Aksi Nyata Hesti Malinda 23530309 CT

 



BAB 1
PENDAHULUAN

"Computational Thinking" atau pemikiran komputasional adalah suatu pendekatan dalam pemecahan masalah yang menggunakan konsep-konsep dasar yang mendasari pemrograman komputer. Computational thinking adalah problem solving, yakni mendefinisikan akar masalah beserta solusinya, lalu memikirkan apakah solusi tersebut akan lebih efektif jika melibatkan komputer,melibatkan pemikiran sistematis, pemecahan masalah, dan pemodelan data.  CT memiliki beberapa kunci elemen seperti  Decomposition (Dekomposisi), Pattern Recognition (Pengenalan Pola), Abstraction (Abstraksi), Algorithm Design (Desain Algoritma), Algorithmic Thinking (Pemikiran Algoritmik). Pemikiran komputasional adalah keterampilan yang sangat berguna di berbagai Negara manapun yang mana dapat diterapkan dalam berbagai konteks untuk memecahkan masalah yang kompleks, baik dalam ilmu komputer maupun di bidang-bidang lain seperti ilmu sosial, ilmu alam, dan ekonomi. Selain itu Pemikiran komputasional melibatkan kemampuan untuk mengurai masalah yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Ini mencakup mengidentifikasi pola dalam data, menyederhanakan informasi menjadi konsep yang lebih abstrak, dan merancang algoritma yang efisien untuk menyelesaikan masalah tersebut.


SEL.09.2-T1-2. Mulai Dari Diri

Question 1

Nama/Jenjang/Mapel yang akan diajar:

Your Answer:

Nama : Hesti Malinda

Jenjang : SD 

Mapel : Pendidikan Pancasila

 

Question 2

Saat ini, komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk menuju suatu tempat. Menurut Anda, bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan?

Your Answer:

Menurut saya, dalam arti sebenarnya, komputer tidak "berpikir" seperti manusia. Namun, dengan instruksi manusia, mereka dapat melakukan tugas-tugas tertentu dengan cepat dan efisien. Sebelumnya juga manusia memberikan perintah pada komputer untuk berpikir kemudian manusia memberikan arahan dengan memberikan petunjuk kerja dengan memberikan arahan sesuai yang diinginkan user.

 

Question 3

Apakah Anda pernah mendengar/mengetahui tentang CT? Jika pernah, uraikan dengan ringkas apa yang Anda ketahui tentang CT!

Your Answer:

Saya pernah mendengarkan CT. CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut. Agen pemroses informasi yangdimaksud adalah manusia atau komputer. Ada tiga hal utama yang terdapat pada definisi CT tersebut, yaitu persoalan, solusi yang efektif, efisien, dan optimal, serta agen pemroses informasi.

 

Question 4

Jika belum pernah mendengar tentang CT dan saat ini Anda mengambil mata kuliah ini, apa motivasi Anda dalam mengambil mata kuliah ini?

Your Answer:

Motivasi saya mengikuti mata kuliah ini adalah untuk memahami lebih dalam tentang CT sehingga dapat mengimplementasikannya pada muatan pelajaran yang akan saya ampu nantinya di jenjang Sekolah Dasar.

 

Topik 1 Computational Thinking

Eksplorasi Konsep

Nama : Hesti Malinda

NPM : 23530309

Kelas : H PGSD

 

 

1. Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!

Jawab:

 

Adapun hal atau persoalan zaman sekarang tidak memakai computer, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT antara lain, ketika seseorang harus memilih antara beberapa pilihan yang kompleks, seperti memilih jurusan kuliah, membeli rumah, atau memilih karier, mereka menggunakan pemikiran komputasional untuk menganalisis berbagai faktor, memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dan mengidentifikasi pola atau tren yang mungkin memengaruhi keputusan mereka. Dalam semua hal tersebut, CT tetap dibutuhkan untuk dapat memecahkan masalah dengan efektif dan efisien. Meskipun tidak menggunakan computer atau teknologi lainnya, ketrampilan CT dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan membantu individu mengatasi masalah dengan cara yang lebih sistematis dan logis.

2. Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.

Jawab :

Satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Kitamura berkendara lalu mobilnya mogok dan bannya kempes.

a. Dekomposisi: Kitamura melihat dua masalah yang muncul yaitu mobilnya mogok (ban kempes) dan bensinnya hampir habis.


b. Pengenalan Pola: Kitamura pernah mengalami hal serupa atau pernah melihat orang lain mengalami hal yang sama, maka hal yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah mengatasi ban kemps terlebih dahulu.

c. Abstraksi: Bensin mobil Kitamura tinggal sedikit, namun masih cukup untuk pergi ke pom bensin, tapi itu bukanlah hal yang harus dilakukan pertama kali. Maka max harus focus dulu dengan ban kempesnya.

d.  Algoritma: Lalu Kitamura mulai mengganti ban kempes dengan menggunakan dongkrak untuk mendongkrak mobil, dan setelah itu melepas baut pada ban yang kemps, dan mengganti dengan ban yang baru.

 

Nama/No. Kelompok:

Kelas : PGSD H

 

1.      Ainul Luqman Lubis            (23530199)

2.      Hesti Malinda                       (23530309)

3.      Linda Ayu Muslimah           (23530342)

4.      Shanti Wahyuningsih S     (23530441) 5. Wahid Rifa’i     (23530485)

Hasil Diskusi secara umum:

Penerapan CT pada persoalan dikehidupan sehari-hari diluar teknologi digital.

Fondasi computational thingking terdiri dari empat yaitu algoritma, penerapan pola, dekomposisi, dan abstraksi. Semuanya memiliki cara berpikir dan penyelesaian masalah yang berbeda. Salah satu contohnya yaitu membuat kopi yang termasuk ke dalam aspek algoritma. Hal tersebut karena cara berpikirnya dilihat dari masalah yang kecil lalu di pecahkan menjadi lebih sistematis dan struktur. Contoh pada pondasi lainnya yaitu saat kita berencana untuk mengadakan pesta makan bersama keluarga besar, maka kita akan menggunakan fondasi dekomposisi untuk mewujudkan rencana tersebut, pada saat membuat kue, semakin sering membuat kue maka otak kita semakin terbiasa membuat pola pembuatan kue sehingga hal tersebut akan terjadi proses pada fondasi penerapan pola; dan fondasi abstraksi terjadi pada saat membersihkan kamar tidur. Agar lebih fokus, maka membuat prioritas atau tahapan bersih- bersih. Mulai dari membersihkan barang yang berserakan, menyapu lantai, mengepel, dll.

Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “Komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT.

1.      Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci.

2.      Membuat nutrijell

3.      Membuat jus mangga

4.      Memasak mie instan

5.      Menjahit baju

6.      Mencuci piring

7.      Membersihkan halaman rumah


Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari.

A. Jawaban yang sudah tepat

1.      Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci

a.       Dekomposisi: cara mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci.

b.      Pengenalan pola: memisahkan antara kemeja, jilbab, dan celana.

c.       Abstraksi: memasukkan baju untuk bekerja seperti kemeja.

d.      Pemikiran Algoritmik:

1)       Memasukan cucian ke dalam mesin cuci.

2)       Mencolokkan kabel mesin cuci ke stopkontak.

3)       Menekan tombol on lalu klik tombol untuk memulai.

4)       Tunggu hingga waktu timer mesin cuci selesai.

5)       Angkat cucian dan jemurlah.

2.      Membuat Nutrijell

a.       Dekomposisi: cara membuat nutrijel dengan benar.
b.    Pengenalan pola: memilih rasa yang akan dibuat misalnya strobery, melon, coklat, dan jeruk.
c.       Abstraksi: Memilih nutrijell rasa coklat.

d.      Pemikiran Algoritmik :

1)       Membeli nutrijell rasa coklat di toko.

2)       Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.

3)       Hidupkan kompor.

4)       Tuang air kedalam panci lalu dipanaskan.

5)       Tuang nutrijell dan gula kedalam panci yang berisi air mendidih.

6)       Tunggu hingga 10 menit.

7)       Matikan kompor.

8)       Tuang nutrijell kedalam wadah yang sudah disiapkan.

9)       Tunggu hingga dingin, nutrijell siap disajikan.

3.      Membuat jus manga

a.       Dekomposisi: Cara membuat jus mangga yang menyegarkan.

b.      Pengenalan pola: memilih mangga yang akan dibuat jus, misalnya mangga arumanis, manalagi, dan matahir majalengka.

c.       Abstraksi: memilih mangga arumanis.

d. Pemikiran Alogaritmik:

         1.) Siapkan alat dan bahan.

2   Mencuci mangga dengan air bersih.


      

1)       Siapkan alat dan bahan.

2)       Mencuci mangga dengan air bersih.

3)       Kupas mangga dan potong menjadi bagian kecil-kecil.

4)       Masukkan potongan mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya.

5)       Tancapkan kabel blender ke dalam stopkontak.

6)       Tutup blender hingga rapat.

7)       Tekan tombol on pada blender.

8)       Tunggu sampai halus.

9)       Matikan blender dengan menekan tombol off.

10)    Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap disajikan.

4.      Memasak mie instan

a.       Dekomposisi: cara membuat indomie goreng.

b.      Pengenalan pola: memilih varian rasa indomie yang akan dibuat misalnya indomie soto, indomie goreng, indomie ayam bawang.

c.       Abstraksi: Memilih indomie goreng.

d.      Pemikiran Algoritmik:

1)       Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.

2)       Membuka bungkus indomie goreng.

3)       Tuangkan bumbu ke dalam piring.

4)       Tuangkan air kedalam panci.

5)       Nyalakan kompor dan taruh panci berisi air, panaskan hingga mendidih.

6)       Lalu masukan mie ke dalam air mendidih.

7)       Tunggu hingga mie matang.

8)       Matikan kompor.

9)       Tiriskan mie kemudian tuang ke dalam piring.

10)    Campur mie dengan bumbu hingga merata.

11)    Indomie goreng siap disajikan.

5.      Menjahit baju

a.       Dekomposisi: membuat baju tidur.

b.      Pengenalan pola: memilih bahan yang akan digunakan seperti rayon, satin, katun.


c.       Abstraksi: memilih kain katun.

d.      Pemikiran Algoritmik:

1)       Menyiapkan alat dan bahan.

2)       Menggambar pola pada kertas lalu disesuaikan dengan kain kemudian dipotong sesuai dengan ukuran yang ditentukan.

3)       Jahit menggunakan mesin jahit.

4)       Rapikan jahitan.

5)       Cuci terlebih dahulu baju yang sudah jadi, kemudian di setrika.

6)       Baju tidur siap dipakai.

 

 

A. Jawaban yang kurang tepat

1.      Mencuci piring

2.      Membersihkan halaman rumah


Topik 1

SEL.09.2-T1-5. Demonstrasi Kontekstual

 

Nama/No Kelompok

Kelompok 1

No Induk/Nama Mahasiswa

Ainul Luqman Lubis       (23530199)

Hesti Malinda                 (23530309)

Linda Ayu Muslimah      (23530342)

Shanti Wahyuningsih S.  (23530441)

Wahid Rifa’i                   (23530485)

Feedback/pertanyaan

Tanggapan/solusi

1. Sebutkan salah satu fondasi CT decompotiton (pemecahan masalah) dalam kehidupan sehari-hari?

Decomposition (Pemecahan Masalah)

Contoh: Memasak Makanan

Jelaskan:

Ketika memasak, pemecahan masalah   melibatkan langkah-langkah terperinci, seperti memecah resep menjadi tugas-tugas kecil, mengidentifikasi bahan-bahan, menentukan urutan langkah-langkah, dan menyesuaikan waktu memasak. Decomposition membantu mengatasi kompleksitas proses memasak dan memastikan keberhasilan setiap langkah.

2. Fondasi computational thingking terdiri dari apa saja ?

Algoritma, penerapan pola, dekomposisi, dan abstraksi.


 3. Apa keuntungan dari Computational Thinking?

 

 

 

Keuntungan computational thinking selanjutnya adalah dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam menganalisis data dan informasi secara sistematis.

4. Apa itu Computational thinking ?

 

 

 

 

 

 

 

 

Computational thinking adalah cara berpikir untuk menyelesaikan masalah (problem solving) dengan cara menguraikannya menjadi beberapa tahapan yang efektif, efisien, dan menyeluruh, meliputi: decomposition, pattern recognition, abstraction, algorithms yang merupakan beberapa konsep dasar ilmu komputer.

 

5. Apakah CT  dapat diterapkan sejalan dengan kurikulum pendidikan saat ini, yaitu kurikulum merdeka?

Mengutip dari Keputusan Kepala BSKAP No. 008/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka bahwa berpikir komputasional yaitu terampil menciptakan solusi-solusi untuk menyelesaikan persoalan-persoalan secara sistematis, kritis, analitis, dan kreatif dengan harapan  Mengasah keterampilan problem solving yang efektif, efisien, dan optimal sebagai landasan untuk menghasilkan solusi dengan menerapkan penalaran kritis, kreatif dan mandiri pada siswa jenjang sekolah dasar. Berdasarkan konsepnya, pemikiran komputasional atau Computational Thinking memiliki empat tahap utama, antara lain:

·         Decomposition (Dekomposisi)

Dekomposisi, yaitu memecah masalah kompleks menjadi beberapa bagian kecil dan sederhana. Sehingga, kita bisa menemukan masalah yang terjadi dengan menyelesaikannya satu persatu.

·         Pattern recognition (Pengenalan pola)

Pengenalan pola akan membantu kamu dalam memecahkan masalah. Nah, pada tahap ini, kita mencari pola atau persamaan tertentu dalam sebuah masalah.

·         Abstraction (Abstraksi)

Beberapa hal yang dilakukan pada tahap abstraksi antara lain, melihat permasalahan, melakukan generalisasi, dan melakukan identifikasi informasi. Dengan cara ini, kita dapat melihat informasi penting dan mengabaikan informasi yang kurang relevan.

·         Algorithm (Algoritma)

Ini adalah tahapan saat kita mengembangkan sistem, membuat daftar petunjuk dan langkah-langkah pemecahan masalah secara efektif dan efisien. Jadi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPAS di jenjang Sekolah Dasar akan mengintegrasikan computational thinking baik pada materi nya ataupun pada proses pembelajarnnya dengan tujuan untuk mengasah kemampuan peserta didik dalam mengekspresikan kemampuan berpikir secara terstruktur dan pemahaman aspek sintaksis maupun semantik dalam Bahasa, membentuk kebiasaan peserta didik untuk berpikir logis dalam Matematika, serta kemampuan menganalisis dan menginterpretasi data dalam Sains (IPAS) Dan dengan hal tersebut diharapkan  siswa maupun siswi pada jenjang sekolah dasar dapat mengetahui, memahami dan mengaplikasikan cara berfikir computasioanl untuk menyelesaikan masalah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPAS dan terlatih untuk mengaplikasikannya juga dalam kehidupan sehari hari saat menemui suatu persoalan ataupun ketika ingin melakukan suatu hal agar permasalahan dan hal yang akan dilakukan tersebut bisa diselesaikan dan dicapai secara efektif, efisien dan Optimal.

 

Nama               : Hesti Malinda

Nim                 : 23530309

Mata Kuliah    : Computational Thinking

 

 

TOPIK 1

KONEKSI ANTAR MATERI

 

 

1.      Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda! Jawab :

CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut. Agen pemroses informasi yang dimaksud adalah manusia atau komputer.


Berikut adalah contoh-contoh hubungan CT dalam kehidupan sehari-hari:

a.     Berbelanja di supermarket tidak hanya sekedar berbelanja barang namun harus memperhatikan pola-pola kebutuhan barang primer yang harus segera dibeli, memanage budget yang perlu dipersiapkan dan mengurangi pembelian barang yang tidak dibutuhkan merupakan penerapan berfikir komputasional sehari-hari.

b.      Mencuci baju harus dilakukan dengan tahapan yang benar sesuai dengan CT. Karena jika tahapan yang dilakukan dalam mencuci baju salah, maka dapat merusak baju tersebut. Misalnya, ketika akan mencuci kita memilah baju sesuai dengan jenis arna dengan memisahkan baju putih dengan baju yang mudah luntur sehingga tidak mengotori baju yang lain serta memilih detergen sesuai dengan kebutuhan 

c. Memasak juga memerlukan pemikiran CT karena pada saat kita memasak tidak hanya memasukan sayuran ke dalam panci melainkan berfikir bagaimana cara memasak yang benar dan tepat sesuai dengan gizi yang seharusnya kita konsumsi.


2.      Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas

Jawab :

Computational Thinking dapat diterapkan pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi Berbeda Tetap Rukun dengan mengaplikasikan cara mengajar yang beragam. Dengan menggunakan CT peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terkait dengan materi Berbeda Tetap Rukun. Berikut ini merupakan contoh penerapan CT dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi Berbeda Tetap Rukun:

a.       Dekomposisi: peserta didik dapat memecahkan permasalahan terkait dengan perbedaan antara identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah di Indonesia. 
b. Pengenalan pola: peserta didik dapat memahami contoh perbedaan antara identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah yang beragam yang ada di Indonesia.

c. Abstraksi: peserta didik dapat melakukan pengamatan/ analisis terkait perbedaan antara identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah di Indonesia.
d.      Algoritma

-          Mengidentifikasi pengertian dari perbedaan antara identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah yang beragam di Indonesia.
-          Menganalisis perbedaan contoh identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah yang beragam di Indonesia.

-         Menganalisis keberhasilan dan kepahaman tentang perbedaan antara identitas diri, suku, agama dan tempat ibadah yang beragam di Indonesia.

Nama               : Hesti Malinda

Nim                 : 23530309

Kelas               : PGSD H

Mata Kuliah    : Computational Thinking

 

 

TOPIK 1

AKSI NYATA

 

 

1.        Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini? 
Jawab:

Melalui mata kuliah CT, harapan kami sebagai calon guru dapat berlatih agar memiliki kemampuan CT. Computational Thinking itu sendiri adalah cara berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah yang menantang dan menghasilkan solusi yang efektif, efisien, dan optimal. Dengan bekal ini, kelak kami yang mengajar di satuan Pendidikan dapat mengajar dengan pembelajaran yang berbasis pada CT, mampu menghadapi permasalahan yang menantang, mampu menganalisa data, dan dapat membuat siswa lebih cerdas dalam memahami teknologi.

 

2.        Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT? 
Jawab:


Pemahaman baru setelah mempelajari mata kuliah CT yaitu melalui mata kuliah ini kita dapat menghadapi permasalahan-permasalahan yang menantang dan dapat menghasilkan solusi yang efektif, efisien, dan optimal.

 

3.        Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda? 

Jawab:


Pendapat kami terhadap keberadaan CT dalam kehidupan sehari-hari itu sangat penting, karena dengan adanya CT dapat memudahkan seseorang mengamati masalah dan menemukan solusi dari permasalahan tersebut.


4.        Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT? 
Jawab:

Perasaan kami setelah belajar mata kuliah CT, kami merasa senang dan kami ingin terus belajar memahami CT karena dengan mata kuliah ini kami dapat melatih otak kami agar terbiasa untuk mulai berpikir secara matematis, kreatif, terstruktur, dan logis terhadap suatu masalah yang kompleks.

 

5.        Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?

Jawab:

Untuk saat ini potensi kendala dalam mengikuti mata kuliah CT tidak ada, karena dosen juga menyampaikan materi dengan cukup jelas sehingga kami bisa megikuti proses perkuliahan dengan baik tanpa suatu kendala apapun. 


Komentar