BAB I
PENDAHULUAN
Computational
Thinking atau yang selanjutnya disingkat dengan CT adalah proses berpikir dalam
memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam memilih solusi yang paling
efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi. Agen
informasi ini dapat berupa manusia atau komputer (perangkat keras, perangkat
lunak atau kombinasi perangkat keras dan perangkat lunak). Saat ini, CT yang
dinyatakan sebagai literasi baru abad ke-21, di Indonesia diimplementasikan
dalam Kurikulum Merdeka. Namun, karena CT adalah hal yang termasuk baru di
Indonesia, masih terdapat beberapa kesalahan persepsi tentang CT, misalnya
menganggap CT itu berpikir seperti komputer atau CT itu identik dengan
pemrograman. Karena CT adalah hal baru, dapat dipahami bahwa masih diperlukan
waktu, latihan, dan adaptasi dari para pendidik untuk mengimplementasikan CT
sebagai literasi. CT perlu diajarkan sesuai usia karena problem yang perlu
diselesaikan pun semakin kompleks seiring dengan perkembangan usia. Karena CT
adalah literasi, maka CT tidak terbatas pada keterampilan kognitif, melainkan
berkaitan dengan sikap dan penghayatan akan proses berpikir ini. Dengan
demikian, CT tidak dapat diajarkan secara teoritis, melainkan perlu ditularkan
oleh guru kepada para siswanya. Sebelum mengajarkan CT, seorang guru harus
menjadi seorang computational thinker terlebih dahulu.
BAB II
PEMBAHASAN
T1
- EKSPLORASI KONSEP
1.
Manfaat apa
sajakah yang Anda peroleh setelah mempelajari CT?
Manfaat yang saya peroleh setelah mempelajari CT
adalah saya dapat mengetahui bahwa CT menyediakan langkah problem solving yang efektif, melatih mindset untuk menjadi lebih
kreatif, dan pola pikir menjadi lebih logis dan terstruktur. Selan itu, CT juga memiliki empat fondasi yang menjadi
landasan pemecahan persoalan yaitu
dekomposisi (decomposition), algoritma
(algorithm), pengenalan pola (pattern recognition), dan abstraksi
(abstraction).
2. Menurut
Anda, apakah Anda sudah dapat memahami apa itu CT dan 4 fondasi CT? Jelaskan
apa itu CT dan 4 fondasi dasarnya berdasarkan pemahaman Anda!
CT adalah
proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam
menentukan/memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh
agen pemroses informasi (solusi) tersebut. Agen pemroses informasi yang
dimaksud adalah manusia atau komputer. CT memiliki empat fondasi yang menjadi
landasan pemecahan persoalan yaitu dekomposisi (decomposition), algoritma
(algorithm), pengenalan pola (pattern recognition), dan abstraksi (abstraction)
:
· Dekomposisi: Dekomposisi adalah pembagian
persoalan ke dalam beberapa sub-persoalan yang lebih kecil.
· Pengenalan pola: Pengenalan pola adalah
pengamatan atau analisis terhadap berbagai kesamaan yang ada di antara
persoalan-persoalan. Jika seseorang telah berkali-kali menyelesaikan persoalan,
diharapkan dapat menemukan pola dari persoalan-persoalan sejenis dan juga pola
dari solusi-solusi yang dirancang/diimplementasikan.
· Abstraksi: Abstraksi adalah proses eliminasi
bagian-bagian yang tidak relevan dari suatu persoalan. Dengan abstraksi, dapat
dibuat suatu blueprint penyelesaian persoalan yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan persoalanpersoalan sejenis.
· Algoritma: Algoritma adalah langkah-langkah
terurut untuk menyelesaikan suatu persoalan. Algoritma harus disusun dengan
jelas, runtut, lengkap, efisien, dan tidak menyalahi batasan-batasan dalam
persoalan tersebut.
EKSPLORASI KONSEP
– LEMBAR KERJA MAHASISWA
1. Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan
contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh
tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa
menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang
tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!
1)
Mencuci Pakaian
2)
Memasak Nasi
3)
Membuat Roti Brownis
4)
Menjahit Baju
5)
Memasak Mie Instan
2. Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh
penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh
yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.
1)
Memasak Nasi
· Dekomposisi : pada tahap awal memasak nasi, mari
kita menyiapkan langkah- langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan
beras, air, tempat nasi hingga penanank nasi (rice cooker).
· Pengenalan pola : penegnalan pola dengan
memahami dalam proses memasak nasi dari memasak air dulu, memasak beras hingga
menyalakan mesin penanak nasi tersebut.
· Abstraksi : sebuah pandangan beberapa nasi yang
dibutuhkan dalam memasak nasi, masukkan beras di rice cooker beserta air dan
nyalakan.
· Algoritma: sudah memahami polanya dari diatas,
masukkan beras secukupnya, air secukupnya hingga nyalakan mesin penanank nasi.
2)
Membuat Roti Brownis
· Dekomposisi : memecahkan sruktur komponen dasar
pembentuk brownies menjadi tepung, telur, gula, mentega, coklat, susu, keju,
backing powder, air
· Pengenalan pola: mengenali pola dan proses
pembuatan 1 box kue brownis yang dimulai dari tahap persiapan hingga packing
memerlukan waktu 60 menit dengan menggunakan 1 unit oven.
· Abstarksi: melihat dan mengidentifikasi pola
pembeuatan brownis secara umum. Jika dalam 1 jam dengan 1 unit oven diperoleh 1
box brownis maka perlu 100 jam untuk menghasilkan 100 box brownis.
· Algoritma : mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara step by step, langkah demi langkap, tahapan demi tahapan sehingga orang lain dapat menggunakan langkah/ informasi tersebut untuk menyelesaikan permsalahan yang sama. Misalnya tahapan membuat kue brownis yang palig efektif dan efisien sesuai dengan pola dan abstraksi sebelumnya higga tahap packing, diurutkan secara lengkap, terukur dan kreatif.
T1 - RUANG KOLABORASI
|
Nama/No Kelompok |
Kelompok 4 |
|
No Induk/Nama Mahasiswa |
|
|
Hasil Diskusi secara Umum: Computational Thinking (CT) adalah
proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam
menentukan atau memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk
dikerjakan oleh agen pemroses informasi (manusia/computer). CT berfokus pada
cara berpikir dalam menemukan cara penyelesaian persoalan dalam kehidupan
sehari-hari baik dengan bantuan computer maupun tanpa bantuan computer. Disini kita belajar untuk menyelesaikan persoalan dengan cara yang
efektif, efisien, dan optimal. Sehingga berbagai kegiatan dalam kehidupan
sehari-hari dapat diselesaikan dengan Computational Thinking (CT) sebagai
contoh kegiatan memasak mie instan, memasak nasi, mencuci pakaian, membuat
kue, menjahit baju. |
|
|
Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak
memakai “computer” TIK dan robot tapi membutuhkan CT yaitu
|
|
|
Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari- hari Jawaban yang sudah tepat 1. Mencuci Pakaian
2. Memasak Nasi
3. Membuat Roti Brownis
4. Menjahit
Baju
5. Memasak Mie Instan
|
|
|
Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari- hari Jawaban yang tidak tepat yaitu tidak ada. |
|
T1 - DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
|
Nama/No Kelompok |
Kelompok 4 |
|
No Induk/Nama Mahasiswa |
|
|
Feedback/pertanyaan |
Tanggapan/solusi |
|
1. Mengapa pemecahan masalah
adalah keterampilan penting dalam pemikiran komputasional? |
Pemecahan masalah adalah keterampilan penting dalam pemikiran
komputasional karena mencerminkan inti dari cara kita menggunakan
konsep-konsep komputasi untuk mengatasi tantangan dan menemukan solusi.
Beberapa alasan mengapa pemecahan masalah menjadi keterampilan kunci dalam
pemikiran komputasional meliputi:
|
|
2. Mengapa algoritma penting
dalam CT? |
Algoritma memiliki peran sentral
dalam Computational Thinking (CT) dan menjadi keterampilan penting karena:
|
T1 - KONEKSI ANTAR MATERI
1.
Tuliskan contoh-contoh
hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!
Computational
Thinking merupakan sebuah kemampuan yang digunakan untuk memecahkan masalah
dengan menerapkan ilmu-ilmu komputasi. Dengan adanya Computational Thinking
kita dapat memecahkan masalah dengan cara yang efektif. Kita bisa menganalisis
permasalahan melalui tahap-tahap sehingga menemukan solusi yang sesuai dengan
permasalahan yang kompleks. Berikut ini contoh-contoh hubungan CT dalam
kehidupan sehari-hari yaitu:
1) Mencuci
pakaian yang berwarna putih. Hal ini, membutuhkan CT karena untuk mencuci pakaian
yang berwarna putih kita memiliki tantangan tersendiri terkait dengan perlakuan
yang akan diberikan dan lakukan. Misalnya, ketika akan mencuci kita menggunakan
perlakukan yang salah maka akan berakibat fatal seperti; pakaian menjadi kusut
karena terkena warna dari pakaian lain, warna pakaian akan cepat memudar, dan
sebagainya.
2) Memasak.
Ketika kita ingin memasak kita juga memerlukan pemikiran CT karena pada saat
kita memasak tidak hanya memasukan sayuran kedalam panci melainkan berfikir
bagaimana cara memasak yang benar dan tepat sesuai dengan gizi yang seharusnya
kita konsumsi. Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam kegiatan
pembelajaran. Hal ini juga memerlukan pemikiran CT karena seorang pendidik
harus memikirkan bagaimana cara menyelesaikan permasalahan dengan baik ketika
terjadi hambatan atau tantangan pada saat proses pembelajaran berlangsung.
2. Menurut
pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan
baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.
Computational
Thinking dapat diterapkan pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah
Manusia dengan mengaplikasikan cara mengajar yang beragam. Dengan menggunakan CT
peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru melalui
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terkait dengan materi Peredaran Darah
Manusia. Berikut ini merupakan contoh penerapan CT dalam proses pembelajaran
pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah Manusia:
1) Dekomposisi:
peserta didik dapat memecahkan permasalahan terkait dengan perbedaan antara
sirkulasi peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil.
2) Mengenali
pola: peserta didik dapat memahami pola-pola hubungan antara organ yang berperan
dalam sirkulasi peredaran darah manusia.
3) Abstraksi:
peserta didik dapat mengetahui fakta bahwa setiap organ dalam tubuh memiliki keterhubungan
yang sama-sama beroperasi untuk menjaga kesehatan dan kestabilan tubuh manusia.
Apabila salah satu dari organ tersebut tidak bekerja dengan baik, maka akan menimbulkan
beberapa gangguan dan penyakit yang dirasakan oleh manusia.
4) Algoritma:
Mengidentifikasi pengertian dari sirkulasi peredaran darah manusia, menganalisis
perbedaan sirkulasi peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil,
menganalisis organ-organ yang berperan dalam peredaran darah manusia dan kesimpulan
T1 - AKSI NYATA
1. Apa
harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?
Melalui pengetahuan
baru dari pemahaman tentang CT diharapkan saya mampu mengelola suatu permasalah
dengan menguraikannya sesuai pondasi agar dapat terselesaikan dengan baik.
Setelah mengikuti perkuliahan CT, saya berharap dapat menerapkan kepada peserta
didik sehingga dalam menganalisis suatu permasalah dapat terpecahkan dan
terselesaikan dengan menerapkan langkah-langkah cara berpikir dekomposisi,
pengenalan pola, abstrak, dan algoritma.
2.
Pemahaman
baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?
Setelah mempelajari
CT saya dapat memahami bahwa CT merupakan cara berpikir untuk menemukan sebuah
pemecahan atau solusi dengan cara yang efektif dan optimal. Mengetahuhui dan
memahami secara lebih mendalam terkait 4 fondasi landasan pemecahan masalah
yaitu dekomposisi, algoritma, pengenalan pola, dan abstraksi yang sangat
penting diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembelajaran.
Selain itu saya baru mendapat pemahaman baru jika hal-hal atau kegiatan
sederhana yang kita lakukan merupakan bentuk penerapan dari CT.
3.
Bagaimana
pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?
Dengan adanya
keberadaan CT dalam kehidupan sangat penting, karena dengan adanya CT dapat
memudahkan dalam memahami sesuatu yang sulit menjadi mudah dipahami dan
melakukan dengan strategi, menganalisis, mengkonsep masalah dengan yang
efektif, efisien, dan optimal. Sehingga sebagai guru akan mudah dalam
menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran.
4.
Bagaimana
perasaan Anda setelahbelajar mengenai CT?
Perasaan saya senang
karena dapat belajar dan mendapatkan ilmu yang baru terkait dengan CT. Selain
itu saya dapat mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari maupun dalam proses
pembelajaran.
5. Apa potensi
kendala yang mungkin Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada,tindakan
apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?
Kendala yang mungkin
akan saya alami selama mengikuti kuliah yaitu munculnya istilahistilah baru
yang ada pada materi selanjutnya. Materi dalam mata kuliah CT ini sangat baru
bagi saya, jadi saya juga harus mempelajarinya dari awal dan memaksimalkan diri
untuk menggali lebih dalam tentang semua hal yang berkaitan dengan CT.

Komentar
Posting Komentar