"Computational Thinking" atau pemikiran komputasional adalah suatu pendekatan dalam pemecahan masalah yang menggunakan konsep-konsep dasar yang mendasari pemrograman komputer. Computational thinking adalah problem solving, yakni mendefinisikan akar masalah beserta solusinya, lalu memikirkan apakah solusi tersebut akan lebih efektif jika melibatkan komputer,melibatkan pemikiran sistematis, pemecahan masalah, dan pemodelan data. CT memiliki beberapa kunci elemen seperti Decomposition (Dekomposisi), Pattern Recognition (Pengenalan Pola), Abstraction (Abstraksi), Algorithm Design (Desain Algoritma), Algorithmic Thinking (Pemikiran Algoritmik). Pemikiran komputasional adalah keterampilan yang sangat berguna di berbagai Negara manapun yang mana dapat diterapkan dalam berbagai konteks untuk memecahkan masalah yang kompleks, baik dalam ilmu komputer maupun di bidang-bidang lain seperti ilmu sosial, ilmu alam, dan ekonomi. Selain itu Pemikiran komputasional melibatkan kemampuan untuk mengurai masalah yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Ini mencakup mengidentifikasi pola dalam data, menyederhanakan informasi menjadi konsep yang lebih abstrak, dan merancang algoritma yang efisien untuk menyelesaikan masalah tersebut.
SEL.09.2-T1-2. Mulai Dari Diri
Question 1
Nama/Jenjang/Mapel
yang akan diajar:
Your Answer:
Nama : Hesti Malinda
Jenjang : SD
Mapel : Pendidikan
Pancasila
Saat ini, komputer
cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal,
misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk
menuju suatu tempat. Menurut Anda, bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga
dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan?
Your Answer:
Menurut saya, dalam
arti sebenarnya, komputer tidak "berpikir" seperti manusia. Namun,
dengan instruksi manusia, mereka dapat melakukan tugas-tugas tertentu dengan
cepat dan efisien. Sebelumnya juga manusia memberikan perintah pada komputer
untuk berpikir kemudian manusia memberikan arahan dengan memberikan petunjuk
kerja dengan memberikan arahan sesuai yang diinginkan user.
Apakah Anda pernah
mendengar/mengetahui tentang CT? Jika pernah, uraikan dengan ringkas apa yang
Anda ketahui tentang CT!
Your Answer:
Saya pernah
mendengarkan CT. CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan
berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal
untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut. Agen pemroses
informasi yangdimaksud adalah manusia atau komputer. Ada tiga hal utama yang
terdapat pada definisi CT tersebut, yaitu persoalan, solusi yang efektif,
efisien, dan optimal, serta agen pemroses informasi.
Jika belum pernah
mendengar tentang CT dan saat ini Anda mengambil mata kuliah ini, apa motivasi
Anda dalam mengambil mata kuliah ini?
Your Answer:
Motivasi saya
mengikuti mata kuliah ini adalah untuk memahami lebih dalam tentang CT sehingga
dapat mengimplementasikannya pada muatan pelajaran yang akan saya ampu nantinya
di jenjang Sekolah Dasar.
Topik 1 Computational Thinking
Eksplorasi Konsep
Nama : Hesti Malinda
NPM : 23530309
Kelas : H PGSD
1. Sampai
saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh
tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan
dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan
apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan
robot tapi membutuhkan CT!
Jawab:
Adapun hal atau persoalan zaman sekarang tidak memakai
computer, TIK, dan robot tapi membutuhkan
CT antara lain, ketika seseorang harus memilih antara beberapa pilihan yang
kompleks, seperti memilih jurusan kuliah, membeli rumah, atau memilih karier,
mereka menggunakan pemikiran komputasional untuk menganalisis berbagai faktor,
memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dan mengidentifikasi
pola atau tren yang mungkin memengaruhi keputusan mereka. Dalam semua hal tersebut, CT tetap dibutuhkan
untuk dapat memecahkan masalah dengan efektif
dan efisien. Meskipun tidak menggunakan computer atau teknologi lainnya,
ketrampilan CT dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan membantu individu
mengatasi masalah dengan
cara yang lebih sistematis dan logis.
2. Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk
masing-masing fondasi CT dalam
kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.
Jawab :
Satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Kitamura berkendara lalu mobilnya mogok dan bannya kempes.
a. Dekomposisi: Kitamura melihat dua masalah yang muncul yaitu mobilnya mogok (ban kempes) dan bensinnya hampir habis.
b. Pengenalan Pola: Kitamura pernah mengalami hal serupa atau pernah melihat orang lain mengalami hal yang sama, maka hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengatasi ban kemps terlebih dahulu.
c. Abstraksi: Bensin mobil Kitamura tinggal sedikit, namun masih cukup untuk pergi ke pom bensin, tapi itu bukanlah hal yang harus dilakukan pertama kali. Maka max harus focus dulu dengan ban kempesnya.
d. Algoritma: Lalu Kitamura mulai mengganti ban kempes dengan menggunakan dongkrak untuk mendongkrak mobil, dan setelah itu melepas baut pada ban yang kemps, dan mengganti dengan ban yang baru.
|
Nama/No. Kelompok: Kelas : PGSD
H
1.
Ainul Luqman
Lubis (23530199) 2.
Hesti Malinda (23530309) 3.
Linda Ayu
Muslimah (23530342) 4.
Shanti Wahyuningsih S (23530441) 5. Wahid Rifa’i (23530485) |
|
Hasil Diskusi secara umum: Penerapan CT pada
persoalan dikehidupan sehari-hari diluar teknologi digital. Fondasi computational thingking terdiri
dari empat yaitu
algoritma, penerapan pola,
dekomposisi, dan abstraksi. Semuanya memiliki cara berpikir dan
penyelesaian masalah yang berbeda.
Salah satu contohnya yaitu membuat kopi yang termasuk ke dalam aspek
algoritma. Hal tersebut karena cara
berpikirnya dilihat dari masalah yang kecil lalu di pecahkan menjadi lebih sistematis dan struktur. Contoh
pada pondasi lainnya yaitu saat kita berencana untuk mengadakan pesta makan bersama keluarga besar, maka kita akan
menggunakan fondasi dekomposisi
untuk mewujudkan rencana tersebut, pada saat membuat kue, semakin sering membuat kue maka otak kita semakin
terbiasa membuat pola pembuatan kue sehingga hal tersebut akan terjadi
proses pada fondasi penerapan pola; dan fondasi abstraksi terjadi pada saat
membersihkan kamar tidur. Agar lebih fokus, maka membuat prioritas
atau tahapan bersih- bersih. Mulai
dari membersihkan barang yang
berserakan, menyapu lantai, mengepel, dll. |
|
Contoh hal atau
persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “Komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT. 1. Mencuci baju
dengan menggunakan mesin
cuci. 2. Membuat nutrijell 3. Membuat jus mangga 4. Memasak mie instan 5. Menjahit baju 6. Mencuci piring 7. Membersihkan halaman
rumah |
|
Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari. A. Jawaban yang sudah
tepat 1. Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci a. Dekomposisi: cara
mencuci baju dengan
menggunakan mesin cuci. b. Pengenalan pola:
memisahkan antara kemeja, jilbab, dan celana. c. Abstraksi: memasukkan baju untuk bekerja
seperti kemeja. d. Pemikiran Algoritmik: 1)
Memasukan cucian ke dalam mesin
cuci. 2)
Mencolokkan kabel mesin
cuci ke stopkontak. 3)
Menekan tombol on lalu klik
tombol untuk memulai. 4)
Tunggu hingga waktu
timer mesin cuci
selesai. 5)
Angkat cucian dan jemurlah. 2. Membuat Nutrijell b. Pengenalan pola: memilih rasa yang akan dibuat misalnya strobery, melon, coklat, dan jeruk. c. Abstraksi: Memilih nutrijell rasa coklat. d. Pemikiran Algoritmik : 1)
Membeli nutrijell rasa
coklat di toko. 2)
Menyiapkan alat dan
bahan yang digunakan. 3)
Hidupkan kompor. 4)
Tuang air kedalam
panci lalu dipanaskan. 5)
Tuang nutrijell dan gula kedalam panci yang berisi
air mendidih. 6)
Tunggu hingga 10 menit. 7)
Matikan kompor. 8)
Tuang nutrijell kedalam wadah yang sudah
disiapkan. 9)
Tunggu hingga dingin, nutrijell siap disajikan. 3. Membuat jus manga a. Dekomposisi: Cara membuat jus
mangga yang menyegarkan. b. Pengenalan pola: memilih mangga yang akan dibuat jus, misalnya mangga arumanis, manalagi, dan matahir majalengka. c.
Abstraksi: memilih mangga
arumanis. d. Pemikiran Alogaritmik: 1.) Siapkan alat dan bahan.
|
1) Siapkan alat dan bahan.
2) Mencuci mangga dengan air bersih.
3)
Kupas mangga dan potong menjadi
bagian kecil-kecil.
4)
Masukkan potongan mangga ke dalam blender
ditambah air dan gula secukupnya.
5) Tancapkan kabel
blender ke dalam stopkontak.
6)
Tutup blender hingga rapat.
7) Tekan tombol
on pada blender.
8)
Tunggu sampai halus.
9) Matikan blender
dengan menekan tombol off.
10) Masukan mangga
kedalam gelas, jus mangga siap disajikan.
4.
Memasak mie instan
a.
Dekomposisi: cara membuat
indomie goreng.
b.
Pengenalan pola: memilih varian
rasa indomie yang akan dibuat misalnya indomie
soto, indomie goreng, indomie
ayam bawang.
c.
Abstraksi:
Memilih indomie
goreng.
d.
Pemikiran Algoritmik:
1)
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2) Membuka bungkus
indomie goreng.
3)
Tuangkan bumbu ke dalam piring.
4) Tuangkan air kedalam panci.
5)
Nyalakan kompor dan taruh panci berisi air, panaskan hingga
mendidih.
6) Lalu masukan
mie ke dalam air mendidih.
7)
Tunggu hingga mie matang.
8)
Matikan kompor.
9)
Tiriskan mie kemudian
tuang ke dalam piring.
10) Campur mie dengan bumbu hingga merata.
11) Indomie goreng siap disajikan.
5.
Menjahit baju
a.
Dekomposisi: membuat baju tidur.
b.
Pengenalan pola: memilih
bahan yang akan digunakan seperti
rayon, satin, katun.
c.
Abstraksi: memilih kain katun.
d.
Pemikiran Algoritmik:
1) Menyiapkan alat dan bahan.
2)
Menggambar pola pada kertas
lalu disesuaikan dengan
kain kemudian dipotong
sesuai dengan ukuran yang
ditentukan.
3)
Jahit menggunakan mesin jahit.
4) Rapikan jahitan.
5)
Cuci terlebih dahulu
baju yang sudah jadi, kemudian
di setrika.
6) Baju tidur siap dipakai.
A. Jawaban
yang kurang tepat
1.
Mencuci piring
2.
Membersihkan halaman rumah
Topik
1
SEL.09.2-T1-5.
Demonstrasi Kontekstual
|
Nama/No
Kelompok |
Kelompok 1 |
|
No Induk/Nama Mahasiswa |
Ainul Luqman Lubis (23530199) Hesti Malinda (23530309) Linda Ayu Muslimah (23530342) Shanti Wahyuningsih
S. (23530441) Wahid Rifa’i (23530485) |
|
Feedback/pertanyaan |
Tanggapan/solusi |
|
1. Sebutkan
salah satu fondasi CT decompotiton (pemecahan masalah) dalam kehidupan
sehari-hari? |
Decomposition
(Pemecahan Masalah) Contoh: Memasak
Makanan Jelaskan: Ketika memasak,
pemecahan masalah melibatkan langkah-langkah terperinci,
seperti memecah resep menjadi tugas-tugas kecil, mengidentifikasi
bahan-bahan, menentukan urutan langkah-langkah, dan menyesuaikan waktu
memasak. Decomposition membantu mengatasi kompleksitas proses memasak dan
memastikan keberhasilan setiap langkah. |
|
2. Fondasi computational thingking terdiri dari apa saja ? |
Algoritma, penerapan pola, dekomposisi, dan
abstraksi. |
|
3. Apa keuntungan dari Computational Thinking?
|
Keuntungan computational thinking selanjutnya adalah
dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam menganalisis
data dan informasi secara sistematis. |
|
4. Apa itu Computational
thinking ?
|
Computational
thinking adalah cara berpikir untuk menyelesaikan masalah (problem solving)
dengan cara menguraikannya menjadi beberapa tahapan yang efektif, efisien,
dan menyeluruh, meliputi: decomposition, pattern recognition, abstraction, algorithms yang merupakan beberapa konsep dasar ilmu komputer.
|
|
5. Apakah CT dapat diterapkan sejalan dengan kurikulum
pendidikan saat ini, yaitu kurikulum merdeka? |
Mengutip dari Keputusan
Kepala BSKAP No. 008/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada PAUD,
Jenjang Pendidikan Dasar Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum
Merdeka bahwa berpikir komputasional yaitu terampil menciptakan solusi-solusi
untuk menyelesaikan persoalan-persoalan secara sistematis, kritis, analitis,
dan kreatif dengan harapan Mengasah keterampilan problem solving yang
efektif, efisien, dan optimal sebagai landasan untuk menghasilkan solusi
dengan menerapkan penalaran kritis, kreatif dan mandiri pada siswa jenjang
sekolah dasar. Berdasarkan konsepnya, pemikiran komputasional atau
Computational Thinking memiliki empat tahap utama, antara lain: ·
Decomposition (Dekomposisi) Dekomposisi, yaitu
memecah masalah kompleks menjadi beberapa bagian kecil dan sederhana.
Sehingga, kita bisa menemukan masalah yang terjadi dengan menyelesaikannya
satu persatu. ·
Pattern recognition (Pengenalan pola) Pengenalan pola
akan membantu kamu dalam memecahkan masalah. Nah, pada tahap ini, kita
mencari pola atau persamaan tertentu dalam sebuah masalah. ·
Abstraction (Abstraksi) Beberapa hal yang
dilakukan pada tahap abstraksi antara lain, melihat permasalahan, melakukan
generalisasi, dan melakukan identifikasi informasi. Dengan cara ini, kita
dapat melihat informasi penting dan mengabaikan informasi yang kurang
relevan. ·
Algorithm (Algoritma) Ini adalah tahapan
saat kita mengembangkan sistem, membuat daftar petunjuk dan langkah-langkah
pemecahan masalah secara efektif dan efisien. Jadi pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia, Matematika dan IPAS di jenjang Sekolah Dasar akan mengintegrasikan
computational thinking baik pada materi nya ataupun pada proses pembelajarnnya
dengan tujuan untuk mengasah kemampuan peserta didik dalam mengekspresikan
kemampuan berpikir secara terstruktur dan pemahaman aspek sintaksis maupun
semantik dalam Bahasa, membentuk kebiasaan peserta didik untuk berpikir logis
dalam Matematika, serta kemampuan menganalisis dan menginterpretasi data
dalam Sains (IPAS) Dan dengan hal tersebut diharapkan siswa maupun
siswi pada jenjang sekolah dasar dapat mengetahui, memahami dan
mengaplikasikan cara berfikir computasioanl untuk menyelesaikan masalah pada
mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPAS dan terlatih untuk
mengaplikasikannya juga dalam kehidupan sehari hari saat menemui suatu
persoalan ataupun ketika ingin melakukan suatu hal agar permasalahan dan hal
yang akan dilakukan tersebut bisa diselesaikan dan dicapai secara efektif,
efisien dan Optimal. |
Nama : Hesti Malinda
Nim
: 23530309
Mata Kuliah : Computational Thinking
TOPIK 1
KONEKSI ANTAR
MATERI
1.
Tuliskan contoh-contoh hubungan CT
dengan kehidupan sehari-hari Anda! Jawab
:
CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut. Agen pemroses informasi yang dimaksud adalah manusia atau komputer.
Berikut adalah contoh-contoh hubungan CT dalam
kehidupan sehari-hari:
a. Berbelanja di supermarket tidak hanya sekedar berbelanja barang namun harus memperhatikan pola-pola kebutuhan barang primer yang harus segera dibeli, memanage budget yang perlu dipersiapkan dan mengurangi pembelian barang yang tidak dibutuhkan merupakan penerapan berfikir komputasional sehari-hari.
b. Mencuci baju harus dilakukan dengan tahapan yang benar sesuai dengan CT. Karena jika tahapan yang dilakukan dalam mencuci baju salah, maka dapat merusak baju tersebut. Misalnya, ketika akan mencuci kita memilah baju sesuai dengan jenis arna dengan memisahkan baju putih dengan baju yang mudah luntur sehingga tidak mengotori baju yang lain serta memilih detergen sesuai dengan kebutuhan
c. Memasak juga memerlukan pemikiran CT karena pada saat kita memasak tidak hanya memasukan sayuran ke dalam panci melainkan berfikir bagaimana cara memasak yang benar dan tepat sesuai dengan gizi yang seharusnya kita konsumsi.
2.
Menurut pendapat Anda, dapatkah CT
diterapkan pada mata pelajaran yang akan
Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas
Jawab :
Computational Thinking dapat diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi Berbeda Tetap Rukun dengan mengaplikasikan cara mengajar yang beragam. Dengan menggunakan CT peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan
oleh guru melalui Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD) terkait dengan materi Berbeda Tetap Rukun. Berikut
ini merupakan contoh penerapan CT dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi Berbeda Tetap Rukun:
a. Dekomposisi: peserta didik dapat memecahkan permasalahan terkait dengan perbedaan antara identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah di Indonesia.
b. Pengenalan pola: peserta didik dapat memahami contoh perbedaan antara identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah yang beragam yang ada di Indonesia.c. Abstraksi: peserta didik dapat melakukan pengamatan/ analisis terkait perbedaan antara identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah di Indonesia.
d. Algoritma- Mengidentifikasi pengertian dari perbedaan antara identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah yang beragam di Indonesia.
- Menganalisis perbedaan contoh identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah yang beragam di Indonesia.- Menganalisis keberhasilan dan kepahaman tentang perbedaan antara identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah yang beragam di Indonesia.
Nama : Hesti Malinda
Nim : 23530309
Kelas : PGSD H
Mata Kuliah : Computational Thinking
TOPIK 1
AKSI NYATA
Melalui mata kuliah CT, harapan kami sebagai calon guru
dapat berlatih agar memiliki kemampuan CT. Computational
Thinking itu sendiri adalah cara berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah
yang menantang dan menghasilkan solusi yang efektif, efisien, dan optimal.
Dengan bekal ini, kelak kami yang mengajar di satuan Pendidikan dapat mengajar
dengan pembelajaran yang berbasis pada CT, mampu menghadapi permasalahan yang menantang, mampu menganalisa data,
dan dapat membuat
siswa lebih cerdas dalam
memahami teknologi.
Pemahaman baru setelah mempelajari mata kuliah CT yaitu
melalui mata kuliah ini kita dapat menghadapi permasalahan-permasalahan yang menantang dan dapat menghasilkan solusi yang efektif, efisien, dan
optimal.
Jawab:
Pendapat kami terhadap keberadaan CT dalam kehidupan
sehari-hari itu sangat penting, karena dengan adanya CT dapat memudahkan
seseorang mengamati masalah dan menemukan solusi dari permasalahan tersebut.
4. Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?
Perasaan kami setelah belajar mata kuliah CT, kami merasa senang dan kami ingin terus belajar memahami CT karena dengan mata kuliah ini kami dapat melatih otak kami agar terbiasa untuk mulai berpikir secara matematis, kreatif, terstruktur, dan logis terhadap suatu masalah yang kompleks.
5.
Apa
potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika
ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?
Jawab:
Untuk saat ini potensi kendala dalam mengikuti mata kuliah CT tidak ada, karena dosen juga menyampaikan materi dengan cukup jelas sehingga kami bisa megikuti proses perkuliahan dengan baik tanpa suatu kendala apapun.

Komentar
Posting Komentar