PENDAHULUAN
Computational Thinking (CT) merupakan cara berpikir untuk menyelesaikan suatu masalah dengan efektif, efisien, dan menyeluruh melalui tahapan seperti cara komputer berpikir yakni dekomposisi. pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Computational thinking (CT) juga merupakan cara memecahkan masalah, merancang sistem, dan memahami perilaku manusia yang mengacu pada konsep-konsep dasar ilmu komputer. Untuk berkembang di dunia saat ini, pemikiran komputasi harus menjadi bagian mendasar dari cara orang berpikir dan memahami dunia (Wing, 2012).
Terdapat 4 tahapan yang terdapat dalam metode Computational Thinking (CT) yaitu Decomposition, Pattern Recognition, Abstraction, dan Algorithm. Semua tahapan yang terapat dalam metode ini dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar. Salah satu cara mengimplementasikan cara berpikir komputasional adalah dengan menerapkan model pembelajaran problem solving. Decomposition (Dekomposisi) adalah memecah persoalan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan sederhana, sehingga kitab isa menemukan masalah yang terjadi dengan menyelesaikannya satu persatu. Pattern Recognition (Pengenalan pola) adalah analisis terhadap berbagai kesamaan yang ada di antara persoalan-persoalan. Abstraction (Abstraksi) adalah mengeliminası hal-hal yang tidak relevan dengan persoalan. Algorithm (Algoritma) adalah langkah- langkah vang sistematis untuk menyelesaikan suatu persoalan.
Computational Thinking (CT) telah menjadi topik yang semakin penting dalam kurikulum pendidikan di banyak negara. Penerapan CT dalam kurikulum pendidikan dapat memiliki banyak manfaat, hal tersebut membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang kuat, meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep matematika dan ilmu pengetahuan, dan mempersiapkan mereka untuk dunia yang semakin terkait dengan teknologi. CT juga dapat membantu siswa menjadi lebih kritis dan analitis dalam berpikir, serta memahami berbagai aspek dari komputasi, termasuk konsep dasar pemrograman.
Peserta didik dapat dilatih untuk menerapkan cara berpikir computational thinking sejak dini. Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat menyelesaikan permasalah atau aktivitas yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari secara efektif, efisien, dan terorganisir. Dengan demikian, peserta didik dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis di sekolah maupun di lingkungan lainnya.
BAB II
PEMAHAMAN COMPUTATIONAL THINKING
A. EKSPLORASI KONSEP
1. Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat
bahwa CT dapat diterapkan
dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang
zaman sekarang tidak memakai “komputer”,
TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!
Jawab : Contoh
persoalan yang membutuhkan CT adalah :
a. Memasak makanan frozen food ketika hendak dimakan. Ketika kita membeli makanan frozen food, makanan tersebut masih setengah jadi dan belum dapat kita makan secara langsung.
b. Proses menuju ruang kuliah di lantai 1 dari lantai 5. Ketika kita menjadi mahasiswa baru yang belum mengetahui letak ruang perkuliahan pasti kebingungan dalam menemukan ruang kuliah.
c. Menyusun RPP untuk kegiatan pembelajaran.
2. Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi!
a. Memasak makanan frozen food ketika hendak dimakan
Penerapan dekomposisi : memecah
persoalan menjadi kegiatan yang lebih kecil. Pada saat akan memasak
frozen food, kegiatan-
kegiatan yang dapat kita lakukan
adalah membuka kemasan
frozen food, menyiapkan panci, menyiapkan wajan penggorengan, menyalakan kompor, menuangkan minyak ke
dalam wajan, merebus air, memasukkan ke dalam
lemari es, menggoreng frozen food, mengukus, meniriskan makanan, meletakkan ke dalam
piring, dan menyajikannya, menunggu
hingga matang.
Pengenalan pola : mengenali persamaan pada pola isu yang akan dipecahkan. Pada saat akan memasak makanan frozen food, jika jenis makanan tersebut tipe makanan digoreng maka harus menyiapkan bahan dan alat untuk menggoreng. Apabila makanan tersebut tipe dikukus, berarti kita harus menyiapkan bahan dan alat untuk mengukus.
Penerapan algoritma : Setelah kita mengetahui tipe apa frozen food tersebut kita menemukan cara untuk memasak makanan frozen food, yaitu bisa dengan menggoreng atau mengukus. Cara menggoreng frozen food adalah : menyiapkan alat dan bahan untuk menggoreng, membuka kemasan frozen food, menuangkan minyak ke dalam wajan penggorengan, menyalakan kompor, menggoreng frozen food hingga matang, meniriskan, menyajikan untuk di makan.
b. Proses menuju ruang kuliah di lantai 1 dari lantai 5.
Penerapan dekomposisi : Mencari informasi dengan bertanya kepada mahasiswa yang ada sekitar kampus, bertanya kepada teman melalui chat, mencari-cari gedung dengan melihat tanda, mencari informasi letak ruang kuliah kepada satpam/ petugas, bisa menggunakan lift, bisa menggunakan tangga.
Penerapan pengenalan pola : Terdapat banyak cara menuju lantai 5 dari lantai 1, bisa menggunakan lift atau tangga.
Penerapan abstraksi : Menggunakan lift agar lebih cepat sampai di lantai 5.
Penerapan algoritma : Menggunakan lift untuk sampai ke lantai 5 dapat melakukan langkah- langkah :
1. Memastikan lift dapat beroperasi
2. Memencet tombol lift, jika akan ke lantai 5 berarti memencet tombol naik.
3. Memencet tombol angka lantai yang akan dituju, yaitu lantai 5.
4. Apabila sudah sampai pada lantai yang dituju, lift akan berhenti dan pintu berbunyi ting. Lalu keluar dari lift.
c. Menyusun RPP untuk kegiatan pembelajaran.
Penerapan dekomposisi : Menyusun langkah pembelajaran, mengadakan observasi tentang siswa, menyusun tujuan pembelajaran, menentukan model pembelajaran, menentukan media pembelajaran, membuat form penilaian, melakukan apersepsi, inti kegiatan, dan kegiatan penutup, membuat bahan ajar, menentukan materi yang akan dibuat RPP.
Penerapan pengenalan pola : Setiap kita akan menyusun RPP, maka kita harus mengetahui dulu materi yang akan dibuat RPP yaitu melihat pada pembelajaran setiap subtema.
Penerapan abstraksi : Untuk membuat RPP, terdapat beberapa kegiatan utama yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan penutup.
Penerapan algoritma : Dalam menyusun RPP pada awalnya menentukan materi pembelajaran yang akan dibuat RPP , diperlukan komponen- komponen penting seperti adanya identitas RPP, tujuan pembelajaran, menentukan model dan media pembelajaran, membuat langkah- langkah pembelajaran, dan format penilaian.
B. RUANG KOLABORASI
|
Nama/No.
Kelompok: |
Annisa Yunita Dwi Amalia / Kelompok 2 |
|
No.
Induk / Nama Mahasiswa : |
1.
23530221/Annisa
Yunita Dwi Amalia 2.
23530232/Ashafira
Eka Putri 3.
23530320/Inayati 4.
23530353/Maulida
Ulfa Ratnaningsih 5.
23530474/Umi
Susanti |
|
Hasil Diskusi secara umum : Computational Thinking merupakan proses berpikir dalam
memformulasikan persoalan dan berstrategi untuk menentukan solusi yang
efektif dan efisien serta optimal untuk menyelesaikan permasalahan yang
ada.Terdapat empat prestasi atau tahapan pemikiran
komputasi, yaitu: 1) dekomposisi; 2) pengenalan pola; 3) abstraksi; dan 4)
algoritma. |
|
|
Contoh hal atau persoalan zaman sekarang
yang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT. 1.
Memasak
nasi goreng 2.
Membuat Nutrijell 3.
Mencuci pakaian putih 4.
Membuat jus mangga 5.
Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci 6.
Merawat/
memelihara rumah |
|
|
Penerapan fondasi CT
dalam kehidupan sehari-hari. A.
Jawaban
yang sudah tepat 1.
Mencuci baju dengan
menggunakan mesin cuci a.
Dekomposisi: cara
mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci. b.
Pengenalan pola:
memisahkan antara kemeja, jilbab, dan celana. c.
Abstraksi: memasukkan
baju untuk bekerja seperti kemeja. d.
Pemikiran Algoritmik: 1)
Memasukan cucian ke
dalam mesin cuci. 2)
Mencolokkan kabel
mesin cuci ke stopkontak. 3)
Menekan tombol on lalu
klik tombol untuk memulai. 4)
Tunggu hingga waktu
timer mesin cuci selesai. 5)
Angkat cucian dan
jemurlah. 2.
Membuat Nutrijell a.
Dekomposisi: cara
membuat nutrijel dengan benar. b.
Pengenalan pola:
memilih rasa yang akan dibuat misalnya strobery, melon, coklat,dan jeruk. c.
Abstraksi: Memilih
nutrijell rasa coklat. d.
Pemikiran Algoritmik : 1)
Membeli nutrijell rasa
coklat di toko. 2)
Menyiapkan alat dan
bahan yang digunakan. 3)
Hidupkan kompor. 4)
Tuang air kedalam
panci lalu dipanaskan. 5)
Tuang nutrijell dan
gula kedalam panci yang berisi air mendidih. 6)
Tunggu hingga 10
menit. 7)
Matikan kompor. 8)
Tuang nutrijell
kedalam wadah yang sudah disiapkan. 9)
Tunggu hingga dingin,
nutrijell siap disajikan. 3.
Membuat jus manga a.
Dekomposisi: Cara
membuat jus mangga yang menyegarkan. b.
Pengenalan pola:
memilih mangga yang akan dibuat jus, misalnya manggaaromanis, manalagi, dan
matahir majalengka. c.
Abstraksi: memilih
mangga aromanis. d.
Pemikiran Alogaritmik: 1)
Siapkan alat dan
bahan. 2)
Mencuci mangga dengan
air bersih. 3)
Kupas mangga dan
potong menjadi bagian kecil-kecil. 4)
Masukkan potongan
mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya. 5)
Tancapkan kabel
blender ke dalam stopkontak. 6)
Tutup blender hingga
rapat. 7)
Tekan tombol on pada
blender. 8)
Tunggu sampai halus. 9)
Matikan blender dengan
menekan tombol off. 10) Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap
disajikan. |
|
|
B.
Jawaban
yang kurang tepat 1.
Dekomposisi: tentukan
langkah-langkah cara mencuci pakaian putih 2.
Pengenalan
pola: panduan merawat/ memelihara rumah 3. Abstraksi: memilih bahan untuk bahan
pembuatan artikel 4. Algoritma: mengidentifikasi persoalan yang
dihadapi dalam pembuatan nasi goreng |
|
C. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
|
Nama/No Kelompok |
Annisa Yunita Dwi Amalia / Kelompok 2 |
|
No. Induk/Nama Mahasiswa |
1.
23530221/Annisa Yunita Dwi Amalia 2.
23530232/Ashafira Eka Putri 3.
23530320/Inayati 4.
23530353/Maulida Ulfa Ratnaningsih 5.
23530474/Umi Susanti |
|
Feedback/Pertanyaan |
Tanggapan/solusi |
|
1.
Apakah Computational Thinking dapat memecahkan permasalahan yang dialami siswa sekolah dasar? |
Bisa. karena CT merupakan
strategi untuk memecahkan permasalahan. solusi. CT berfokus pada cara
berpikir dalam menemukan cara menyelaisaikan persoalan melalui beberapa pemikiran komputasi, yaitu dekomposisi,pengenalan
pola, abstraksi dan, algoritma sehingga dapat
membantu memecahkan
permasalahan siswa sekolah dasar. |
|
2. Bagaimana tahapan dekomposisi dalam membuat jus mangga sesuai contoh yang anda jelaskan? |
1.Siapkan alat dan bahan. 2.Mencuci mangga dengan air bersih. 3.Kupas mangga dan potong menjadi bagian kecil- kecil. 4.Masukkan potongan mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya. 5. Tancapkan kabel blender ke dalam stopkontak. 6. Tutup blender hingga rapat. 7.Tekan tombol on pada blender. 8. Tunggu sampai halus. 9. Matikan blender dengan menekan tombol off. 10.Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap disajikan. |
|
3.
Bisakah anda memberi contoh dan
menjelaskan tentang 4 fondasi CT pada salah satu mata pelajaran yang pernah
anda ajarkan saat PPL di SD yang Anda tempati? |
Saat PPL di SDN
Bugangan 03 saya mengajar IPAS dimana contohnya adalah Merangkai rangkaian
listrik sederhana dengan menggunakan batu baterai Berikut
penjelasannya: Dekomposisi:
menyiapkan alat seperti lampu , batu baterai dan Kabel, papan , saklak,
steker Pengenalan Pola:
Memahami proses dalam merangkai rangkaian listrik sederhana dengan benar
melalui penayangan video yang ditayangkan di kelas Abstraksi:
memasangkan kabel atau merangkai sesuai dengan arahan yang ada di LKPD Algoritma: Dengan
menyambung kabel yang ada dan menghubungkan dengan saklar maka lampu bisa
menyala setelah dirangkai dengan benar. |
D. KONEKSI ANTAR MATERI
1.
Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!
Jawab :
CT sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari, meskipun saya baru mengenal CT dalam perkuliahan ini akan tetapi secara tidak sadar penerapan CT sudah saya lakukan dalam kegiatan sehari-hari. Contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari, yaitu :
-
Memasak nasi
-
Membuat jus jambu
-
Mencuci piring
-
Mencuci baju
-
Mengisi token
listrik
-
Membuat laporan
-
Membersihkan rumah
- Menghidupkan AC/kipas angin
CT dalam bidang Pendidikan
saat perkuliahan baik S1 maupun
PPG terdapat banyak
tugas yang diberikan dosen akan memilih yang sesuai deadline terdekat
dengan menggunakan metode kita
Kemudian untuk pembuatan RPP atau Modul Ajar saat menentukan berbagai metode, strategis dll yang sessuai meteri yang akan disampaiakan.
2. Menurut pendapat Anda, dapatkah CT
diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda
ajar? Penerapan CT dapat dilakukan
baik pada metode atau bentuk
pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya
di dalam kelas.
Jawab :
Menurut pendapat
saya CT dapat diterapkan pada mata pelajaran
pada proses pembelajaran akan diajarkan peserta didik
dengan memilih metode yang cocok dan sesuai,
saat membuat soal pendidik harus memilih mana yang sukar sedang dan mudah agar tujuan pembelajaran tercapai dengan maksimal.
Dengan demikian CT dapat
diterapkan pada pembelajaran yang membutuhkan pemecahan-pemecahan masalah seprerti pada pembelajaran problem
based learning, project
based learning, dan pembelajaran secara
berkelompok.
E. REFLEKSI AKSI NYATA
1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?
Jawab :
Pemahaman baru yang saya dapatkan setelah mempelajari CT yaitu fondasi CT yang terdiri dari dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma sehingga kita dapat memecahkan masalah melalui tahapan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada saat menyelesaikan suatu permasalahan kita dapat menemukan solusi dengan tepat dan efektif. CT yang awalnya dibayangan saya adalah tentang bahasa pemprogaman namun ternyata dapat digunakan untuk pendidikan.
2.
Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan
setelah mempelajari CT?
Jawab :
Pemahaman baru yang saya dapatkan setelah mempelajari CT yaitu fondasi CT yang terdiri dari dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma sehingga kita dapat memecahkan masalah melalui tahapan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya pada saat menyelesaikan suatu permasalahan kita dapat menemukan solusi dengan tepat dan efektif. CT yang awalnya dibayangan saya adalah tentang bahasa pemprogaman namun ternyata dapat digunakan untuk pendidikan.
3.
Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan
Anda?
Jawab :
Pendapat saya mengenai keberadaan CT dalam kehidupan adalah CT dapat bermanfaat karena melatih untuk berpikir secara kritis dan terstruktur untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari sehingga diperoleh solusi.
4.
Bagaimana perasaan
Anda setelah belajar
mengenai CT?
Jawab :
Perasaaan saya setelah belajar mengenai CT sangat senang karena bisa belajar banyak hal mengenai cara menyelesaikan suatu permasalahan dengan melewati berbagai tahapan yang harus dilalui dengan baik agar membantu menyelesaian suatu permasalahann dan persoalan dikehidupan sehari-hari mengenai CT.
5. Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?Jawab :
Kendala yang saya alami adalah kesulitan dan kebingunggan dalam memahami CT, karena baru pertama kali mendapatkan pembelajaran tersebut. Tindakan saya untuk mengantisipasi kendala tersebut adalah bertanya kepada dosen maupun rekan sejawat yang memiliki pemahaman lebih, selain itu bisa mencari informasi dan

Komentar
Posting Komentar