PENDAHULUAN
Computational Thinking adalah suatu pendekatan dalam pemecahan masalah yang melibatkan pemikiran logis, analitis, dan algoritma. Konsep ini mendorong individu untuk memecahkan masalah dengan cara yang terstruktur dan sistematis, mirip dengan cara komputer memproses informasi. Dengan menggunakan prinsip-prinsip Computational Thinking, seseorang dapat mengidentifikasi pola, merumuskan solusi yang efisien, serta mengimplementasikan solusi tersebut dengan baik.
Dalam era digital saat ini, Computational Thinking menjadi keterampilan yang sangat penting karena membantu individu untuk menghadapi tantangan kompleks dan memecahkan masalah dengan lebih efektif. Kemampuan ini tidak hanya berguna dalam dunia teknologi informasi, tetapi juga dapat diterapkan dalam berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan, matematika, bisnis, dan lainnya.
Dengan memahami dan mengaplikasikan Computational Thinking, seseorang dapat meningkatkan kemampuan analitis, kreativitas, serta pemecahan masalah secara umum. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengembangkan keterampilan Computational Thinking guna bersiap menghadapi tuntutan zaman yang semakin digital ini.
MULAI DARI DIRI
Nama : Niega Aryani
Jenjang : SD
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Menurut saya, saat ini komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk menuju suatu tempat. Komputer berpikir melalui algoritma dan pemrograman yang sudah di setting oleh manusia, sehingga dapat membantu manusia dalam melakukan berbagai macam kegiatan. Seperti, membantu dalam membuat presentasi kegiatan, membantu dalam membuat tata letak dan organisasi, membantu manusia dalam membuat keputusan seperti memilih jalur yang paling efisien untuk menuju ke suatu tempat, dan lain sebagainya.
CT juga dapat merujuk kepada Computational Thinking, yang merupakan cara berpikir untuk menyelesaikan masalah dengan menguraikan masalah menjadi bagian yang kecil dan sederhana, serta menemukan pola dan merancang algoritma untuk menyelesaikan masalah tersebut. Penerapan Computational Thinking dalam pendidikan dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, analitis, dan pemrograman, yang penting dalam era digital saat ini.
Jika belum pernah mendengar tentang CT (Computational Thinking) dan saat ini mengambil mata kuliah ini, motivasi yang dapat menjadi alasan adalah untuk mempelajari cara berpikir komputasional dalam menyelesaikan masalah. Penerapan Computational Thinking dalam pendidikan dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, analitis, dan pemrograman, yang penting dalam era digital saat ini. Selain itu, dengan mempelajari CT, dapat membantu dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di masa depan yang semakin kompleks dan membutuhkan keterampilan berpikir komputasional.
COMPUTATIONAL
THINGKING
T1-3a.
Eksplorasi Konsep - Lembar Kerja Mahasiswa
Nama : Niega Aryani
NPM : 23530375
Kelas : PGSD H
1. Sampai
saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat
diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau
persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi
membutuhkan CT!
Jawaban
:
·
Membuat telur dadar dengan wajan kecil
untuk satu orang
·
Membuat teh panas dengan gelas dan gula yang pas
·
Memaasak nasi dengan air yang setara
dengan beras
2. Tuliskan
dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam
kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari
satu fondasi.
Jawaban
:
Dalam
kehidupan sehari-hari, terdapat berbagai contoh penerapan fondasi Computational
Thinking (CT). Berikut adalah contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT:
·
Dekomposisi (Decomposition):
Contoh: Perencanaan pesta
pernikahan.
Penjelasan: Saat
merencanakan pesta pernikahan, dekomposisi digunakan untuk memecah tugas
kompleks menjadi tugas yang lebih kecil, seperti pemilihan tempat, dekorasi,
makanan, dan undangan
·
Pengenalan Pola (Pattern Recognition):
Contoh: Mencari pola
dalam data penjualan untuk mengidentifikasi tren.
Penjelasan: Dalam bisnis,
pengenalan pola digunakan untuk menganalisis data penjualan dan
mengidentifikasi pola atau tren, yang kemudian dapat digunakan untuk
pengambilan keputusan bisnis
·
Abstraksi (Abstraction):
Contoh: Algoritma untuk
menyeduh kopi.
Penjelasan: Dalam membuat
secangkir kopi, abstraksi digunakan untuk menyederhanakan langkah-langkah
menjadi algoritma yang sistematis, seperti menuangkan kopi, air panas,
mencampur, dan menyajikan
·
Berpikir Algoritma (Algorithms):
Contoh: Menyusun undangan
acara.
Penjelasan: Saat menyusun
undangan acara, berpikir algoritma digunakan untuk menentukan langkah-langkah
yang sistematis, seperti menentukan informasi yang harus disertakan, membuat
daftar tamu, dan mengirim undangan
Dengan
penerapan fondasi CT ini, kita dapat memecahkan masalah kompleks,
mengidentifikasi pola, menyederhanakan langkah-langkah, dan merumuskan
langkah-langkah sistematis dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
RUANG KOLABORASI
Nama/Nomor Induk Mahasiswa:
1. Devy
Anggraini
2. Kartika
Selvi S
3. Niega
Aryani
4. Ratih
Sukmadewi
5. Yulaekah
Hasil diskusi secara umum
Contoh hal atau persoalan zaman sekarang
yang tidak memakai “Komputer”, TIK, dan robot
tapi membutuhkan CT.
1. Memasak
nasi
2. Membuat
jus jambu
3. Belanaja
di supermarket
4. Mengerjakan
PR
5. Mencuci
motor
6. Membuat mie rebus
Penerapan CT dalam kehidupan sehari –
hari
A.
Jawaban
yang tepat
1.
Memasak
nasi
·
Dekomposisi: mempersiapkan langkah
pembuatan nasi dan menyiapkan bahan dan alat yang diperlukan seperti, beras,
air, magiccom.
·
Pengenalan pola: tahapan apa saja yang
perlu dilaksanakan dalam memasak nasi
·
Abstrasi: menentukan banyak beras dan
air yang sesuai
·
Alogaritma: langkah – langkah dalam
memasak nasi yaitu, mencuci beras,mnaruh beras pada panic magiccom, memberi
air secukupnya, masukan panic kedalam magiccom, menyalakan kabel magiccom
kealiran listrik, menekan tombol cook.
2.
Membuat
jus jambu:
·
Dekomposisi: mempersiapkan langkah
pembuatan jus jambu dan menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam
membuat jus jambu
·
Pengenalan pola: memahami proses
pembuatan jus jambu, memotong buah jambu, dimasukan dalam blender dan diberi
air, gula, dan susu, diblender, dan dituang dalam gelas dengan disaring
terlebih dahulu,
·
Abstraksi: menentukan seberapa banyak
jambu, gula, susu dan air.
·
Alogaritma: tahapan pembuatan jus jambu
yaitu, mencuci jambu, mengupas jambu, potong jambu keukuran lebih kecil,
memasukan jambu dalam blender serta gulu, susu dan air secukupnya, blender
jambu hingga halus, saring jus jambu untuk memisahkan dengan bijinya, dan
tuang dalam gelas
3.
Belanja
disupermarket
·
Dekomposisi: menyiapkan list barang yang
akan dibeli
·
Pengenalan pola: memahami proses
berbelanja disupermarket. Menyiapakan alat yang dibutuhkan, keranjang/troli
belanja, list belanjaan
·
Abstraksi: mengidentifikasi barang yang
perlu dibeli dan tidak/belum perlu dibeli. Memilih barang yang primer
terlebih dahulu
·
Alogaritma:tahap berbelanja di
supermarket yaitu, mengambil keranjang/troli belanja, berbelanja sesuai
dengan list belanjaan, mengambil barang dan taruh ditroli, membayar dikasir
4.
Mengerjakan
PR
·
Dekomposisi: mempersiapkan langkah
belajar dalam mengerjakan PR, menyiapkan hal yang dibutuhkan untuk
mengerjakan PR seperti, tugas PR dan alat tulis
·
Pengenalan pola: mengerjakan PR
·
Abstraksi: mengidentifikasi soal yang
mudah dikerjakan terlebih dahulu
·
Alogaritma: tahap mengerjakan PR,
menyiapkan hal yang diperlukan terlebih dahulu, membaca dan memahi soal,
menentukan soal yang akan dikerjakan terlebih dahulu sesuai dengan tingkat
kesulitan soal, mengerjakan soal dengan baik.
5. Mencuci motor:
·
Dekomposisi: Menyiapkan langkah dalam
mencuci motor dan menyiapkan hal yang diperlukan dalam mencuci motor seperti,
motor yang kotor, sabun, air, sikat, dan kain lap
·
Pengenalan pola: mengenali pola proses
mencuci motor
·
Abstraksi: mengidentifikasi bagian motor
yang kotor dan sulit dibersihkan akan di bersihkan terlebih dahulu
·
Alogaritma: tahapan dalam mencuci motor
yaitu, membasuh motor dengan air, mencuci motor dengan sikat dan sabun pada
bagian yang paling kotor dan susah dijangkau terlebih dahulu setelah bersih
mencuci dibagian yang lain, dibilas dengan air bersih, keringkan dengan di
lap.
6.
Membuat
mie rebus
·
Dekomposisi: meentukan langkah dalam
membuat mie rebus dan menyiapkan alat dan bahan membuat mie rebus
·
Pengenalan pola: memahami proses
pembuatan mie rebus
·
Abstraksi: menentukan rasa mie rebus,
dan menentukan air yang sesuai dengan porsi mie rebus
·
Alogaritma: tahapan dalam membuat mie
rebus yaitu, didihkan air dalam panici, masukan mie masak hingga 3 menit,
masukan bumbu kedalam mangkuk, setelah mie matang tuang dalam mangkuk dan
aduk rata.
B.
Jawaban
yang kurang tepat
1.
Membuat
jurnal
·
Dekomposisi: menentukan langkah
mengerjakan PR
·
Pengenalan pola: mengidentifikasi
kendala
·
Abstraksi: tahapan membuat jurnal
·
Alogaritma: membaca jurnal dengan seksama

.png)
.png)

Komentar
Posting Komentar