BAB I

PENDAHULUAN

 

Computational thinking adalah pendekatan sistematis dalam memecahkan masalah yang terinspirasi oleh cara komputer memproses informasi. Ini melibatkan pemikiran logis, analitis, dan kreatif untuk mengurai masalah menjadi langkah-langkah terpisah, mengidentifikasi pola atau struktur dalam data, dan merancang algoritma yang efisien untuk menyelesaikan masalah tersebut. Pemikiran komputasional juga melibatkan kemampuan untuk mengabstraksi informasi, memodelkan masalah, dan menerapkan solusi yang ditemukan ke berbagai konteks. Lebih dari sekadar pemrograman, pemikiran komputasional memberdayakan individu untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang relevan dalam berbagai bidang, dari ilmu komputer hingga ilmu sosial dan sains.

Saat ini teknologi menjadi pusat dari hampir setiap aspek kehidupan kita, kemampuan untuk berpikir secara komputasional tidak lagi menjadi keahlian yang opsional, tetapi menjadi suatu keharusan. Dari dunia bisnis hingga ilmu pengetahuan, pemikiran komputasional telah menjadi landasan penting dalam menyelesaikan tantangan kompleks dan menghasilkan solusi inovatif.

Dalam dunia pendidikan, computational thinking berperan penting karena membantu mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan masa depan yang semakin terdigitalisasi. Dengan mempelajari konsep-konsep pemikiran komputasional, siswa tidak hanya belajar cara memecahkan masalah secara efektif, tetapi juga mengembangkan keterampilan kritis seperti pemikiran logis, analitis, dan kreatif. Ini membantu mereka tidak hanya menjadi konsumen teknologi yang terampil, tetapi juga pencipta dan inovator. Pemikiran komputasional mengintegrasikan pemahaman tentang algoritma, abstraksi, dan representasi data ke dalam kurikulum, memungkinkan siswa untuk memahami dan menghadapi tantangan kompleks dalam berbagai subjek dan konteks. Dengan demikian, pendekatan ini tidak hanya mempersiapkan siswa untuk karir di bidang teknologi, tetapi juga meningkatkan kemampuan mereka dalam memecahkan masalah dan berpikir kritis di berbagai bidang kehidupan.


BAB II

PEMAHAMAN COMPUTATIONAL THINKING


A.    MULAI DARI DIRI

1.      Nama/Jenjang/Mapel yang akan diajar

Jawaban:

Dina Septiana / Sekolah Dasar/ Matematika

2.      Saat ini, komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk menuju suatu tempat. Menurut Anda, bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan?

Jawaban:

Cara komputer berpikir sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan yaitu melalui bahasa pemograman dan algoritma. Program yang baik dan algoritma yang efisien memungkinkan komputer untuk mengakses tugas dengan cepat dan akurat. Sistem kecerdasan buatan memungkinkan komputer untuk mempelajari pola-pola data, membantu prediksi, dan mengambil keputusan tanpa campur tangan manusia. Mesin pembelajaran dan algoritma cerdas memungkinkan komputer untuk meningkatkan kinerjanya seiring waktu.

3.      Apakah Anda pernah mendengar/mengetahui tentang CT? Jika pernah, uraikan dengan ringkas apa yang Anda ketahui tentang CT!

Jawaban:

Saya pernah mendengar tentang CT. CT merupakan kemampuan dasar cara berpikir sistematis dan menemukan solusi yang efektif, efisien, dan optimal saat menghadapi persoalan sederhana maupun kompleks.

4.      Jika belum pernah mendengar tentang CT dan saat ini Anda mengambil mata kuliah ini, apa motivasi Anda dalam mengambil mata kuliah ini?

Jawaban:

Motivasi saya mengikuti mata kuliah ini adalah untuk mendalami pemahaman tentang CT sehingga dapat mengimplementasikannya pada muatan pelajaran yang akan saya ajarkan nantinya di jenjang Sekolah Dasar.

 

B.     EKSPLORASI KONSEP

1.      Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!

Jawaban :

Meskipun zaman sekarang sangat tergantung pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta penggunaan komputer dan robot yang semakin meluas, masih ada beberapa situasi atau persoalan dalam kehidupan sehari-hari yang membutuhkan Critical Thinking (CT) tanpa melibatkan komputer, TIK, atau robot. Beberapa contoh termasuk:

a.         Situasi konflik atau perbedaan pendapat antara individu tidak selalu diselesaikan dengan teknologi. Pemecahan masalah antarpersonal seringkali memerlukan CT dalam berkomunikasi, mendengarkan, dan memahami sudut pandang orang lain tanpa keterlibatan teknologi.

b.        Ketika menghadapi dilema etis atau keputusan moral, individu memerlukan CT untuk mempertimbangkan nilai-nilai, dampak, dan konsekuensi dari pilihan mereka. Keputusan ini tidak selalu dapat dikerjakan oleh komputer atau robot.

c.         Meskipun teknologi dapat memberikan alat untuk meningkatkan kreativitas, proses kreatif dan inovatif itu sendiri sering kali berasal dari pemikiran kritis manusia. Memikirkan solusi baru, mengidentifikasi peluang, dan mengembangkan ide-ide kreatif adalah aspek dari CT yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh mesin.

d.        Kepemimpinan yang efektif dan manajemen tim memerlukan kemampuan untuk memahami orang, memotivasi mereka, dan membuat keputusan yang bijaksana. Aspek-aspek ini membutuhkan CT yang lebih terfokus pada aspek manusiawi dan sosial.

e.         Beberapa masalah yang dihadapi individu tidak selalu memiliki solusi yang telah diprogram atau diprediksi sebelumnya oleh teknologi. Pemecahan masalah ini memerlukan CT untuk menghadapi kompleksitas dan ketidakpastian.

2.    Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.

Jawaban :

Tentu, berikut adalah contoh penerapan Fondasi Critical Thinking (CT) dalam kehidupan sehari-hari:

a.       Memilih Makanan Sehat di Restoran

1)        Dekomposisi: Menguraikan proses pemilihan makanan di restoran, termasuk mempertimbangkan menu, informasi nutrisi, dan preferensi pribadi.

2)        Penganalan Pola: Mengidentifikasi pola makanan sehat, seperti memilih makanan yang kaya nutrisi, rendah lemak, dan tinggi serat. Mengetahui cara membaca label nutrisi pada menu.

3)        Abstraksi: Memahami kebutuhan nutrisi pribadi dan merinci jenis makanan yang dibutuhkan. Misalnya, menyadari bahwa tubuh memerlukan asupan protein yang cukup atau mengurangi konsumsi gula.

4)        Algoritma: Menentukan langkah-langkah dalam proses pemilihan makanan, seperti melihat menu secara menyeluruh, mempertimbangkan variasi makanan, dan mencari opsi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi.

b.      Contoh: Pemilihan Peralatan Elektronik

1)        Dekomposisi: Menguraikan proses pemilihan peralatan elektronik, seperti smartphone atau laptop. Melibatkan pengecekan spesifikasi, fitur, dan harga.

2)        Penganalan Pola: Mengidentifikasi pola trend teknologi, termasuk perkembangan terbaru, inovasi, dan fitur yang menjadi standar. Mengetahui bagaimana brand tertentu sering diakui karena kualitasnya.

3)        Abstraksi: Memahami kebutuhan pribadi terkait peralatan elektronik, seperti kebutuhan untuk bekerja, hobi, atau aktivitas sehari-hari. Menilai pentingnya fitur tertentu sesuai dengan penggunaan yang diinginkan.

4)        Algoritma: Membuat langkah-langkah dalam proses pemilihan, mulai dari penelitian online, membaca ulasan, membandingkan spesifikasi, hingga mempertimbangkan budget.

 

C.     RUANG KOLABORASI

Kelas PGSD H

Nama Kelompok /NPM :

1.      Andri Hermawan  (23530210)

2.      Dina Septiana        (23530265)

3.      Ema Tri Rejeki      (23530276)

4.      Nabila Atika          (23530364)

5.      Rini Maghfiroh      (23530419)

Hasil Diskusi Secara Umum :

Computational Thinking adalah sebuah konsep berpikir secara sistematis terhadap suatu permasalahan yang dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. CT membantu dalam menganalisis masalah kompleks, memahami masalahnya, dan mengembangkan solusi yang tepat. Teknik ini tidak hanya terkait dengan pemrograman, tetapi juga digunakan dalam berbagai bidang seperti sains, teknologi, bisnis, pendidikan, kesehatan, dan ilmu sosial. Terdapat empat keterampilan utama dalam computational thinking, yaitu decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithm. Dengan mempelajari computational thinking, seseorang dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah

dan mempersiapkan diri untuk tantangan era digital.

Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “computer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT

1.      Membuat keputusan

2.      Mengelola keuangan

3.      Merencanakan perjalanan

4.      Mengerjakan latihan soal

5.      Memasak mie instan

6.      Mencuci baju Putih

7.      Memasak bubur ayam

Penerapan Fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari

A. Jawaban yang sudah tepat

1.  Mencuci baju putih

Dekomposisi, Pada tahap awal mengumpulkan pakaian putih yang akan dicuci, menyiapkan alat cuci, ember, dan memahami proses pencucian.

Penganalan pola, Mengetahui pola dalam mencuci pakaian putih dari memisahkan pakaian putih dengan pakaian berwarna untuk dicuci, memperkirakan detergen dan air yang akan dibutuhkan untuk mencuci pakaian.

Abstraksi, Setelah mengetahui berapa banyak pakaian putih yang kotor, kemudian akan dilanjutkan dengan memahami pakaian yang kotor, menyatukan pakaian ke dalam ember hingga mencuci dan menjemurnya.

Algoritma, Setelah mengetahui langkah diatas dari pemecahan mencuci pakaian putih mulai dari memilah pakaian, menyiapkan

detergen, alat mencuci, dan mencuci hingga menjemur.

B. Jawaban yang kurang tepat

1.  Memasak Bubur Ayam

Dekomposisi, pada tahap awal kami menyiapkan langkah pemecahan permasalahan dengan menyiapkan bahan-bahan

Pengenalan pola, dengan memahami prosedur memasak bubur ayam dimulai dari memasak air terlebih dahulu, memasak hingga menyalakan mesin pemasak bubur tersbeut.

Abstraksi, Pandangan terkait seberapa banyak beras yang harus dibutuhkan untuk memasak bubur, komposisi takaran antara beras dan airnya.

Algoritma, sudah memahami pola sehingga stepnya masukan beras secukupnya, air secukupnya, memasukkan kaldu ayam dan potongan

ayam nyalakan mesin pemasak nasi.

 

D.    DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

Nama/No. Kelompok:

Kelompok 5

No. Induk / Nama Mahasiswa:

1.   Andri Hermawan (23530210)

2.   Dina Septiana       (23530265)

3.   Ema Tri Rejeki     (23530276)

4.   Nabila Atika         (23530364)

5.   Rini Maghfiroh     (23530419)

Feedback/pertanyaan:

Tanggapan/solusi:

 

 

 

 

Bagaimana Computational Thinking membantu dalam mengelola waktu di kehidupan sehari-hari?

Dalam mengelola waktu, penerapan Computational Thinking dengan melakukan dekomposisi tugas-tugas harian menjadi langkah-langkah yang lebih kecil. Pengenalan pola digunakan untuk mengidentifikasi waktu-waktu paling produktif dalam sehari yang memungkinkan untuk mengatur prioritas tugas sesuai dengan pola produktivitas. Abstraksi membantu menyederhanakan jadwal harian, membuang aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, dan algoritma membantu merancang rutinitas yang efisien untuk meningkatkan efektivitas.

 

 

 

 

 

Menurut kelompok Anda, apakah CT dapat diterapkan pada muatan pelajaran di Sekolah Dasar?

Iya, bisa.

Misalnya penerapan CT pada muatan pelajaran matematika di sekolah dasar.

Dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, penerapan Computational Thinking dengan dekomposisi, memecah masalah matematika kompleks menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana. Contohnya, saat mengajarkan penjumlahan dan pengurangan, guru dapat membimbing peseta didik untuk memecah masalah penjumlahan dan pengurangan dengan langkah-langkah yang lebih singkat dan jelas, hal ini dapat memudahkan mereka memahami dan menyelesaikan masalah.

 

Bagaimana Computational Thinking dapat diterapkan dalam kegiatan proyek atau eksperimen sains di Sekolah Dasar?

Peserta didik dapat menerapkan Computational Thinking dalam kegiatan proyek sains dengan melakukan dekomposisi eksperimen menjadi langkah-langkah yang lebih kecil, seperti merancang hipotesis, mengumpulkan data, dan membuat kesimpulan. Pengenalan pola bisa digunakan untuk mengidentifikasi tren dalam hasil eksperimen, sedangkan abstraksi membantu peserta didik menyederhanakan konsep- konsep ilmiah kompleks. Algoritma dapat diterapkan dalam merencanakan langkah-langkah eksperimen dengan urutan yang logis.

 

E.     KONEKSI ANTAR MATERI

1.      Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!

Jawaban :

Contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari:

a.       Manajemen Waktu

1)   Computational Thinking (CT): Menerapkan dekomposisi untuk memecah tugas kompleks menjadi sub-tugas yang lebih kecil, menggunakan algoritma untuk merencanakan kegiatan harian, dan mengoptimalkan jadwal untuk meningkatkan efisiensi waktu.

2)   Kehidupan Sehari-hari: Menggunakan strategi pemecahan masalah dan algoritma untuk merencanakan aktivitas harian, menetapkan prioritas, dan mengelola waktu secara efektif.

b.      Pencarian Informasi Online:

1)   Computational Thinking (CT): Menerapkan algoritma pencarian untuk menemukan informasi yang relevan, menggunakan pola pencarian untuk menyaring hasil, dan memahami representasi data dalam halaman web.

2)   Kehidupan Sehari-hari: Menggunakan mesin pencari online dengan memasukkan query yang efektif, mengevaluasi dan memilih informasi yang relevan dari hasil pencarian, serta memahami bagaimana data ditampilkan dalam halaman web.

c.       Pengelolaan Keuangan Pribadi

1)   Computational Thinking (CT): Menerapkan dekomposisi untuk memecah rencana keuangan menjadi tugas-tugas kecil, menggunakan algoritma untuk merencanakan pengeluaran dan penghematan, dan mengoptimalkan strategi keuangan.

2)   Kehidupan Sehari-hari: Membuat anggaran, melacak pengeluaran, dan merencanakan tabungan menggunakan prinsip-prinsip pemecahan masalah dan perencanaan yang mirip dengan Computational Thinking.

d.      Navigasi GPS

1)   Computational Thinking (CT): Menggunakan algoritma pencarian untuk menemukan rute tercepat, menerapkan pemodelan simulasi untuk memprediksi kondisi lalu lintas, dan menggunakan representasi data untuk menampilkan peta interaktif.

2)   Kehidupan Sehari-hari: Menggunakan aplikasi GPS untuk menentukan rute perjalanan, mendapatkan estimasi waktu kedatangan, dan memahami kondisi lalu lintas berdasarkan informasi yang diberikan.

e.       Pemilihan Produk Online

1)   Computational Thinking (CT): Menerapkan analisis data untuk membandingkan produk, menggunakan algoritma rekomendasi untuk menentukan preferensi, dan memahami representasi data dalam ulasan pengguna.

2)   Kehidupan Sehari-hari: Memilih produk berdasarkan ulasan online, menggunakan algoritma rekomendasi pada platform e-commerce, dan memahami informasi dalam ulasan pengguna.

2.      Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.

Jawaban :

Menurut saya, Computational Thinking (CT) dapat diterapkan pada mata pelajaran di sekolah dasar. Meskipun konsep ini mungkin terdengar teknis, CT sebenarnya melibatkan serangkaian keterampilan kognitif yang melibatkan pemecahan masalah, logika, dan pemikiran algoritmik. Berikut adalah beberapa cara CT dapat diterapkan dalam konteks pendidikan dasar:

a.       Pemecahan Masalah

1)      Peserta didik diminta untuk mengidentifikasi masalah dalam konteks sehari-hari dan mencari solusi untuk itu.

2)      Menggunakan kegiatan permainan atau teka-teki untuk mengajarkan cara memecahkan masalah.

b.      Pemikiran Algoritmik

1)        Mengajarkan langkah-langkah terstruktur dan urutan logis, seperti membuat resep, memandu teman untuk melakukan sesuatu, atau menyusun langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas tertentu.

2)        Menggunakan pemrograman ringan atau pemikiran algoritmik sederhana untuk memecahkan masalah matematika atau logika.

c.       Pemahaman Data

1)        Membahas konsep dasar data, seperti pengelompokan, pengurutan, dan pengelolaan data.

2)        Menggunakan grafik sederhana atau tabel untuk membantu peserta didik memahami dan menganalisis informasi.

d.      Proyek Berbasis CT

1)        Memasukkan proyek-proyek kecil yang melibatkan pemikiran komputasional, seperti membuat permainan sederhana, membuat grafik data, atau membuat presentasi digital.

2)        Menggunakan aplikasi atau perangkat lunak pembelajaran berbasis komputer yang dirancang khusus untuk anak-anak untuk meningkatkan keterampilan CT.

e.       Kolaborasi dan Komunikasi

1)        Mendorong kerja sama dan berbagi ide antar peserta didik, menggunakan konsep CT untuk memecahkan masalah bersama.

2)        Membuat proyek bersama yang melibatkan pemecahan masalah dan pemikiran algoritmik.

f.        Simulasi dan Model

Menggunakan permainan simulasi atau model sederhana untuk membantu peserta didik memahami konsep-konsep ilmiah atau matematika.

Penerapan CT di sekolah dasar sebaiknya bersifat menyenangkan dan sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik. Metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis proyek dapat membantu mengembangkan keterampilan CT secara alami dan menyenangkan bagi peserta didik.

 

F.      AKSI NYATA

1.      Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?

Jawaban:

Dalam mengikuti mata kuliah ini, harapan atau target yang saya inginkan antara lain:

a.    Mampu memahami konsep dasar atau fondasi Computational Thinking seperti dekomposisi masalah, pola, abstraksi, dan algoritma.

b.    Mengembangkan kemampuan untuk merumuskan masalah dalam bentuk komputasional dan merancang solusi yang efektif.

c.    Mampu merancang algoritma untuk menyelesaikan masalah tertentu dan memahami prinsip-prinsip dasar dalam mengembangkan algoritma.

d.    Mengasah keterampilan logika untuk melakukan analisis dan pemecahan masalah dengan cara yang terstruktur dan efisien.

e.    Dapat melibatkan pengembangan keterampilan kerja sama dan kolaborasi dalam ketika berkelompok.

f.     Memahami bagaimana Computational Thinking dapat diterapkan dalam berbagai bidang, seperti ilmu komputer, bisnis, ilmu sosial, dan lainnya.

2.      Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?

Jawaban :

Pemahaman baru yang saya peroleh setelah mempelajari Computational Thinking (CT), yaitu:

a.    CT membantu dalam mengembangkan pemahaman sistematis dalam merinci dan menyelesaikan masalah. Ini melibatkan dekomposisi masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, pengenalan pola, abstraksi, dan pembuatan algoritma.

b.    Kemampuan untuk merancang algoritma untuk menyelesaikan masalah, yang melibatkan langkah-langkah logis dan terurut secara komputasional.

c.    CT membantu dalam meningkatkan keterampilan logika dan kemampuan analisis untuk memahami dan menyelesaikan masalah dengan cara yang efisien.

d.    CT membantu orang untuk melihat dan memahami cara konsep komputasi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya dalam konteks pemrograman, tetapi juga dalam analisis data, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah di berbagai bidang.

e.    Pembelajaran CT dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi dan tim dalam mengatasi masalah bersama dalam berkelompok.

f.     CT mengajarkan kemampuan berpikir kritis dalam menyusun solusi berbasis fakta dan logika, yang dapat diterapkan dalam konteks komputasi maupun di luar itu.

3.      Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?

Jawaban:

CT memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan teknologi dan penggunaan kecerdasan buatan. CT membantu manusia untuk memecahkan masalah secara efektif, merancang algoritma, dan memahami konsep komputasional.

Dalam kehidupan sehari-hari, CT memiliki dampak yang signifikan, terutama dalam dunia teknologi, bisnis, ilmu pengetahuan, dan bidang lainnya. Kemampuan untuk berpikir secara komputasional membantu dalam menghadapi tantangan kompleks dan meningkatkan efisiensi dalam pemecahan masalah. Oleh karena itu, CT dapat dianggap sebagai suatu keterampilan inti yang sangat bermanfaat dalam era di mana teknologi informasi dan komputasi mendominasi banyak aspek kehidupan manusia.

4.      Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?

Jawaban:

Saya merasa tertarik mempelajari CT untuk memperdalam pemahaman saya tentang konsep-konsep dasar komputasi dan cara komputasi memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Sehinga dengan mempelajari CT dapat memicu ketertarikan saya untuk menjelajahi lebih lanjut bidang-bidang terkait seperti ilmu komputer, kecerdasan buatan, atau analisis data.

5.      Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?

Jawaban:

Beberapa potensi kendala yang mungkin saya alami selama mengikuti perkuliahan terkait CT, yaitu keterbatasan pengalaman pemrograman karena belum memiliki pengalaman pemrograman sebelumnya sehinga masih kesulitan dalam menerapkan konsep-konsep tersebut. Selain itu, saya mengalami kesulitan mengaitkan konsep-konsep CT dengan kasus nyata atau menerapkan pemikiran komputasional dalam konteks praktis.

Tindakan yang saya lakukan, yaitu menemukan sumber belajar tambahan seperti tutorial online, buku, atau kursus pemrograman dasar. Banyak platform edukasi online yang menyediakan sumber daya gratis atau berbayar untuk memahami dasar-dasar pemrograman dan yang relevan dengan materi CT yang saya pelajari. Selain itu, saya juga akan melakukan diskusikan konsep-konsep dengan teman sekelas atau kelompok studi untuk berbagi perspektif dan pengalaman yang dapat membantu saya melihat aplikasi konsep dalam berbagai konteks.

 


Komentar