Nama : Ainul Luqman Lubis
Jenjang : SD
Mapel : Matematika
menurut saya komputer sudah disetting oleh yang membuat komputer dengan kemampuan yang telah ada dalam komputer tersebut dan telah diprogram sesuai dengan spesifikasi komputer tersebut. sehingga kita melakukan apa yang kita mau dikomputer bisa dilakukan apabila komputer sudah di setting sesuai keinginan kita.
pernah, CT merupakan pendekatan dalam memecahkan masalah dan merancang sistem yang mencakup konsep-konsep dan metode yang sering digunakan dalam ilmu komputer.
Motivasi saya mengambil mata kuliah ini adalah agar saya bisa mengetahui proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan
oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut.
1. Sampai
saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat
diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau
persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi
membutuhkan CT!
Jawab.
Salah satu
contoh nyata dari penerapan pemikiran komputasional (CT) tanpa menggunakan
komputer, TIK, atau robot adalah dalam proses pengambilan keputusan manusia.
Meskipun teknologi digital telah memberikan alat-alat yang sangat canggih untuk
analisis data dan prediksi, keputusan-keputusan yang diambil dalam kehidupan
sehari-hari seringkali memerlukan pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan
penalaran logis yang merupakan inti dari CT. Misalnya, ketika seseorang harus
memilih antara beberapa pilihan pekerjaan atau memecahkan konflik
interpersonal, mereka menggunakan kemampuan CT mereka untuk mengevaluasi
informasi, mempertimbangkan konsekuensi dari setiap pilihan, dan membuat
keputusan yang masuk akal. Dalam situasi-situasi seperti ini, meskipun tidak
ada komputer atau teknologi digital yang terlibat secara langsung, pemikiran
komputasional tetap menjadi landasan penting dalam proses pengambilan keputusan
manusia.
2. Tuliskan
dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam
kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari
satu fondasi.
Jawab.
Sebagai contoh,
mari kita lihat penerapan pemikiran komputasional (CT) dalam kehidupan
sehari-hari melalui penggunaan smartphone. Pertama, pada fondasi algoritma dan
pemecahan masalah, kita dapat melihat bagaimana algoritma digunakan dalam
berbagai aplikasi, seperti aplikasi pencarian dan navigasi. Algoritma dalam
aplikasi pencarian membantu menyusun dan menyaring informasi dari berbagai
sumber untuk memberikan hasil yang paling relevan dengan cepat. Begitu juga
dengan aplikasi navigasi, algoritma di belakangnya memecahkan masalah rute
terpendek atau tercepat untuk mencapai tujuan, dengan mempertimbangkan
faktor-faktor seperti lalu lintas dan kondisi jalan.
Kedua, fondasi
representasi data dan pemodelan adalah bagian penting dalam berbagai aplikasi
smartphone. Misalnya, dalam aplikasi pengelolaan keuangan, data tentang
pengeluaran dan pemasukan dipresentasikan dalam bentuk grafik atau tabel untuk
membantu pengguna memahami pola-pola dalam keuangan mereka. Selain itu, dalam
aplikasi kesehatan dan kebugaran, data seperti detak jantung, jumlah langkah,
dan kalori terbakar direpresentasikan dan dimodelkan untuk memberikan gambaran
tentang kesehatan dan aktivitas fisik pengguna.
Terakhir,
fondasi abstraksi dan otomatisasi terlihat dalam berbagai aplikasi yang
memanfaatkan pemrograman tersembunyi atau scripting untuk melakukan tugas-tugas
secara otomatis. Sebagai contoh, aplikasi pengelolaan tugas dapat menggunakan
otomatisasi untuk mengingatkan pengguna tentang tenggat waktu atau memindahkan
tugas yang selesai ke folder arsip. Begitu juga, aplikasi media sosial
menggunakan algoritma abstraksi untuk menampilkan konten yang paling relevan
berdasarkan preferensi dan interaksi pengguna, yang dilakukan secara otomatis
di latar belakang.
Dengan demikian,
penggunaan smartphone dalam kehidupan sehari-hari adalah contoh konkret dari
penerapan berbagai fondasi CT, termasuk algoritma dan pemecahan masalah,
representasi data dan pemodelan, serta abstraksi dan otomatisasi.
SEL.09.2-T1-4. Ruang Kolaborasi
|
Nama/No. Kelompok: Kelas : PGSD
H 1.
Ainul Luqman
Lubis (23530199) 2.
Hesti Malinda (23530309) 3.
Linda Ayu
Muslimah (23530342) 4.
Shanti Wahyuningsih S (23530441) 5. Wahid Rifa’i (23530485) |
|
Hasil Diskusi secara umum: Penerapan CT pada
persoalan dikehidupan sehari-hari diluar teknologi digital. Fondasi computational thingking terdiri
dari empat yaitu
algoritma, penerapan pola,
dekomposisi, dan abstraksi. Semuanya memiliki cara berpikir dan
penyelesaian masalah yang berbeda.
Salah satu contohnya yaitu membuat kopi yang termasuk ke dalam aspek
algoritma. Hal tersebut karena cara
berpikirnya dilihat dari masalah yang kecil lalu di pecahkan menjadi lebih sistematis dan struktur. Contoh
pada pondasi lainnya yaitu saat kita berencana untuk mengadakan pesta makan bersama keluarga besar, maka kita akan
menggunakan fondasi dekomposisi
untuk mewujudkan rencana tersebut, pada saat membuat kue, semakin sering membuat kue maka otak kita semakin
terbiasa membuat pola pembuatan kue sehingga hal tersebut akan terjadi
proses pada fondasi penerapan pola; dan fondasi abstraksi terjadi pada saat
membersihkan kamar tidur. Agar lebih fokus, maka membuat prioritas
atau tahapan bersih- bersih. Mulai
dari membersihkan barang yang
berserakan, menyapu lantai, mengepel, dll. |
|
Contoh hal atau
persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “Komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT. 1. Mencuci baju
dengan menggunakan mesin
cuci. 2. Membuat nutrijell 3. Membuat jus mangga 4. Memasak mie instan 5. Menjahit baju 6. Mencuci piring 7. Membersihkan halaman
rumah |
|
Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari. A. Jawaban yang sudah
tepat 1. Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci a. Dekomposisi: cara
mencuci baju dengan
menggunakan mesin cuci. b. Pengenalan pola:
memisahkan antara kemeja, jilbab, dan celana. c. Abstraksi: memasukkan baju untuk bekerja
seperti kemeja. d. Pemikiran Algoritmik: 1)
Memasukan cucian ke dalam mesin
cuci. 2)
Mencolokkan kabel mesin
cuci ke stopkontak. 3)
Menekan tombol on lalu klik
tombol untuk memulai. 4)
Tunggu hingga waktu
timer mesin cuci
selesai. 5)
Angkat cucian dan jemurlah. 2. Membuat Nutrijell a. Dekomposisi: cara
membuat nutrijel dengan
benar. b.
Pengenalan pola: memilih rasa yang akan dibuat misalnya strobery, melon, coklat, dan jeruk. c.
Abstraksi: Memilih nutrijell rasa coklat. d. Pemikiran Algoritmik : 1)
Membeli nutrijell rasa
coklat di toko. 2)
Menyiapkan alat dan
bahan yang digunakan. 3)
Hidupkan kompor. 4)
Tuang air kedalam
panci lalu dipanaskan. 5)
Tuang nutrijell dan gula kedalam panci yang berisi
air mendidih. 6)
Tunggu hingga 10 menit. 7)
Matikan kompor. 8)
Tuang nutrijell kedalam wadah yang sudah
disiapkan. 9)
Tunggu hingga dingin, nutrijell siap disajikan. 3. Membuat jus manga a. Dekomposisi: Cara membuat jus
mangga yang menyegarkan. b.
Pengenalan pola: memilih mangga
yang akan dibuat
jus, misalnya mangga
arumanis, manalagi, dan matahir majalengka. c.
Abstraksi: memilih mangga
arumanis. |
d.
Pemikiran Alogaritmik:
1) Siapkan alat dan bahan.
2) Mencuci mangga dengan air bersih.
3)
Kupas mangga dan potong menjadi
bagian kecil-kecil.
4)
Masukkan potongan mangga ke dalam blender
ditambah air dan gula secukupnya.
5) Tancapkan kabel
blender ke dalam stopkontak.
6)
Tutup blender hingga rapat.
7) Tekan tombol
on pada blender.
8)
Tunggu sampai halus.
9) Matikan blender
dengan menekan tombol off.
10) Masukan mangga
kedalam gelas, jus mangga siap disajikan.
4.
Memasak mie instan
a.
Dekomposisi: cara membuat
indomie goreng.
b.
Pengenalan pola: memilih varian
rasa indomie yang akan dibuat misalnya indomie
soto, indomie goreng, indomie
ayam bawang.
c.
Abstraksi:
Memilih indomie
goreng.
d.
Pemikiran Algoritmik:
1)
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Membuka bungkus
indomie goreng.
3)
Tuangkan bumbu ke dalam piring.
4) Tuangkan air kedalam panci.
5)
Nyalakan kompor dan taruh panci berisi air, panaskan hingga
mendidih.
6) Lalu masukan
mie ke dalam air mendidih.
7)
Tunggu hingga mie matang.
8)
Matikan kompor.
9)
Tiriskan mie kemudian
tuang ke dalam piring.
10) Campur mie dengan bumbu hingga merata.
11) Indomie goreng siap disajikan.
5.
Menjahit baju
a.
Dekomposisi: membuat baju tidur.
b.
Pengenalan pola: memilih
bahan yang akan digunakan seperti
rayon, satin, katun.
c.
Abstraksi: memilih kain katun.
d.
Pemikiran Algoritmik:
1) Menyiapkan alat dan bahan.
2)
Menggambar pola pada kertas
lalu disesuaikan dengan
kain kemudian dipotong
sesuai dengan ukuran yang
ditentukan.
3)
Jahit menggunakan mesin jahit.
4) Rapikan jahitan.
5)
Cuci terlebih dahulu
baju yang sudah jadi, kemudian
di setrika.
6) Baju tidur siap dipakai.
A. Jawaban
yang kurang tepat
1.
Mencuci piring
2. Membersihkan halaman rumah
SEL.09.2-T1-5. Demonstrasi Kontekstual
|
Nama/No Kelompok |
Kelompok 1 |
|
No Induk/Nama Mahasiswa |
Ainul Luqman
Lubis (23530199) Hesti
Malinda (23530309) Linda Ayu Muslimah (23530342) Shanti Wahyuningsih S. (23530441) Wahid Rifa’i (23530485) |
|
Feedback/pertanyaan |
Tanggapan/solusi |
|
1. Sebutkan salah satu fondasi CT decompotiton (pemecahan
masalah) dalam kehidupan sehari-hari? |
Decomposition (Pemecahan Masalah) Contoh: Memasak Makanan Jelaskan: Ketika memasak, pemecahan
masalah melibatkan langkah-langkah terperinci, seperti memecah resep menjadi
tugas-tugas kecil, mengidentifikasi bahan-bahan, menentukan urutan
langkah-langkah, dan menyesuaikan waktu memasak. Decomposition membantu
mengatasi kompleksitas proses memasak dan memastikan keberhasilan setiap
langkah. |
|
2. Fondasi
computational thingking terdiri dari apa saja ? |
Algoritma, penerapan pola, dekomposisi, dan abstraksi. |
|
3. Apa keuntungan dari Computational Thinking? |
Keuntungan computational thinking selanjutnya
adalah dapat membantu meningkatkan kemampuan
seseorang dalam menganalisis data dan informasi secara sistematis. |
|
4. Apa itu Computational thinking ? |
Computational thinking adalah cara berpikir untuk
menyelesaikan masalah (problem solving) dengan cara menguraikannya menjadi beberapa tahapan yang efektif,
efisien, dan menyeluruh, meliputi: decomposition, pattern recognition,
abstraction, algorithms yang merupakan beberapa konsep dasar ilmu komputer. |
|
5. Apakah CT dapat diterapkan sejalan dengan kurikulum pendidikan saat ini,
yaitu kurikulum merdeka? |
Mengutip dari Keputusan
Kepala BSKAP No. 008/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada PAUD,
Jenjang Pendidikan Dasar Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum
Merdeka bahwa berpikir komputasional yaitu terampil menciptakan solusi-solusi
untuk menyelesaikan persoalan-persoalan secara sistematis, kritis, analitis,
dan kreatif dengan harapan Mengasah keterampilan problem solving
yang efektif, efisien, dan optimal sebagai
landasan untuk menghasilkan solusi dengan menerapkan penalaran kritis,
kreatif dan mandiri pada siswa jenjang sekolah dasar. Berdasarkan konsepnya,
pemikiran komputasional atau Computational Thinking memiliki empat tahap utama, antara lain: · Decomposition (Dekomposisi) Dekomposisi, yaitu memecah
masalah kompleks menjadi beberapa bagian kecil dan sederhana. Sehingga, kita
bisa menemukan masalah yang terjadi dengan menyelesaikannya satu persatu. · Pattern recognition (Pengenalan pola) Pengenalan pola akan
membantu kamu dalam memecahkan masalah. Nah, pada tahap ini,
kita mencari pola
atau persamaan tertentu
dalam sebuah masalah. · Abstraction (Abstraksi) Beberapa hal yang
dilakukan pada tahap abstraksi antara lain, melihat permasalahan, melakukan
generalisasi, dan melakukan identifikasi informasi. Dengan cara ini, kita
dapat melihat informasi penting dan mengabaikan informasi yang kurang
relevan. · Algorithm (Algoritma) Ini adalah tahapan saat kita mengembangkan sistem, membuat daftar
petunjuk dan langkah-langkah pemecahan masalah secara efektif dan efisien.
Jadi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPAS di jenjang
Sekolah Dasar akan mengintegrasikan computational thinking
baik pada materi nya ataupun pada proses pembelajarnnya dengan tujuan untuk
mengasah kemampuan peserta didik dalam mengekspresikan kemampuan berpikir
secara terstruktur dan pemahaman aspek sintaksis maupun semantik dalam
Bahasa, membentuk kebiasaan peserta
didik untuk |
|
|
berpikir logis
dalam Matematika, serta kemampuan menganalisis dan menginterpretasi data dalam Sains
(IPAS) Dan dengan hal tersebut diharapkan siswa maupun siswi pada jenjang sekolah dasar dapat
mengetahui, memahami dan mengaplikasikan cara berfikir computasioanl untuk
menyelesaikan masalah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan
IPAS dan terlatih untuk mengaplikasikannya juga dalam kehidupan sehari hari
saat menemui suatu
persoalan ataupun ketika ingin melakukan suatu hal agar permasalahan dan hal
yang akan dilakukan tersebut bisa diselesaikan dan dicapai secara efektif,
efisien dan Optimal. |
SEL.09.2-T1-7. Koneksi Antar Materi
1.
Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!
kehidupan
sehari-hari saya, CT dapat meningkatkan kreativitas Anda dalam merancang solusi untuk masalah atau menciptakan inovasi
baru, seperti dalam menemukan cara baru untuk
mengelola tugas atau menyelesaikan
pekerjaan rumah.
Membuat rancangan
aktivitas sehari-hari dengan menjalankannya dengan urut sesuai planning yang saya
buat.
2.
Menurut pendapat Anda, dapatkah CT
diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk
pengajaran, soal-soal, atau aktivitas
lainnya di dalam kelas.
Menurut saya penerapan CT bisa diterapkan didalam pembelajaran. Dengan Menyusun aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan CT, seperti pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan peserta didik disuruh memecahkan masalah didalam pembelajaran tugas guru disini adalah mengarahkan peserta didik untuk menyelesaikan hasil kerjaan mereka sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Aksi Nyata T1-8 Topik 1 CT
1.
Apa harapan/target Anda dalam
mengikuti mata kuliah
ini?
harapan saya adalah dapat mengembangkan pemahaman yang
mendalam tentang konsep dan aplikasi dari CT. Saya berharap dapat
mengasah keterampilan analitis
dan pemecahan masalah
saya melalui pendekatan yang sistematis dan logis yang diperoleh dari
mata kuliah ini. Selain itu, saya berharap dapat memahami bagaimana
computational thinking dapat
diterapkan dalam berbagai
konteks kehidupan nyata, baik dalam dunia akademis
maupun profesional. Saya ingin memperoleh keterampilan untuk mengurai
masalah menjadi langkah-langkah yang dapat dipecahkan dengan menggunakan algoritma
dan logika komputasional. Dengan mencapai target
ini, saya berharap dapat memanfaatkan keahlian computational thinking dalam
berbagai bidang dan meningkatkan
daya saing saya di dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Selain itu, saya berharap dapat membentuk dasar
yang kokoh untuk pengembangan keterampilan komputasional lebih
lanjut di masa depan.
2.
Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan
setelah mempelajari CT?
Pemahaman baru yang dapat saya pelajari dari mempelajari CT adalah bagaimana
cara melakukan Computational
thinking dalam kehidupan sehari-hari terutama didalam penerapan di sekolah dasar ketika saya menjadi
guru.
3.
Bagaimana pendapat Anda mengenai
keberadaan CT dalam kehidupan Anda?
perkembangan pesat teknologi dan digitalisasi dalam
berbagai aspek kehidupan. Pemikiran komputasional
telah menjadi fondasi dalam pemecahan masalah sehari-hari saya, baik dalam konteks akademis maupun profesional.
Dengan memanfaatkan konsep ini, saya merasa lebih terampil dalam merancang
langkah-langkah sistematis untuk mengatasi tantangan
dan menemukan solusi
yang efektif.
4.
Bagaimana perasaan Anda setelah
belajar mengenai CT?
Perasaan saya setelah
mempelajari CT menjadi
lebih baik dalam pembelajaran CT dan membuat saya ingin mempelajari lebih dalam
tentang CT untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
5.
Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti
kuliah ini? Jika ada, tindakan
apa yang akan Anda lakukan untuk
mengantisipasinya?
Selama mengikuti kuliah computational thinking, saya
menyadari bahwa beberapa potensi kendala
mungkin muncul
seiring dengan kompleksitas materi dan konsep
yang diajarkan. Salah
satu kendala yang mungkin timbul adalah tingkat kesulitan yang
bervariasi dari topik-topik tertentu, terutama
jika saya belum memiliki latar
belakang yang kuat dalam bidang
komputasi. Untuk
mengantisipasi hal ini, saya mencari referensi dari internet dan bertanya
kepada yang lebih berpengalaman.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar