CT) dengan Kehidupan Sehari-hari.

  • Ramalan cuaca, dengan memperhatikan tanda-tanda alam disekitar, itu merupakan penerapan berfikir komputasional sehari-hari.
  • Mencuci pakaian putih, dalam mencuci pakaian putih ini memerlukan pemikiran CT karena mencuci pakaian putih memiliki tantangan tersendiri yaitu jika perlakuannya salah maka akan berdampak pada pakaian, seperti warna pakaian bisa memudar, kusut atau bahkan terkena luntur warna pakaian lain.
  • Memasak, memerlukan pemikiran CT karena dalam memasak juga berfikir bagaimana cara memasak dengan cepat, dan tepat sesuai gizi yang dibutuhkan.
  • Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran, hal ini juga memerlukan pemikiran CT karena guru harus berfikir bagaimana pembelajaran agar berjalan dengan efektif dan efisien.

2. Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar

Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas. CT dapat diterapkan dalam mata pelajaran, contoh penerapan CT pada mata pelajaran yaitu sebagai berikut:
  • Matematika, CT dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika dengan mengajarkan peserta didik untuk merancang algoritma untuk menyelesaikan masalah matematika. Mereka dapat memodelkan masalah matematika dalam bentuk yang lebih formal.
  • Bahasa Inggris, CT dapat digunakan dalam bahasa Inggris untuk mengembangkan pemahaman konsep seperti alur cerita, logika narasi, atau bahkan membuat algoritma untuk membangun kalimat yang benar.
  • IPAS, CT dapat membantu peserta didik merancang eksperimen, menganalisis data, dan membuat model untuk menjelaskan fenomena alam atau proses ilmiah.
  • Pendidikan Pancasila, CT dapat membantu peserta didik dalam menganalisis informasi yang mereka terima dari berbagai sumber, memahami dampak teknologi pada masyarakat, dan mengembangkan keterampilan kritis untuk membuat keputusan yang informasional.
Penerapan CT dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas peserta didik di berbagai mata pelajaran. Integrasi CT ke dalam pengajaran dapat membantu peserta didik untuk lebih siap menghadapi tuntutan dunia yang semakin terdigitalisasi.


T1. Aksi Nyata

1.   Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?

      Harapan dan target saya dalam mengikuti mata kuliah computational thinking adalah

  • Saya dapat memahami CT secara baik.
  • Mengintegrasikan CT dalam perkuliahan dan saat menjadi guru pada matapelajaran yang akan saya ampu.
  • Mengimplementasikan CT dalam penyelesaian persoalan dalam kehidupan sehari-hari, literasi bahasa, sains, numerasi, serta persoalan-persoalan lain.
  • Mengintegrasikan CT yang merupakan literasi berpikir abad ke-21, yang penting di era saat ini dimana siapapun perlu mengintegrasikan “komputasi” dan problem solving yang efektif, efisien dan optimal dalam kehidupan sehari-hari, entah dengan memanfaatkan teknologi, teknologi omunikasi dan Informasi atau tidak

2.   Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?

     Pemahaman baru yang saya peroleh setelah mempelajari CT adalah mengenai karakteristik CT (CT berkaitan dengan konseptualisasi solusi, CT dapat dimanfaatkan oleh semua orang dan untuk berbagai persoalan, CT berkaitan dengan ide, tidak terbatas pada artefak, CT adalah keterampilan dasar, bukan hafalan); pengintegrasian CT dalam pembelajaran (problem-based atau project-based learning); empat fondasi CT (decomposition : masalah dipecah menjadi lebih sederhana, pattern recognition : mencari pola-pola permasalahan untuk dipecahkan, abstraction : melihat permasalahan, melakukan generalisasi, danmelakukan identifikasi informasi, algorithmic thinking : mengembangkan petunjuk pemecahanmasalahsecara step-by-step atau langkah demi langkah).

3.   Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?

Menurut saya keberadaan CT dalam kehidupan saya sangat penting dan perlu untuk dipelajari. Saya sangat tertarik untuk mempelajari CT karena mampu melatih diri saya untuk terbiasa berpikir sistematis dan menemukan solusi yang efektif, efisien, dan optimal saat menghadapi persoalan sederhana maupun kompleks. Kemampuan memecahkan persoalan adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu berhadapan dengan persoalan dan perlu memutuskan solusi yang akan diambil dari berbagai solusi yang mungkin ada.


4.   Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?

Perasaan saya setelah belajar mengenai CT adalah antusias dan semangat karena dengan memahami dan mempelajari CT saya mendaptkan pengalaman baru dalam memecahkan masalah melalui solusi yang efektif, efisien, dan optimal, serta pemikiran dan cara pada CT bisa saya ajarkan kepada anak didik dan lingkungan saya. Selain itu saya merasa lebih sensitif terhadap permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari.

 

5.  Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?

Potensi kendala yang saya hadapi selama mengikuti perkuliahan ini adalah karena semakin banyak jadwal daring kadang belum mampu menyamakan konsep dan presepsi pada materi CT antara saya dan teman-teman. Selain itu materi CT masih baru bagi, saya merasakan beberapa kali belum paham sementara. Hal untuk mengantisipasi permasalahan tersebut adalah saya sering berkomunikasi dan melakukan diskusi bersama dengan teman-teman dan lebih banyak membaca referensi mengenai CT dan penerapanya

Komentar