1. Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!
2. Tuliskan
dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam
kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari
satu fondasi.
1. Beberapa
contoh situasi di kehidupan sehari-hari yang tidak melibatkan komputer, TIK
(Teknologi Informasi dan Komunikasi), atau robot namun tetap membutuhkan
penerapan Computational Thinking (CT) termasuk:
Pemecahan Masalah Rumah Tangga:
Contoh: Merencanakan dan mengelola
tugas-tugas rumah tangga tanpa melibatkan teknologi canggih. Pemecahan masalah
mungkin melibatkan pemisahan tugas, pengenalan pola dalam kebiasaan
sehari-hari, abstraksi dalam merencanakan jadwal, dan pemikiran algoritmik
untuk menentukan urutan tugas.
Pengelolaan Keuangan Pribadi:
Contoh: Merencanakan dan mengelola
anggaran bulanan tanpa menggunakan aplikasi keuangan digital atau komputer.
Penerapan CT mungkin mencakup pemecahan masalah dalam alokasi anggaran,
pengenalan pola dalam pengeluaran, abstraksi untuk memahami prioritas keuangan,
dan pemikiran algoritmik dalam membuat rencana penghematan.
Merancang Sistem Transportasi
Pribadi:
Contoh: Mengoptimalkan rute
perjalanan sehari-hari tanpa menggunakan aplikasi navigasi atau teknologi GPS.
Pemecahan masalah bisa melibatkan pemisahan langkahlangkah perjalanan,
pengenalan pola lalu lintas, abstraksi dalam memilih rute tercepat, dan
pemikiran algoritmik untuk memutuskan waktu berangkat yang optimal. Dalam hal
ini CT tetap relevan untuk memahami, merencanakan, dan mengeksekusi tugas-tugas
dengan pendekatan logis dan sistematis. CT adalah alat pemikiran yang dapat
diterapkan di berbagai aspek kehidupan sehari-hari, tidak hanya terbatas pada
penggunaan teknologi tertentu.
2. Dalam pemecahan rumah tangga : fondasi CT yang didapat adalah Analisis membantu
mengidentifikasi solusi terbaik dan memahami jalan keluar yang baik
Pengelolaan Keuangan Pribadi: Evaluasi membantu membuat keputusan informasi
yang lebih baik atau pembelian yang tidak bijaksana.
Merancang Sistem Transportasi
Pribadi: mendapatkan efisiensi waktu dan tenaga
|
Kelas PGSD H Nama Kelompok /NPM : 1. Andri
Hermawan (23530210) 2. Dina
Septiana (23530265) 3. Ema
Tri Rejeki (23530276) 4. Nabila
Atika (23530364) 5. Rini
Maghfiroh (23530419) |
|
Hasil Diskusi Secara Umum : Computational
Thinking adalah sebuah konsep berpikir secara sistematis terhadap suatu
permasalahan yang dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. CT membantu
dalam menganalisis masalah kompleks, memahami masalahnya, dan mengembangkan
solusi yang tepat. Teknik ini tidak hanya terkait dengan pemrograman, tetapi
juga digunakan dalam berbagai bidang seperti sains, teknologi, bisnis,
pendidikan, kesehatan, dan ilmu sosial. Terdapat empat keterampilan utama
dalam computational thinking, yaitu decomposition, pattern recognition,
abstraction, dan algorithm. Dengan mempelajari computational thinking,
seseorang dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan
mempersiapkan diri untuk tantangan era digital. |
|
Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak
memakai “computer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT 1. Membuat
keputusan 2. Mengelola
keuangan 3. Merencanakan
perjalanan 4. Mengerjakan
latihan soal 5. Memasak
mie instan 6. Mencuci
baju Putih 7. Memasak
bubur ayam |
|
Penerapan Fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari A. Jawaban yang sudah tepat 1. Mencuci
baju putih |
|
Dekomposisi,
Pada tahap awal mengumpulkan pakaian putih yang akan
dicuci, menyiapkan alat cuci, ember, dan memahami proses pencucian. Penganalan
pola, Mengetahui pola dalam mencuci pakaian putih dari
memisahkan pakaian putih dengan pakaian berwarna untuk dicuci, memperkirakan
detergen dan air yang akan dibutuhkan untuk mencuci pakaian. Abstraksi,
Setelah mengetahui berapa banyak pakaian putih yang kotor,
kemudian akan dilanjutkan dengan memahami pakaian yang kotor, menyatukan
pakaian ke dalam ember hingga mencuci dan menjemurnya. Algoritma, Setelah mengetahui langkah diatas
dari pemecahan mencuci pakaian putih mulai dari memilah pakaian, menyiapkan
detergen, alat mencuci, dan mencuci hingga menjemur. |
|
B. Jawaban
yang kurang tepat 1. Memasak
Bubur Ayam
Dekomposisi,
pada tahap awal kami menyiapkan langkah pemecahan
permasalahan dengan menyiapkan bahan-bahan
Pengenalan
pola, dengan memahami prosedur memasak bubur ayam dimulai dari
memasak air terlebih dahulu, memasak hingga menyalakan mesin pemasak bubur
tersbeut. Abstraksi,
Pandangan terkait seberapa banyak beras yang harus
dibutuhkan untuk memasak bubur, komposisi takaran antara beras dan airnya. Algoritma, sudah memahami pola sehingga
stepnya masukan beras secukupnya, air secukupnya, memasukkan kaldu ayam dan
potongan ayam nyalakan mesin pemasak nasi. |
|
Nama/No. Kelompok: |
Kelompok 5 |
|
No. Induk / Nama Mahasiswa: |
1. Andri
Hermawan (23530210) 2. Dina
Septiana (23530265) 3. Ema
Tri Rejeki (23530276) 4. Nabila
Atika (23530364) 5. Rini
Maghfiroh (23530419) |
|
Feedback/pertanyaan: |
Tanggapan/solusi: |
|
Bagaimana
Computational Thinking membantu dalam mengelola waktu di kehidupan
sehari-hari? |
Dalam mengelola waktu, penerapan Computational Thinking
dengan melakukan dekomposisi tugas-tugas harian menjadi langkah-langkah yang
lebih kecil. Pengenalan pola digunakan untuk mengidentifikasi waktu-waktu
paling produktif dalam sehari yang memungkinkan untuk mengatur prioritas
tugas sesuai dengan pola produktivitas. Abstraksi membantu menyederhanakan
jadwal harian, membuang aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, dan
algoritma membantu merancang rutinitas yang efisien untuk meningkatkan
efektivitas. |
|
Menurut kelompok Anda, apakah CT
dapat diterapkan pada muatan pelajaran di Sekolah Dasar? |
Iya, bisa. Misalnya penerapan CT pada muatan pelajaran matematika di
sekolah dasar. Dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, penerapan
Computational Thinking dengan dekomposisi, memecah masalah matematika
kompleks menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana. Contohnya, saat
mengajarkan penjumlahan dan pengurangan, guru dapat membimbing peseta didik
untuk memecah masalah penjumlahan dan pengurangan dengan langkah-langkah yang
lebih singkat dan jelas, hal ini dapat memudahkan mereka memahami dan
menyelesaikan masalah. |
|
Bagaimana
Computational Thinking dapat diterapkan dalam kegiatan proyek atau eksperimen
sains di Sekolah Dasar? |
Peserta didik dapat menerapkan Computational Thinking
dalam kegiatan proyek sains dengan melakukan dekomposisi eksperimen menjadi
langkah-langkah yang lebih kecil, seperti merancang hipotesis, mengumpulkan
data, dan membuat kesimpulan. Pengenalan pola bisa digunakan untuk
mengidentifikasi tren dalam hasil eksperimen, sedangkan abstraksi membantu
peserta didik menyederhanakan konsepkonsep ilmiah kompleks. Algoritma dapat
diterapkan dalam merencanakan langkah-langkah eksperimen dengan urutan yang
logis. |
Pada kegiatan ini, Anda diminta
untuk berbagi dan diskusi mengenai 2 topik bahasan berikut.
1. Tuliskan
contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!
2. Menurut
pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar?
Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran,
soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas. jawab :
1. berikut
contoh-contoh CT dalam kehiduoan sehari-hari
merencanakan jadwal kebersihan
rumah atau kos atau mengatur keuangan bulanan selama kuliah, dengan mengatur
dan merencanakan pengeluaran saplikasi keuangan. membuat rute perjalanan untuk
memilih jalur tercepat. membuat jadwal harian yang menggunakan kalender digital
untuk menjadwal deadline tugas. Dapat memecahkan masalah ketika menghitung
diskon ketika berbelanja.
2. Computational
Thinking (CT) dapat diterapkan pada pelajaran yang akan saya ajar seperti pada
mata pelajaran matematika, menggunakan metode pengajaran Mengajarkan siswa
untuk mengerjakan soal matematika dengan langkah-langkah yang lebih kecil
Soal-soal: Memberikan soal-soal
yang mendorong pemikiran yang tersusun, seperti merancang langkah-langkah untuk
menyelesaikan masalah matematika mengitung pecahan agar langkahlangkahnya lebih
ringkas. kemudian dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan
menggunakan pendekatan dekomposisi dan pola pengenalan untuk memahami siklus
hidup makhluk hidup. Aktivitasnya Mengajak siswa merancang eksperimen
sederhana, mengumpulkan data, dan menganalisis hasilnya menggunakan pemikiran algoritma.
AKSI NYATA
1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?
Dalam mata kuliah Computational Thinking (CT), harapan dan target saya adalah memahami konsep dasar CT, mengenali apa yang termasuk CT dan bukan CT (miskonsepsi CT), serta mengapa CT itu penting. Saya juga berharap dapat memperoleh pemahaman baru mengenai pola pikir computational thinking dan mampu mengaplikasikannya dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Selain itu, saya berharap dapat mengintegrasikan CT ke dalamnmata pelajaran yang akan saya ajarkan, sehingga dapat memberdayakan peserta didik dengan cara berpikir yang kritis dan logis. Dengan demikian, saya berharap mata kuliah ini dapat memberikan wawasan dan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan pribadi maupun profesional saya.
2. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?
Setelah mempelajari Computational Thinking (CT), pemahaman baru yang saya peroleh adalah bahwa CT merupakan cara berpikir untuk menemukan langkah-langkah penyelesaian masalah secara efektif. Saya juga memahami bahwa CT bukan hanya terkait dengan pemrograman komputer, tetapi juga melibatkan pemecahan masalah, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritma dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Selain itu, saya menyadari bahwa CT dapat memberdayakan orang dengan cara berpikir, dan merupakan pendekatan pembelajaran yang mampu melatih kita untuk berpikir kritis dan logis. Dengan pemahaman ini, saya berharap dapat mengintegrasikan CT ke dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam mata pelajaran yang akan saya ajarkan.
3. Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?
setelah mempelajari Computational Thinking (CT), pendapat saya mengenai keberadaan CT dalam kehidupan saya adalah sebagai berikut:
Penting: CT merupakan cara berpikir yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan adanya CT, kita dapat menemukan langkah-langkah penyelesaian masalah secara efektif
Multidisciplinari: CT tidak hanya terkait dengan pemrograman komputer, tetapi juga melibatkan pemecahan masalah, pengenalan pola, abstraksi, dan berpikir algoritma dalam berbagai konteks kehidupan
Integrasi: CT dapat diterapkan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam mata pelajaran yang akan saya ajarkan
4. Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?
Setelah mempelajari Computational Thinking (CT), perasaan saya adalah antusias dan optimis. Saya merasa antusias karena memahami betapa pentingnya CT dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan dalam berbagai konteks kehidupan. Selain itu, saya merasa optimis karena yakin bahwa pemahaman mengenai CT akan memberi saya wawasan dan keterampilan yang bermanfaat, baik dalam karier maupun kehidupan sehari-hari.

Komentar
Posting Komentar