Aksi nyata Fatwatul Ummah 23530287 CT

 



BAB I 

PENDAHULUAN 

CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut. Agen pemroses informasi yang dimaksud adalah manusia atau komputer. Ada tiga hal utama yang terdapat pada definisi CT tersebut, yaitu persoalan, solusi yang efektif, efisien, dan optimal, serta agen pemroses informasi. Komputer dapat ‘berpikir’ dengan menggunakan algoritma dan data. Algoritma adalah serangkaian langkah yang harus diikuti untuk menyelesaikan suatu masalah. Data adalah kumpulan informasi yang dapat digunakan untuk membuat keputusan. Komputer "berpikir" melalui program dan algoritma yang telah diprogramkan oleh manusia. komputer berfungsi dengan cara memproses informasi sesuai dengan instruksi yang telah diberikan kepada peserta didik. Computational thinking (CT) adalah cara berpikir untuk memecahkan masalah dengan menerapkan teknik ilmu komputer. Kemampuan memecahkan masalah ini memungkinkan seseorang untuk menganalisis masalah yang kompleks, memahami apa masalahnya, dan menentukan solusi yang tepat. mengambil mata kuliah ini adalah untuk menambah wawasan agar dapat saya gunakan kelak nantinya sebagai guru dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah dasar

TOPIK 1 EKPLORASI

SEL.09.2-T1-3a. Eksplorasi Konsep - Lembar Kerja Mahasiswa

1.     Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!

JAWAB:

Persoalan atau masalah yang dapat diimplementasikan menggunakan konsep Computational Thinking (CT) adalah menyelesaikan persoalan atau konflik interpersonal peserta didik. Contoh Si Sandi dan Si Azka terlambat masuk kelas saat istirahat dengan alasan yang berbeda. Sebagai seorang pendidik menginginkan peserta didik untuk dapat masuk tepat waktu ke kelas sesudah jam bel istirahat berbunyi.

2.     Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.

JAWAB:

a.      Dekomposisi, pendidik mendapati dua peserta didik yang terlambat masuk kelas saat istirahat. Pola persamaan berada pada keterlambatan masuk kelas saat jam istirahat sudah selesai, sedangkan pola perbedaanya terletak pada alasan keterlambatan masuk kelas saat jam istirahat sudah selesai.

b.     Pengenalan Pola, tahapan yang dilakukan pendidik adalah dengan mengenali atau mengidentifikasi persamaan dan perbedaan pola persoalan. Contohnya, pendidik mencari informasi mengenai keterlambatan peserta didik yang berbeda. Contohnya Si Sandi terlambat karena makanan yang dibeli masih banyak dan ingin menghabiskanya terlebih dahulu dan Si Azka terlambat karena masih asyik bermain dengan temanya yang berbeda kelas.

c.      Abstraksi, pendidik mendengarkan penjelasan dari peserta didik mengenai persoalan yang dihadapi, setelah mendengarkan penjelasan tersebut, pendidik mampu memilah alasan yang berpotensi lebih akurat. Contohnya pendidik melakukan pendekatan secara interpersonal kepada peserta didik yang terlambat masuk kelas saat jam istirahat sudah selesai.

d.     Algoritma, berdasarkan abstraksi tersebut, pendidik mampu memberikan algoritma berupa tanggapan yang bersifat membangun, nasihat, saran, dan arahan agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Contohnya pendidik menyarankan kepada Si Sandi untuk jajan makanan secukupnya dan Si Azka disarankan untuk ingat jika bermain harus tahu waktu jika bel sudah berbunyi tandanya sudah masuk kelas.


Ruang kolaborasi


Nama/No. Kelompok:

Kelompok 6

No. Induk / Nama Mahasiswa

1.     23530243/Daifa Faliqulhusna

2.     23530298/Fuad Abdullah

3.     23530287/Fatwatul Ummah

4.     23530452/Siti Rukoiyah Khotimah

2.1

Hasil Diskusi secara umum :

Berdasarkan hasil diskusi, Computational Thinking merupakan sebuah proses dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi untuk menentukan proses suatu masalah dengan efektif, efisien serta menyeluruh, dengan melalui tahapan Penyelesaiananpenguaraian masalah kompleks (dekomposisi), pengenalan pola, identifikasi data dan informasi (abstraksi), pengembangan langkah-langkah (algoritma).

Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT.

1.     Memasak Mie Instan

2.     Menggunakan Skincare

3.     Mencuci baju

4.     Melipat baju

Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari.

A.    Jawaban yang sudah tepat

1.     Dekomposisi : Mengidentiifikasi kesulitas belajar peserta didik.

2.     Pengenalan Pola: Tahapa napa saja yang perlu dilakukan ketika menggunakan skincare

3.     Abstraksi : Seberapa banyak bumbu yang harus ditambahkan ketika memasak nasi.

4.     Algoritma : Buku Resep Masakan.

B.    Jawaban yang kurang tepat

1.     Dekomposisi : Menentukan langkah -langkah pembuatan jus strawberry.

2.     Pengenalan Pola : Panduan menulis Karya Ilmiah

3.     Abstraksi : Memilih bahan untuk pembuatan jurnal.

4.     Algoritma : Mengidentifikasi persoalan yang dihadapi dalam pembuatan kue



DEMONTRASI  TOPIK 1

Nama/No. Kelompok:

Fatwatul Ummah / Kelompok 6

No. Induk / Nama Mahasiswa:

1.     23530243/Daifa Faliqulhusna

2.     23530298/Fuad Abdullah

3.     23530287/Fatwatul Ummah

4.     23530452/Siti Rukoiyah Khotimah

Feedback/pertanyaan:

Tanggapan/solusi:

Apakah Computational Thinking dapat diterapkan pada peserta didik sekolah dasar?

Computational Thinking dapat diterapkan pada pemmikiran peserta didik sekolah dasar, karena pada dasarnya computational thinking memiliki cara berpikir yang terstruktur dan logis untuk memecahkan masalah. Hal ini apabila diterapkan atau di ajarkan untuk peserta didik sekolah dasar dapat memiliki dampak baik.

Adakah cara menerapkan Computational Thinking untuk peserta didik sekolah dasar?

Computational Thinking dapat diterapkan pada peserta didik sekolah dasar dengan cara :

·       Pemecahan masalah : Peserta didik dapat belajar memecahkan masalah dengan pendekatan yang terstruktur, dapat berupa identifikasi masalah, rancangan Solusi, dan menguji Solusi tersebut, misalnya penerapannya peserta didik dapat menyelesaikan teka-teki matematika atau menemukan cara untuk mengatur mainan di ruang kelas.

·       Pemodelan : Peserta didik dapat mempelajari cara membuat model dari situasi atau masalah yang diberikan. Misalnya saja, peserta didik memodelkan jalur perjalanan dari rumah ke sekolah.

·       Algoritma : Peserta didik dapat belajar tentang urutan atau langkah-langkah yang terstruktur untuk menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Misalnya merekapa dapat menerapkan kehidupan sehari-hari seperti merapikan meja atau menyusun buku-buku.

Kreativitas : Peserta didik dapat belajar untuk berpikir secara kreatif dlam menemukan Solusi untuk masalah -masalah yang kompleks.

 TOPIK 1 KONEKSI ANTAR MATERI

SEL.09.2-T1-7. Koneksi Antar Materi

1.     Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!

JAWAB:

Berikut adalah contoh-contoh hubungan Computational Thinking (CT) dengan kehidupan sehari-hari:

a.      Memasak Bubur Ayam: Dalam memasak, CT dapat diterapkan melalui pemecahan masalah, penggunaan langkah-langkah berurutan, dan pemikiran algoritma untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan

b.     Mencuci Pakaian Putih: Dalam mencuci pakaian putih, CT diperlukan untuk memecahkan masalah seperti mengatasi noda, pemilihan deterjen, dan langkah-langkah proses pencucian secara sistematis

c.      Membuat seblak: Dalam memasak seblak, CT dapat diterapkan melalui pemikiran algoritma dalam menentukan langkah-langkah memasak yang tepat untuk mencapai tekstur dan rasa yang diinginkan

Melalui contoh-contoh di atas, dapat dilihat bagaimana CT dapat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari seperti memasak dan membersihkan pakaian. Hal ini menunjukkan relevansi CT dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dalam konteks kehidupan sehari-hari

2.     Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas

JAWAB:

Penerapan Computational Thinking (CT) dapat dilakukan dalam berbagai mata pelajaran. Berikut adalah contoh-contoh penerapan CT dalam kehidupan sehari-hari dan mata pelajaran:

a.       Pelajaran IPA: CT dapat diterapkan dalam memecahkan masalah ilmiah, mengidentifikasi pola-pola alam, dan meningkatkan berfikir kritis peserta didik dengan model pembelajaran yang sesuai

b.     Mata Pelajaran Matematika: Dalam matematika, CT dapat diterapkan dalam menyelesaikan persoalan sehari-hari seperti menentukan jumlah uang yang harus ditabung, membeli franchise, atau memecahkan persoalan terkait satuan panjang dan berat

c.      Mata Pelajaran Bahasa Indonesia: CT dapat diterapkan dalam memecahkan persoalan terkait pemilihan kata, penyusunan kalimat, dan analisis teks

Dengan demikian, CT dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran melalui metode pembelajaran, soal-soal, dan aktivitas lainnya di dalam kelas. Hal ini menunjukkan relevansi CT dalam konteks pendidikan lintas mata pelajaran


                                                    TOPIK 1 AKSI NYATA

SEL.09.2-T1-8. Aksi Nyata

1.     Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?

JAWAB:

Harapan saya setekah mengikuti mata kuliah CT adalah dapat memahami esensi CT dan cara mengintregrasikannya ke dalam materi sekolah dasar dan mengimplementasikan kepada peserta didik

2.     Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?

JAWAB:

Setelah mempelajari Computational Thinking (CT), seseorang dapat memperoleh pemahaman baru tentang cara berpikir manusia, bukan komputer, serta pentingnya CT sebagai salah satu teknik penyelesaian masalah dalam kehidupan sehari-hari. CT juga melatih untuk berpikir secara terstruktur, kritis, dan logis, dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks, termasuk pembelajaran mtk. Banyak orang merasa bahwa CT perlu diajarkan kepada peserta didik karena menjadi keterampilan penting di masa sekarang. Beberapa potensi kendala yang mungkin dihadapi adalah mengaplikasikan pola pikir CT pada pembelajaran MTK, namun hal ini dapat diatasi melalui pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Keberadaan pola pikir computational thinking dalam kehidupan sehari-hari diakui sebagai suatu hal yang sangat dibutuhkan.

3.     Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?

JAWAB:

Pendapat mengenai keberadaan Computational Thinking (CT) dalam kehidupan seseorang dapat bervariasi. Beberapa orang menganggap CT sangat penting karena melatih berpikir secara terstruktur, kritis, dan logis, serta membantu dalam menyelesaikan masalah sehari-hari secara efisien dan optimal. Mereka juga menyadari bahwa CT bukan hanya terkait dengan pemrograman komputer, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai konteks dan oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun. Beberapa orang juga merasa senang dan terbantu setelah mempelajari CT, karena hal itu meningkatkan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah

 

 

4.     Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?

JAWAB:

Setelah belajar mengenai CT, saya sebagai calon guru merasa bahwa CT perlu diajarkan kepada peserta didik. CT sebagai salah satu teknik penyelesaian masalahmenjadi sangat penting di masa sekarang untuk menyiapkan generasi penerus yang berdaya saing di era ekonomi digital ini. Kecakapan ini mengajarkan siswa bagaimana berpikir seperti cara ilmuwan komputer berpikir untuk menyelesaikan permasalahan di dunia nyata

5.     Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?

JAWAB:

Awalnya saya berpikir bahwa CT adalah sebuah ilmu komputer dimana kita harus membuat rumus-rumus pemrograman (Seperti pada mata kuliah Pemrograman komputer). Akan tetapi setelah membaca berbagai referensi baik dari buku maupun jurnal, saya dapat mengetahui bahwa CT adalah sebuah pendekatan pembelajaran yang mampu melatih kita untuk berpikir secara terstruktut, kritis dan logis.


Komentar