BAB I

            PENDAHULUAN 

Computational thinking adalah sebuah pendekatan dalam pemecahan masalah yang mirip dengan cara komputer berpikir dan bekerja. Ini melibatkan proses pemikiran yang sistematis, logis, dan analitis untuk merancang dan memecahkan masalah kompleks menggunakan algoritma dan konsep komputasi. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Jeannette Wing pada tahun 2006, dan sejak itu telah menjadi bagian integral dari pendidikan komputer dan pemecahan masalah.

Pendekatan komputasional ini tidak hanya bermanfaat dalam konteks pemrograman komputer, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan, matematika, dan bahkan kehidupan sehari-hari. Ini membantu dalam pengembangan keterampilan pemecahan masalah yang kritis dan relevan di era digital saat ini.

Dalam konteks pendidikan, integrasi pemikiran komputasional telah menjadi tujuan utama dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemodelan matematis siswa. Dengan memperkenalkan konsep ini sejak dini, siswa dapat memperoleh pemahaman yang kuat tentang cara memecahkan masalah secara sistematis dan efisien, yang merupakan keterampilan penting di era teknologi saat ini.

Dengan demikian, pemikiran komputasional tidak hanya merupakan keterampilan yang relevan dalam dunia teknologi, tetapi juga merupakan fondasi yang kuat untuk pengembangan keterampilan pemecahan masalah yang penting dalam berbagai aspek kehidupan.


BAB II
PEMAHAMAN COMPUTATIONAL TINKING

A. MULAI DARI DIRI

1.      Nama/Jenjang/Mapel yang akan diajar

Jawaban:

Maulida Ulfa Ratnaningsih / Sekolah Dasar/ Matematika

2. Saat ini, komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk menuju suatu tempat. Menurut Anda, bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan?

Jawaban:

Menurut saya, cara komputer 'berpikir adalah

1) dekomposisi: memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil misal memecah drive sebuah komputer berdasarkan komponen penyusunnya, cara berpikir tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti mengklasifikasikan sumber daya alam sesuai dengan jenisnya;

2) pengenalan pola untuk membuat prediksi atau penyajian data seperti pola file dokumen, dalam kehidupan sehari-hari dapat terlihat pada pengembangan metode untuk mengklasifikasikan sumber daya alam;

3) abstraksi: melakukan generalisasi berdasarkan suatu prinsip-prinsip umum misal menempatkan file dokumen di my documents, dalam kehidupan sehari-hari dapat diimplementasikan untuk mengklasifikasikan mana informasi penting dan mana yang tidak penting.; dan

4) algoritma: pola pikir yang sistematis misal langkah-langkah mencari file foto dalam sebuah komputer, dalam kehidupan sehari-hari dapat ditemukan contohnya langkah-langkah menyeduh kopi.

 3. Apakah Anda pernah mendengar/mengetahui tentang CT? Jika pernah, uraikan dengan ringkas apa yang Anda ketahui tentang CT!

Jawaban:

Pernah. Computational thinking merupakan cara berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah dengan efektif, efisien, dan menyeluruh melalui tahapan seperti cara computer berpikir yakni dekomposisi pengenalan pola abstraksi den ajgorimua.

4. Jika belum pernah mendengar tentang CT dan saat ini Anda mengambil mata kuliah ini, apa motivasi Anda dalam mengambil mata kuliah ini?

Jawaban:

Saya pernah mendengar tentang CT, namun hanya sekilas. Saya semakin tertarik dan termotivasi untuk mengambil mata kuliah ini dan mengikutinya dengan baik agar mampu meningkatkan kemampuan saya sebagai calon guru profesional terutama dari segi berpikir yang sesuai dengan perkembangan zaman.


 B.     EKSPLORASI KONSEP

1.      Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!

Jawab : 

Di zaman sekarang, terdapat beberapa hal atau persoalan yang tidak memerlukan penggunaan komputer, TIK, atau robot, tetapi tetap membutuhkan pemikiran komputasional atau Computational Thinking (CT) dalam pembelajaran. Seperti menulis resensi buku, menulis cerpen, membuat nasi goreng, membuat brownis, membuat jus apel, dan membuat barang baru dari barang-barang bekas.

 

2.      Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.

Jawab : 

Contoh penerapan dari masing-masing fondasi Computational Thinking dalam kehidupansehari-hari adalah sebagai berikut:

a.       Dekomposisi yaitu kita memecah suatu masalah yang komplek menjadi masalah- masalah yang kecil untuk diselesaikan. Sebagai contoh, ketika kita ingin membuat nasi goreng, kita harus memahami cara membuat nasi goreng, lalu kita mengumpulkan bahan-bahannya, kemudian kita mulai membuat nasi goreng sesuai dengan langkah- langkahnya. Dalam membuat nasi goreng, kita harus menyiapkan kompor, wajan, spatula, minyak goreng, nasi, telur, bumbu, dan lain-lainnya yang semua itu merupakan sebuah proses bernama dekomposisi.

b.      Pengenalan pola yang mana karena kita pernah membuat nasi goreng, maka kita juga akan dapat membuat kwetiau karena proses pembuatannya hampir mirip. Kita bisa melihat bahwa pola untuk membuat nasi goreng dan kwetiau hampir sama walaupun bahan yang digunakan berbeda.


  c.       Abstraksi, ketika kita membuat nasi goreng kita tidak memperhatikan bagaimana proses     sebuah kompor bisa menyala, karena hal tersebut menurut kita tidak penting. Hal tersebut sudah   terkait dengan abstraksi di dalam Computational Thinking.

d.      Algoritma, dimana kita berpikir dengan mengurutkan langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah agar menjadi logis, berurutan, teratur, dan mudah dipahami oleh orang lain. Dalam hal membuat nasi goreng, kita juga harus bisa mengurutkan langkah-langkah secara logis, berurutan, dan rinci mulai dari proses awal pembuatan sampai dengan proses penyajiannya.

Berpikir komputasi atau Computational Thinking tidak selalu berhubungan dengan komputer. Kita dapat menggunakan teknik berpikir komputasi dalam permasalahan sehari-hari. Ketika kita sudah terbiasa dengan Computational Thinking, kita akan lebih berpikir kritis sehingga dapat memecahkan suatu permasalahan dengan baik, efektif dan efisien. Jadi secara tidak sadar kita telah mengimplementasikan Computational Thinking dalam kehidupan sehari-hari mulai dari hal yang mudah dan bahkan hal-hal kecil pun telah kita lakukan dengan Computational Thinking.

 C.     RUANG KOLABORASI

Nama/No. Kelompok:

Annisa Yunita Dwi Amalia / Kelompok 2

 

No. Induk / Nama Mahasiswa :

1.      23530221/Annisa Yunita Dwi Amalia

2.      23530232/Ashafira Eka Putri

3.      23530320/Inayati

4.      23530353/Maulida Ulfa Ratnaningsih

5.      23530474/Umi Susanti

Hasil Diskusi secara umum :

Computational Thinking merupakan proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi untuk menentukan solusi yang efektif dan efisien serta optimal untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.Terdapat empat prestasi atau tahapan pemikiran komputasi, yaitu: 1) dekomposisi; 2) pengenalan pola; 3) abstraksi; dan 4) algoritma.

Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT.

1.      Memasak nasi goreng

2.      Membuat Nutrijell

3.      Mencuci pakaian putih

4.      Membuat jus mangga

5.      Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci

6.      Merawat/ memelihara rumah

Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari.

A.                Jawaban yang sudah tepat

1.      Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci

a.       Dekomposisi: cara mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci.

b.      Pengenalan pola: memisahkan antara kemeja, jilbab, dan celana.

c.       Abstraksi: memasukkan baju untuk bekerja seperti kemeja.

d.      Pemikiran Algoritmik:

1)       Memasukan cucian ke dalam mesin cuci.

2)       Mencolokkan kabel mesin cuci ke stopkontak.

3)       Menekan tombol on lalu klik tombol untuk memulai.

4)       Tunggu hingga waktu timer mesin cuci selesai.

5)       Angkat cucian dan jemurlah.

2.      Membuat Nutrijell

a.       Dekomposisi: cara membuat nutrijel dengan benar.

b.      Pengenalan pola: memilih rasa yang akan dibuat misalnya strobery, melon, coklat,dan jeruk.

c.       Abstraksi: Memilih nutrijell rasa coklat.

d.      Pemikiran Algoritmik :

1)       Membeli nutrijell rasa coklat di toko.

2)       Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.

3)       Hidupkan kompor.

4)       Tuang air kedalam panci lalu dipanaskan.

5)       Tuang nutrijell dan gula kedalam panci yang berisi air mendidih.

6)       Tunggu hingga 10 menit.

7)       Matikan kompor.

8)       Tuang nutrijell kedalam wadah yang sudah disiapkan.

9) Tunggu hingga dingin, nutrijell siap disajikan.

3.      Membuat jus manga

a.       Dekomposisi: Cara membuat jus mangga yang menyegarkan.

b.      Pengenalan pola: memilih mangga yang akan dibuat jus, misalnya manggaaromanis, manalagi, dan matahir majalengka.

c.       Abstraksi: memilih mangga aromanis.

d.      Pemikiran Alogaritmik:

1)      Siapkan alat dan bahan.

2)      Mencuci mangga dengan air bersih.

3)   Kupas mangga  dan potong menjadi bagian kecil-kecil.

4)      Masukkan potongan mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya.

5)      Tancapkan kabel blender ke dalam stopkontak.

6)      Tutup blender hingga rapat.

7)      Tekan tombol on pada blender.

8)      Tunggu sampai halus.

9)      Matikan blender dengan menekan tombol off.

10)      Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap disajikan.

 



D.    DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

Nama/No. Kelompok:

Inayati/ Kelompok 2

 

 

No. Induk / Nama Mahasiswa:

1.      23530221/Annisa Yunita Dwi Amalia

2.      23530232/Ashafira Eka Putri

3.      23530320/Inayati

4.      23530353/Maulida Ulfa Ratnaningsih

5.      23530474/Umi Susanti

Feedback/pertanyaan:

Tanggapan/solusi:

 

1. Apakah Computational Thinking dapat memecahkan permasalahan yang dialami siswa sekolah dasar?

Bisa. karena CT merupakan strategi untuk memecahkan permasalahan. solusi. CT berfokus pada cara berpikir dalam menemukan cara menyelaisaikan persoalan melalui beberapa pemikiran komputasi, yaitu dekomposisi,pengenalan pola, abstraksi dan, algoritma sehingga dapat membantu memecahkan permasalahan siswa sekolah dasar.

 

 

2. Bagaimana tahapan dekomposisi dalam membuat jus mangga sesuai contoh yang anda jelaskan?

1. Siapkan alat dan bahan. 2. Mencuci mangga dengan air bersih. 3. Kupas mangga dan potong menjadi bagian kecil- kecil. 4. Masukkan potongan mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya. 5. Tancapkan kabel blender ke dalam stopkontak. 6. Tutup blender hingga rapat. 7. Tekan tombol on pada blender. 8. Tunggu sampai halus. 9. Matikan blender dengan menekan tombol off. 10. Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap disajikan

 

3. Bisakah anda memberi contoh dan menjelaskan tentang 4 fondasi CT pada salah satu mata pelajaran yang pernah anda ajarkan saat PPL di SD yang Anda tempati?

Saat PPL di SDN Bugangan 03 saya mengajar IPAS dimana contohnya adalah Merangkai rangkaian listrik sederhana dengan menggunakan batu baterai Berikut penjelasannya: Dekomposisi: menyiapkan alat seperti lampu , batu baterai dan Kabel, papan , saklak, steker Pengenalan Pola: Memahami proses dalam merangkai rangkaian listrik sederhana dengan benar melalui penayangan video yang ditayangkan di kelas Abstraksi: memasangkan kabel atau merangkai sesuai dengan



 

arahan yang ada di LKPD Algoritma: Dengan menyambung kabel yang ada dan menghubungkan dengan saklar maka lampu bisa menyala setelah dirangkai dengan benar.


E.     KONEKSI ANTAR MATERI

1.      Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!
 
Jawaban :
 
Computational Thinking merupakan sebuah kemampuan yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan menerapkan ilmu- ilmu komputasi. Dengan adanya Computational Thinking kita dapat memecahkan masalah dengan cara yang efektif. Kita bisa menganalis is permasalahan melalui tahap-tahap sehingga menemukan solusi yang sesuai dengan permasalahan yang kompleks. Berikut ini contoh penerapan CT dalam kehidupan sehari- hari yaitu:
 
a.   Mencuci pakaian yang berwarna putih. Hal ini, membutuhkan CT karena untuk mencuci pakaian yang berwarna putih kita memiliki tantangan tersendiri terkait dengan perlakuan yang akan diberikan dan lakukan. Misalnya, ketika akan mencuci kita menggunakan perlakukan yang salah maka akan berakibat fatal seperti; pakaian menjadi kusut karena terkena warna dari pakaian lain, warna pakaian akan cepat memudar, dan sebagainya.
 
b.  Memasak. Ketika kita ingin memasak kita juga memerlukan pemikiran CT karena pada saat kita memasak tidak hanya memasukan sayuran kedalam panci melainkan berfikir bagaimana cara memasak yang benar dan tepat sesuai dengan gizi yang seharusnya kita konsumsi.
 
c.      Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini juga memerlukan pemikiran CT karena seorang pendidik harus memikirkan bagaimana cara menyelesaikan permasalahan dengan baik ketika terjadi hambatan atau tantangan pada saat proses pembelajaran berlangsung pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.
 
2.      Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.
 
Jawaban :
 
Computational Thinking dapat diterapkan pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah Manusia dengan mengaplikasikan cara mengajar yang beragam. Dengan menggunakan CT peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terkait dengan materi Peredaran Darah Manusia.
 
 
Berikut ini merupakan contoh penerapan CT dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah Manusia:
 
Dekomposisi: peserta didik dapat memecahkan permasalaha n terkait dengan perbedaan antara sirkulasi peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil.
 
Mengenali pola: peserta didik dapat memahami pola-pola hubungan antara organ yang berperan dalam sirkulasi peredaran darah manusia.
 
Abstraksi: peserta didik dapat mengetahui fakta bahwa setiap organ dalam tubuh memilik i keterhubungan yang sama-sama beroperasi untuk menjaga kesehatan dan kestabilan tubuh manusia. Apabila salah satu dari organ tersebut tidak bekerja dengan baik, maka akan menimbulkan beberapa gangguan dan penyakit yang dirasakan oleh manusia.
 

F.      AKSI NYATA 

1.      Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?

 

Jawaban :

 

Melalui pengetahuan baru dari pemahaman tentang CT diharapkan saya mampu mengelo la suatu permasalah dengan menguraikannya sesuai pondasi agar dapat terselesaikan dengan baik. Setelah mengikuti perkuliahan CT, saya berharap dapat menerapkan kepada peserta didik sehingga dalam menganalisis suatu permasalah dapat terpecahkan dan terselesaikan dengan menerapkan langkah-langkah cara berpikir dekomposisi, pengenalan pola, abstrak, dan algoritma.

 

2.      Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?

 

Jawaban :

 

Setelah mempelajari CT saya dapat memahami bahwa CT merupakan cara berpikir untuk menemukan sebuah pemecahan atau solusi dengan cara yang efektif dan optimal. Mengetahuhui dan memahami secara lebih mendalam terkait 4 fondasi landasan pemecahan masalah yaitu dekomposisi, algoritma, pengenalan pola, dan abstraksi yang sangat penting diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembelajaran. Selain itu saya baru medapat pemahaman baru jika hal-hal atau kegiatan sederhana yang kita lakukan merupakan bentuk penerapan dari CT.

 

3.      Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?

 

Jawaban :

 

Dengan adanya keberadaan CT dalam kehidupan sangat penting, karena dengan adanya CT dapat memudahkan dalam memahami sesuatu yang sulit menjadi mudah dipahami dan melakukan dengan strategi, menganalisis, mengkonsep masalah dengan yang efektif, efisien, dan optimal. Sehingga sebagai guru akan mudah dalam menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran.

 

4.      Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?


Jawaban :

 

Perasaan saya senang karena dapat belajar dan mendapatkan ilmu yang baru terkait dengan CT. Selain itu saya dapat mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran.

 

5.      Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?

 

Jawaban :

 

Kendala yang mungkin akan saya alami selama mengikuti kuliah yaitu munculnya istilah- istilah baru yang ada pada materi selanjutnya. Materi dalam mata kuliah CT ini 

.


Komentar