Aksi Nyata Ainul Luqman Lubis

 


Question 1
Nama/Jenjang/Mapel yang akan diajar:
Your answer:

Nama : Ainul Luqman Lubis

Jenjang : SD

Mapel : Matematika 

 
Question 2
Saat ini, komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk menuju suatu tempat. Menurut Anda, bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan?
Your answer:

menurut saya komputer sudah disetting oleh yang membuat komputer dengan kemampuan yang telah ada dalam komputer tersebut dan telah diprogram sesuai dengan spesifikasi komputer tersebut. sehingga kita melakukan apa yang kita mau dikomputer bisa dilakukan apabila komputer sudah di setting sesuai keinginan kita. 

 
Question 3
Apakah Anda pernah mendengar/mengetahui tentang CT? Jika pernah, uraikan dengan ringkas apa yang Anda ketahui tentang CT!
Your answer:

pernah, CT merupakan  pendekatan dalam memecahkan masalah dan merancang sistem yang mencakup konsep-konsep dan metode yang sering digunakan dalam ilmu komputer. 

 
Question 4
Jika belum pernah mendengar tentang CT dan saat ini Anda mengambil mata kuliah ini, apa motivasi Anda dalam mengambil mata kuliah ini?
Your answer:

Motivasi saya mengambil mata kuliah ini adalah agar saya bisa mengetahui proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan 
oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut.

   SEL.09.2-T1-3a. Eksplorasi Konsep

1.    Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!

Jawab.

Salah satu contoh nyata dari penerapan pemikiran komputasional (CT) tanpa menggunakan komputer, TIK, atau robot adalah dalam proses pengambilan keputusan manusia. Meskipun teknologi digital telah memberikan alat-alat yang sangat canggih untuk analisis data dan prediksi, keputusan-keputusan yang diambil dalam kehidupan sehari-hari seringkali memerlukan pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan penalaran logis yang merupakan inti dari CT. Misalnya, ketika seseorang harus memilih antara beberapa pilihan pekerjaan atau memecahkan konflik interpersonal, mereka menggunakan kemampuan CT mereka untuk mengevaluasi informasi, mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan, dan membuat keputusan yang masuk akal. Dalam situasi-situasi seperti ini, meskipun tidak ada komputer atau teknologi digital yang terlibat secara langsung, pemikiran komputasional tetap menjadi landasan penting dalam proses pengambilan keputusan manusia.

2.      Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.

Jawab.

Sebagai contoh, mari kita lihat penerapan pemikiran komputasional (CT) dalam kehidupan sehari-hari melalui penggunaan smartphone. Pertama, pada fondasi algoritma dan pemecahan masalah, kita dapat melihat bagaimana algoritma digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti aplikasi pencarian dan navigasi. Algoritma dalam aplikasi pencarian membantu menyusun dan menyaring informasi dari berbagai sumber untuk memberikan hasil yang paling relevan dengan cepat. Begitu juga dengan aplikasi navigasi, algoritma di belakangnya memecahkan masalah rute terpendek atau tercepat untuk mencapai tujuan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti lalu lintas dan kondisi jalan.

 

Kedua, fondasi representasi data dan pemodelan adalah bagian penting dalam berbagai aplikasi smartphone. Misalnya, dalam aplikasi pengelolaan keuangan, data tentang pengeluaran dan pemasukan dipresentasikan dalam bentuk grafik atau tabel untuk membantu pengguna memahami pola-pola dalam keuangan mereka. Selain itu, dalam aplikasi kesehatan dan kebugaran, data seperti detak jantung, jumlah langkah, dan kalori terbakar direpresentasikan dan dimodelkan untuk memberikan gambaran tentang kesehatan dan aktivitas fisik pengguna.

 

Terakhir, fondasi abstraksi dan otomatisasi terlihat dalam berbagai aplikasi yang memanfaatkan pemrograman tersembunyi atau scripting untuk melakukan tugas-tugas secara otomatis. Sebagai contoh, aplikasi pengelolaan tugas dapat menggunakan otomatisasi untuk mengingatkan pengguna tentang tenggat waktu atau memindahkan tugas yang selesai ke folder arsip. Begitu juga, aplikasi media sosial menggunakan algoritma abstraksi untuk menampilkan konten yang paling relevan berdasarkan preferensi dan interaksi pengguna, yang dilakukan secara otomatis di latar belakang.

 

Dengan demikian, penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari adalah contoh konkret dari penerapan berbagai fondasi CT, termasuk algoritma dan pemecahan masalah, representasi data dan pemodelan, serta abstraksi dan otomatisasi.

SEL.09.2-T1-4. Ruang Kolaborasi

Nama/No. Kelompok:

Kelas : PGSD H

 

1.       Ainul Luqman Lubis           (23530199)

2.       Hesti Malinda                      (23530309)

3.       Linda Ayu Muslimah          (23530342)

4.       Shanti Wahyuningsih S      (23530441) 5. Wahid Rifa’i                        (23530485)

Hasil Diskusi secara umum:

Penerapan CT pada persoalan dikehidupan sehari-hari diluar teknologi digital.

Fondasi computational thingking terdiri dari empat yaitu algoritma, penerapan pola, dekomposisi, dan abstraksi. Semuanya memiliki cara berpikir dan penyelesaian masalah yang berbeda. Salah satu contohnya yaitu membuat kopi yang termasuk ke dalam aspek algoritma. Hal tersebut karena cara berpikirnya dilihat dari masalah yang kecil lalu di pecahkan menjadi lebih sistematis dan struktur. Contoh pada pondasi lainnya yaitu saat kita berencana untuk mengadakan pesta makan bersama keluarga besar, maka kita akan menggunakan fondasi dekomposisi untuk mewujudkan rencana tersebut, pada saat membuat kue, semakin sering membuat kue maka otak kita semakin terbiasa membuat pola pembuatan kue sehingga hal tersebut akan terjadi proses pada fondasi penerapan pola; dan fondasi abstraksi terjadi pada saat membersihkan kamar tidur. Agar lebih fokus, maka membuat prioritas atau tahapan bersih- bersih. Mulai dari membersihkan barang yang berserakan, menyapu lantai, mengepel, dll.

Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “Komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT.

1.     Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci.

2.     Membuat nutrijell

3.     Membuat jus mangga

4.     Memasak mie instan

5.     Menjahit baju

6.     Mencuci piring

7.     Membersihkan halaman rumah


Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari.

A. Jawaban yang sudah tepat

1.     Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci

a.      Dekomposisi: cara mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci.

b.      Pengenalan pola: memisahkan antara kemeja, jilbab, dan celana.

c.      Abstraksi: memasukkan baju untuk bekerja seperti kemeja.

d.      Pemikiran Algoritmik:

1)        Memasukan cucian ke dalam mesin cuci.

2)        Mencolokkan kabel mesin cuci ke stopkontak.

3)        Menekan tombol on lalu klik tombol untuk memulai.

4)        Tunggu hingga waktu timer mesin cuci selesai.

5)        Angkat cucian dan jemurlah.

2.     Membuat Nutrijell

a.      Dekomposisi: cara membuat nutrijel dengan benar.

b.     Pengenalan pola: memilih rasa yang akan dibuat misalnya strobery, melon, coklat, dan jeruk.

c.      Abstraksi: Memilih nutrijell rasa coklat.

d.      Pemikiran Algoritmik :

1)        Membeli nutrijell rasa coklat di toko.

2)        Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.

3)        Hidupkan kompor.

4)        Tuang air kedalam panci lalu dipanaskan.

5)        Tuang nutrijell dan gula kedalam panci yang berisi air mendidih.

6)        Tunggu hingga 10 menit.

7)        Matikan kompor.

8)        Tuang nutrijell kedalam wadah yang sudah disiapkan.

9)        Tunggu hingga dingin, nutrijell siap disajikan.

3.     Membuat jus manga

a.      Dekomposisi: Cara membuat jus mangga yang menyegarkan.

b.     Pengenalan pola: memilih mangga yang akan dibuat jus, misalnya mangga arumanis, manalagi, dan matahir majalengka.

c.      Abstraksi: memilih mangga arumanis.


d.     Pemikiran Alogaritmik:

1)       Siapkan alat dan bahan.

2)       Mencuci mangga dengan air bersih.

3)       Kupas mangga dan potong menjadi bagian kecil-kecil.

4)       Masukkan potongan mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya.

5)       Tancapkan kabel blender ke dalam stopkontak.

6)       Tutup blender hingga rapat.

7)       Tekan tombol on pada blender.

8)       Tunggu sampai halus.

9)       Matikan blender dengan menekan tombol off.

10)   Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap disajikan.

4.     Memasak mie instan

a.      Dekomposisi: cara membuat indomie goreng.

b.     Pengenalan pola: memilih varian rasa indomie yang akan dibuat misalnya indomie soto, indomie goreng, indomie ayam bawang.

c.      Abstraksi: Memilih indomie goreng.

d.     Pemikiran Algoritmik:

1)       Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

2)       Membuka bungkus indomie goreng.

3)       Tuangkan bumbu ke dalam piring.

4)       Tuangkan air kedalam panci.

5)       Nyalakan kompor dan taruh panci berisi air, panaskan hingga mendidih.

6)       Lalu masukan mie ke dalam air mendidih.

7)       Tunggu hingga mie matang.

8)       Matikan kompor.

9)       Tiriskan mie kemudian tuang ke dalam piring.

10)   Campur mie dengan bumbu hingga merata.

11)   Indomie goreng siap disajikan.

5.     Menjahit baju

a.      Dekomposisi: membuat baju tidur.

b.     Pengenalan pola: memilih bahan yang akan digunakan seperti rayon, satin, katun.


c.      Abstraksi: memilih kain katun.

d.     Pemikiran Algoritmik:

1)       Menyiapkan alat dan bahan.

2)       Menggambar pola pada kertas lalu disesuaikan dengan kain kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang ditentukan.

3)       Jahit menggunakan mesin jahit.

4)       Rapikan jahitan.

5)       Cuci terlebih dahulu baju yang sudah jadi, kemudian di setrika.

6)       Baju tidur siap dipakai.

 

 

A. Jawaban yang kurang tepat

1.     Mencuci piring

2.     Membersihkan halaman rumah


SEL.09.2-T1-5. Demonstrasi Kontekstual

Nama/No Kelompok

Kelompok 1

No Induk/Nama Mahasiswa

Ainul Luqman Lubis (23530199) Hesti Malinda                                        (23530309) Linda Ayu Muslimah (23530342) Shanti Wahyuningsih S. (23530441) Wahid Rifa’i                  (23530485)

Feedback/pertanyaan

Tanggapan/solusi

1. Sebutkan salah satu fondasi CT decompotiton (pemecahan masalah) dalam kehidupan sehari-hari?

Decomposition (Pemecahan Masalah) Contoh: Memasak Makanan Jelaskan:

Ketika memasak, pemecahan masalah melibatkan langkah-langkah terperinci, seperti memecah resep menjadi tugas-tugas kecil, mengidentifikasi bahan-bahan, menentukan urutan langkah-langkah, dan menyesuaikan waktu memasak. Decomposition membantu mengatasi kompleksitas proses memasak dan memastikan keberhasilan setiap langkah.

2. Fondasi computational thingking terdiri dari apa saja ?

Algoritma, penerapan pola, dekomposisi, dan abstraksi.

 

3. Apa keuntungan dari Computational Thinking?

Keuntungan computational thinking selanjutnya adalah dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam menganalisis data dan informasi secara sistematis.

4. Apa itu Computational thinking ?

Computational thinking adalah cara berpikir untuk menyelesaikan masalah (problem solving) dengan cara menguraikannya menjadi beberapa tahapan yang efektif, efisien, dan menyeluruh, meliputi: decomposition, pattern recognition, abstraction, algorithms yang merupakan beberapa konsep dasar ilmu komputer.


5. Apakah CT dapat diterapkan sejalan dengan kurikulum pendidikan saat ini, yaitu kurikulum merdeka?

Mengutip dari Keputusan Kepala BSKAP No. 008/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka bahwa berpikir komputasional yaitu terampil menciptakan solusi-solusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan secara sistematis, kritis, analitis, dan kreatif dengan harapan Mengasah keterampilan problem solving yang efektif, efisien, dan optimal sebagai landasan untuk menghasilkan solusi dengan menerapkan penalaran kritis, kreatif dan mandiri pada siswa jenjang sekolah dasar. Berdasarkan konsepnya, pemikiran komputasional atau Computational Thinking memiliki empat tahap utama, antara lain:

·       Decomposition (Dekomposisi)

Dekomposisi, yaitu memecah masalah kompleks menjadi beberapa bagian kecil dan sederhana. Sehingga, kita bisa menemukan masalah yang terjadi dengan menyelesaikannya satu persatu.

·       Pattern recognition (Pengenalan pola)

Pengenalan pola akan membantu kamu dalam memecahkan masalah. Nah, pada tahap ini, kita mencari pola atau persamaan tertentu dalam sebuah masalah.

·       Abstraction (Abstraksi)

Beberapa hal yang dilakukan pada tahap abstraksi antara lain, melihat permasalahan, melakukan generalisasi, dan melakukan identifikasi informasi. Dengan cara ini, kita dapat melihat informasi penting dan mengabaikan informasi yang kurang relevan.

·       Algorithm (Algoritma)

Ini adalah tahapan saat kita mengembangkan sistem, membuat daftar petunjuk dan langkah-langkah pemecahan masalah secara efektif dan efisien. Jadi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPAS di jenjang Sekolah Dasar akan                     mengintegrasikan computational thinking baik pada materi nya ataupun pada proses pembelajarnnya dengan tujuan untuk mengasah kemampuan peserta didik dalam mengekspresikan kemampuan berpikir secara terstruktur dan pemahaman aspek sintaksis maupun semantik dalam Bahasa, membentuk kebiasaan peserta didik untuk


 

berpikir logis dalam Matematika, serta kemampuan           menganalisis                                  dan menginterpretasi data dalam Sains (IPAS) Dan dengan hal tersebut diharapkan siswa maupun siswi pada jenjang sekolah dasar dapat mengetahui, memahami dan mengaplikasikan           cara                              berfikir computasioanl untuk menyelesaikan masalah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPAS dan terlatih untuk mengaplikasikannya juga dalam kehidupan sehari hari saat menemui suatu persoalan ataupun ketika ingin melakukan suatu hal agar permasalahan dan hal yang akan dilakukan tersebut bisa diselesaikan dan dicapai secara efektif, efisien dan Optimal.

 

SEL.09.2-T1-7. Koneksi Antar Materi

1.      Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!

kehidupan sehari-hari saya, CT dapat meningkatkan kreativitas Anda dalam merancang solusi untuk masalah atau menciptakan inovasi baru, seperti dalam menemukan cara baru untuk mengelola tugas atau menyelesaikan pekerjaan rumah.

Membuat rancangan aktivitas sehari-hari dengan menjalankannya dengan urut sesuai planning yang saya buat.

2.      Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.

Menurut saya penerapan CT bisa diterapkan didalam pembelajaran. Dengan Menyusun aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan CT, seperti pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan peserta didik disuruh memecahkan masalah didalam pembelajaran tugas guru disini adalah mengarahkan peserta didik untuk menyelesaikan hasil kerjaan mereka sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Aksi Nyata T1-8 Topik 1 CT

1.      Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?

harapan saya adalah dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang konsep dan aplikasi dari CT. Saya berharap dapat mengasah keterampilan analitis dan pemecahan masalah saya melalui pendekatan yang sistematis dan logis yang diperoleh dari mata kuliah ini. Selain itu, saya berharap dapat memahami bagaimana computational thinking dapat diterapkan dalam berbagai konteks kehidupan nyata, baik dalam dunia akademis maupun profesional. Saya ingin memperoleh keterampilan untuk mengurai masalah menjadi langkah-langkah yang dapat dipecahkan dengan menggunakan algoritma dan logika komputasional. Dengan mencapai target ini, saya berharap dapat memanfaatkan keahlian computational thinking dalam berbagai bidang dan meningkatkan daya saing saya di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Selain itu, saya berharap dapat membentuk dasar yang kokoh untuk pengembangan keterampilan komputasional lebih lanjut di masa depan.

2.      Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?

Pemahaman baru yang dapat saya pelajari dari mempelajari CT adalah bagaimana cara melakukan Computational thinking dalam kehidupan sehari-hari terutama didalam penerapan di sekolah dasar ketika saya menjadi guru.

3.      Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?

perkembangan pesat teknologi dan digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan. Pemikiran komputasional telah menjadi fondasi dalam pemecahan masalah sehari-hari saya, baik dalam konteks akademis maupun profesional. Dengan memanfaatkan konsep ini, saya merasa lebih terampil dalam merancang langkah-langkah sistematis untuk mengatasi tantangan dan menemukan solusi yang efektif.

4.      Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?

Perasaan saya setelah mempelajari CT menjadi lebih baik dalam pembelajaran CT dan membuat saya ingin mempelajari lebih dalam tentang CT untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

5.      Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?

Selama mengikuti kuliah computational thinking, saya menyadari bahwa beberapa potensi kendala mungkin muncul seiring dengan kompleksitas materi dan konsep yang diajarkan. Salah satu kendala yang mungkin timbul adalah tingkat kesulitan yang bervariasi dari topik-topik tertentu, terutama jika saya belum memiliki latar belakang yang kuat dalam bidang komputasi. Untuk mengantisipasi hal ini, saya mencari referensi dari internet dan bertanya kepada yang lebih berpengalaman.


Komentar