Portofolio - Topik 1 Aksi Nyata Computational Thinking (Novita Estyawati 23530386)

 



BAB I

PENDAHULUAN

 

Computational Thinking atau yang selanjutnya disingkat dengan CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam memilih solusi yang paling efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi. Agen informasi ini dapat berupa manusia atau komputer (perangkat keras, perangkat lunak atau kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak). Saat ini, CT yang dinyatakan sebagai literasi baru abad ke-21, di Indonesia diimplementasikan dalam Kurikulum Merdeka. Namun, karena CT adalah hal yang termasuk baru di Indonesia, masih terdapat beberapa kesalahan persepsi tentang CT, misalnya menganggap CT itu berpikir seperti komputer atau CT itu identik dengan pemrograman. Karena CT adalah hal baru, dapat dipahami bahwa masih diperlukan waktu, latihan, dan adaptasi dari para pendidik untuk mengimplementasikan CT sebagai literasi. CT perlu diajarkan sesuai usia karena problem yang perlu diselesaikan pun semakin kompleks seiring dengan perkembangan usia. Karena CT adalah literasi, maka CT tidak terbatas pada keterampilan kognitif, melainkan berkaitan dengan sikap dan penghayatan akan proses berpikir ini. Dengan demikian, CT tidak dapat diajarkan secara teoritis, melainkan perlu ditularkan oleh guru kepada para siswanya. Sebelum mengajarkan CT, seorang guru harus menjadi seorang computational thinker terlebih dahulu.

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

T1 - EKSPLORASI KONSEP

 

1.      Manfaat apa sajakah yang Anda peroleh setelah mempelajari CT?

Manfaat yang saya peroleh setelah mempelajari CT adalah saya dapat mengetahui bahwa CT menyediakan langkah problem solving yang efektif, melatih mindset untuk menjadi lebih kreatif, dan pola pikir menjadi lebih logis dan terstruktur. Selan itu, CT juga memiliki empat fondasi yang menjadi landasan pemecahan persoalan yaitu
dekomposisi (decomposition), algoritma (algorithm), pengenalan pola (pattern recognition), dan abstraksi (abstraction). 

 

2.    Menurut Anda, apakah Anda sudah dapat memahami apa itu CT dan 4 fondasi CT? Jelaskan apa itu CT dan 4 fondasi dasarnya berdasarkan pemahaman Anda!

CT adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (solusi) tersebut. Agen pemroses informasi yang dimaksud adalah manusia atau komputer. CT memiliki empat fondasi yang menjadi landasan pemecahan persoalan yaitu dekomposisi (decomposition), algoritma (algorithm), pengenalan pola (pattern recognition), dan abstraksi (abstraction) :

·     Dekomposisi: Dekomposisi adalah pembagian persoalan ke dalam beberapa sub-persoalan yang lebih kecil.

·     Pengenalan pola: Pengenalan pola adalah pengamatan atau analisis terhadap berbagai kesamaan yang ada di antara persoalan-persoalan. Jika seseorang telah berkali-kali menyelesaikan persoalan, diharapkan dapat menemukan pola dari persoalan-persoalan sejenis dan juga pola dari solusi-solusi yang dirancang/diimplementasikan.

·  Abstraksi: Abstraksi adalah proses eliminasi bagian-bagian yang tidak relevan dari suatu persoalan. Dengan abstraksi, dapat dibuat suatu blueprint penyelesaian persoalan yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalanpersoalan sejenis.

·   Algoritma: Algoritma adalah langkah-langkah terurut untuk menyelesaikan suatu persoalan. Algoritma harus disusun dengan jelas, runtut, lengkap, efisien, dan tidak menyalahi batasan-batasan dalam persoalan tersebut.

 

EKSPLORASI KONSEP – LEMBAR KERJA MAHASISWA

 

1.  Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!

1)      Mencuci Pakaian

2)      Memasak Nasi

3)      Membuat Roti Brownis

4)      Menjahit Baju

5)      Memasak Mie Instan

 

2.   Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.

1)      Memasak Nasi

·    Dekomposisi : pada tahap awal memasak nasi, mari kita menyiapkan langkah- langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan beras, air, tempat nasi hingga penanank nasi (rice cooker).

·     Pengenalan pola : penegnalan pola dengan memahami dalam proses memasak nasi dari memasak air dulu, memasak beras hingga menyalakan mesin penanak nasi tersebut.

·   Abstraksi : sebuah pandangan beberapa nasi yang dibutuhkan dalam memasak nasi, masukkan beras di rice cooker beserta air dan nyalakan.

·  Algoritma: sudah memahami polanya dari diatas, masukkan beras secukupnya, air secukupnya hingga nyalakan mesin penanank nasi.

2)      Membuat Roti Brownis

·  Dekomposisi : memecahkan sruktur komponen dasar pembentuk brownies menjadi tepung, telur, gula, mentega, coklat, susu, keju, backing powder, air

·    Pengenalan pola: mengenali pola dan proses pembuatan 1 box kue brownis yang dimulai dari tahap persiapan hingga packing memerlukan waktu 60 menit dengan menggunakan 1 unit oven.

·    Abstarksi: melihat dan mengidentifikasi pola pembeuatan brownis secara umum. Jika dalam 1 jam dengan 1 unit oven diperoleh 1 box brownis maka perlu 100 jam untuk menghasilkan 100 box brownis.

·    Algoritma : mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara step by step, langkah demi langkap, tahapan demi tahapan sehingga orang lain dapat menggunakan langkah/ informasi tersebut untuk menyelesaikan permsalahan yang sama. Misalnya tahapan membuat kue brownis yang palig efektif dan efisien sesuai dengan pola dan abstraksi sebelumnya higga tahap packing, diurutkan secara lengkap, terukur dan kreatif.


T1 - RUANG KOLABORASI

 

Nama/No Kelompok

Kelompok 4

No Induk/Nama Mahasiswa

  1. Afnestya Happy Kharismatika (23530188)
  2. Novita Estyawati (23530386)
  3. Oky Lestari (23530397)
  4. Rosinta Atmasari (23530430)
  5. Tara Sinta Dwi Astuti (23530463)

Hasil Diskusi secara Umum:

Computational Thinking (CT) adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan atau memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (manusia/computer). CT berfokus pada cara berpikir dalam menemukan cara penyelesaian persoalan dalam kehidupan sehari-hari baik dengan bantuan computer maupun tanpa bantuan computer.

Disini kita belajar untuk menyelesaikan persoalan dengan cara yang efektif, efisien, dan optimal. Sehingga berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari dapat diselesaikan dengan Computational Thinking (CT) sebagai contoh kegiatan memasak mie instan, memasak nasi, mencuci pakaian, membuat kue, menjahit baju.

Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “computer” TIK dan robot tapi membutuhkan CT yaitu

  1. Mencuci Pakaian
  2. Memasak Nasi
  3. Membuat Roti Brownis
  4. Menjahit Baju
  5. Memasak Mie Instan

Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari- hari

Jawaban yang sudah tepat

1.    Mencuci Pakaian

  • Dekomposisi akan dilakukan ketika akan menentukan dan mengelompokkan apa saja proses yang akan dilakukan seperti memisahkan pakaian sesuai dengan kegunaannya, menyiapkan ember dan alat cuci, proses mencuci, menjemur dan lainnya
  • Pengenalan pola, akan dilakukan ketika kita kan melihat pakaian yang akan dicuci, ketika memilah pakaiannya kita akan mengetahui jenis pakaian yang menunjukkan bahwa pakaian mana yang layak di cuci atau tidak.Abstraksi dalam mencuci pakaian yaitu kita bias menemukan pakaian mana yang kotor dan kita akan mengidentifikasi pakaian menurut tingkat kekotorannya.

2.   Memasak Nasi

  • Dekomposisi : pada tahap awal memasak nasi, mari kita menyiapkan langkah- langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan beras, air, tempat nasi hingga penanank nasi (rice cooker)
  • Pengenalan pola : penegnalan pola dengan memahami dalam proses memasak nasi dari memasak air dulu, memasak beras hingga menyalakan mesin penanak nasi tersebut
  • Abstraksi : sebuah pandangan beberapa nasi yang dibutuhkan dalam memasak nasi, masukkan beras di rice cooker beserta air dan nyalakan
  • Algoritma: sudah memahami polanya dari diatas, masukkan beras secukupnya, air secukupnya hingga nyalakan mesin penanank nasi

3.   Membuat Roti Brownis

  • Dekomposisi :memecahkan sruktur komponen dasar pembentuk brownies menjadi tepung, telur, gula, mentega, coklat, susu, keju, backing powder, air
  • Pengenalan pola: mengenali pola dan proses pembuatan 1 box kue browniz yang dimulai dari tahap persiapan hingga packing memerlukan waktu 60 menit dengan menggunakan 1 unit oven.
  • Abstarksi: melihat dan mengidentifikasi pola pembeuatan browniz secara umum. Jika dalam 1 jam dengan 1 unit oven diperoleh 1 box browniz maka perlu 100 jam untuk menghasilkan 100 box browniz
  • Algoritma : mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara step by step, langkah demi langkap, tahapan demi tahapan sehingga orang lain dapat menggunakan langkah/ informasi tersebut untuk menyelesaikan permsalahan yang sama. Misalnya tahapan membuat kue browniz yang palig efektif dan efisien sesuai dengan pola dan abstraksi sebelumnya higga tahap packing, diurutkan secara lengkap, terukur dan kreatif

4.   Menjahit Baju

  • Dekomposisi dengan menyiapkan alat dan bahan untuk membuat baju seperti benang, jarum, mesin jahit, gunting, dll.
  • Pengenalan pola yaitu mengukur panjang lengan, lingkar dada, panjang badan sesuai dengan ukuran badan.
  • Abstraksi dengan pembuatan desain dan pola yang akan dibuat sesuai dengan model dan ukuran baju.
  • Algoritma yaitu langkah-langkah yang dilakukan ketika menjahit baju.

5.   Memasak Mie Instan

  • Decomposition :menyiapkan mie, merebus air, menyiapkan alat-alat masak, menyiapkan bumbu
  • Abstraksi :merebusnya jangan terlalu lama, menyiapkan bumbu yang sudah ada
  • Pattern recognition: merebus mie selama 4 menit, menyiapkan telot, memberi bumbu tambahan seperti saos& kecap, tambahkan bumbu lain sesuai selera
  • Algoritma : masak air hingga mendidih, siapkan mie instan yang akan di masak, masukkan mie instan pada air yang sudah mendidih, tunggu hingga mie menjadi lunak, siapkan bumbu mie goring pada piring, angkat mie yang sudah lunak, masukan pada piring yang sudah ada bumbunya tadi, aduk hingga bumbunya merata, tambahkan bawang goring dan telur setengah matang di atas mie, mie goreng siap untuk dihidangkan dan di makan.

Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari- hari

Jawaban yang tidak tepat yaitu tidak ada.


T1 - DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

 

Nama/No Kelompok

Kelompok 4

No Induk/Nama Mahasiswa

  1. Afnestya Happy Kharismatika (23530188)
  2. Novita Estyawati (23530386)
  3. Oky Lestari (23530397)
  4. Rosinta Atmasari (23530430)
  5. Tara Sinta Dwi Astuti (23530463)

Feedback/pertanyaan

Tanggapan/solusi

1.    Mengapa pemecahan masalah adalah keterampilan penting dalam pemikiran komputasional?

Pemecahan masalah adalah keterampilan penting dalam pemikiran komputasional karena mencerminkan inti dari cara kita menggunakan konsep-konsep komputasi untuk mengatasi tantangan dan menemukan solusi. Beberapa alasan mengapa pemecahan masalah menjadi keterampilan kunci dalam pemikiran komputasional meliputi:

  • Pemecahan masalah melibatkan pengembangan dan implementasi algoritma
  • Pemecahan masalah memerlukan analisis yang cermat terhadap situasi atau masalah yang dihadapi
  • Dalam pemikiran komputasional, pemecahan masalah sering melibatkan kreativitas dalam merancang solusi yang efektif dan efisien.

2.    Mengapa algoritma penting dalam CT?

Algoritma memiliki peran sentral dalam Computational Thinking (CT) dan menjadi keterampilan penting karena:

  • Algoritma adalah serangkaian langkah-langkah atau instruksi yang diterapkan secara sistematis untuk menyelesaikan suatu tugas atau masalah
  • Algoritma adalah dasar dari proses pemecahan masalah
  • Algoritma membantu menciptakan solusi yang optimal dan efisien

 

T1 - KONEKSI ANTAR MATERI

 

1.      Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!

Computational Thinking merupakan sebuah kemampuan yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan menerapkan ilmu-ilmu komputasi. Dengan adanya Computational Thinking kita dapat memecahkan masalah dengan cara yang efektif. Kita bisa menganalisis permasalahan melalui tahap-tahap sehingga menemukan solusi yang sesuai dengan permasalahan yang kompleks. Berikut ini contoh-contoh hubungan CT dalam kehidupan sehari-hari yaitu:

1)  Mencuci pakaian yang berwarna putih. Hal ini, membutuhkan CT karena untuk mencuci pakaian yang berwarna putih kita memiliki tantangan tersendiri terkait dengan perlakuan yang akan diberikan dan lakukan. Misalnya, ketika akan mencuci kita menggunakan perlakukan yang salah maka akan berakibat fatal seperti; pakaian menjadi kusut karena terkena warna dari pakaian lain, warna pakaian akan cepat memudar, dan sebagainya.

2)   Memasak. Ketika kita ingin memasak kita juga memerlukan pemikiran CT karena pada saat kita memasak tidak hanya memasukan sayuran kedalam panci melainkan berfikir bagaimana cara memasak yang benar dan tepat sesuai dengan gizi yang seharusnya kita konsumsi. Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini juga memerlukan pemikiran CT karena seorang pendidik harus memikirkan bagaimana cara menyelesaikan permasalahan dengan baik ketika terjadi hambatan atau tantangan pada saat proses pembelajaran berlangsung.

 

2.  Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.

Computational Thinking dapat diterapkan pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah Manusia dengan mengaplikasikan cara mengajar yang beragam. Dengan menggunakan CT peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terkait dengan materi Peredaran Darah Manusia. Berikut ini merupakan contoh penerapan CT dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah Manusia:

1)   Dekomposisi: peserta didik dapat memecahkan permasalahan terkait dengan perbedaan antara sirkulasi peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil.

2)  Mengenali pola: peserta didik dapat memahami pola-pola hubungan antara organ yang berperan dalam sirkulasi peredaran darah manusia.

3)  Abstraksi: peserta didik dapat mengetahui fakta bahwa setiap organ dalam tubuh memiliki keterhubungan yang sama-sama beroperasi untuk menjaga kesehatan dan kestabilan tubuh manusia. Apabila salah satu dari organ tersebut tidak bekerja dengan baik, maka akan menimbulkan beberapa gangguan dan penyakit yang dirasakan oleh manusia.

4)   Algoritma: Mengidentifikasi pengertian dari sirkulasi peredaran darah manusia, menganalisis perbedaan sirkulasi peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil, menganalisis organ-organ yang berperan dalam peredaran darah manusia dan kesimpulan

 

T1 - AKSI NYATA

 

1.     Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?

Melalui pengetahuan baru dari pemahaman tentang CT diharapkan saya mampu mengelola suatu permasalah dengan menguraikannya sesuai pondasi agar dapat terselesaikan dengan baik. Setelah mengikuti perkuliahan CT, saya berharap dapat menerapkan kepada peserta didik sehingga dalam menganalisis suatu permasalah dapat terpecahkan dan terselesaikan dengan menerapkan langkah-langkah cara berpikir dekomposisi, pengenalan pola, abstrak, dan algoritma.

 

2.      Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?

Setelah mempelajari CT saya dapat memahami bahwa CT merupakan cara berpikir untuk menemukan sebuah pemecahan atau solusi dengan cara yang efektif dan optimal. Mengetahuhui dan memahami secara lebih mendalam terkait 4 fondasi landasan pemecahan masalah yaitu dekomposisi, algoritma, pengenalan pola, dan abstraksi yang sangat penting diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembelajaran. Selain itu saya baru mendapat pemahaman baru jika hal-hal atau kegiatan sederhana yang kita lakukan merupakan bentuk penerapan dari CT.

 

3.      Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?

Dengan adanya keberadaan CT dalam kehidupan sangat penting, karena dengan adanya CT dapat memudahkan dalam memahami sesuatu yang sulit menjadi mudah dipahami dan melakukan dengan strategi, menganalisis, mengkonsep masalah dengan yang efektif, efisien, dan optimal. Sehingga sebagai guru akan mudah dalam menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran.

 

4.      Bagaimana perasaan Anda setelahbelajar mengenai CT?

Perasaan saya senang karena dapat belajar dan mendapatkan ilmu yang baru terkait dengan CT. Selain itu saya dapat mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran.

 

5. Apa potensi kendala yang mungkin Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada,tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?

Kendala yang mungkin akan saya alami selama mengikuti kuliah yaitu munculnya istilahistilah baru yang ada pada materi selanjutnya. Materi dalam mata kuliah CT ini sangat baru bagi saya, jadi saya juga harus mempelajarinya dari awal dan memaksimalkan diri untuk menggali lebih dalam tentang semua hal yang berkaitan dengan CT.

 

 

Komentar