SEL.09.2-T1-8a. Unggah Portofolio - Aksi Nyata
Nama : Wahid Rifai
NPM 23530485
Kelas : H – PPG Prajabatan Gel. 1 Tahun 2023
1. Ruang Kolaborasi |
Hasil Diskusi secara umum: Penerapan CT pada persoalan dikehidupan sehari-hari diluar teknologi digital. Fondasi computational thingking terdiri dari empat yaitu algoritma, penerapan pola, dekomposisi, dan abstraksi. Semuanya memiliki cara berpikir dan penyelesaian masalah yang berbeda. Salah satu contohnya yaitu membuat kopi yang termasuk ke dalam aspek algoritma. Hal tersebut karena cara berpikirnya dilihat dari masalah yang kecil lalu di pecahkan menjadi lebih sistematis dan struktur. Contoh pada pondasi lainnya yaitu saat kita berencana untuk mengadakan pesta makan bersama keluarga besar, maka kita akan menggunakan fondasi dekomposisi untuk mewujudkan rencana tersebut, pada saat membuat kue, semakin sering membuat kue maka otak kita semakin terbiasa membuat pola pembuatan kue sehingga hal tersebut akan terjadi proses pada fondasi penerapan pola; dan fondasi abstraksi terjadi pada saat membersihkan kamar tidur. Agar lebih fokus, maka membuat prioritas atau tahapan bersih- bersih. Mulai dari membersihkan barang yang berserakan, menyapu lantai, mengepel, dll. |
Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “Komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT. Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci. Membuat nutrijell Membuat jus mangga Memasak mie instan Menjahit baju Mencuci piring Membersihkan halaman rumah
|
Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari. A. Jawaban yang sudah tepat Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci Dekomposisi: cara mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci. Pengenalan pola: memisahkan antara kemeja, jilbab, dan celana. Abstraksi: memasukkan baju untuk bekerja seperti kemeja. Pemikiran Algoritmik: Memasukan cucian ke dalam mesin cuci. Mencolokkan kabel mesin cuci ke stopkontak. Menekan tombol on lalu klik tombol untuk memulai. Tunggu hingga waktu timer mesin cuci selesai. Angkat cucian dan jemurlah.
Membuat Nutrijell Dekomposisi: cara membuat nutrijel dengan benar. Pengenalan pola: memilih rasa yang akan dibuat misalnya strobery, melon, coklat, dan jeruk. Abstraksi: Memilih nutrijell rasa coklat. Pemikiran Algoritmik : Membeli nutrijell rasa coklat di toko. Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan. Hidupkan kompor. Tuang air kedalam panci lalu dipanaskan. Tuang nutrijell dan gula kedalam panci yang berisi air mendidih. Tunggu hingga 10 menit. Matikan kompor. Tuang nutrijell kedalam wadah yang sudah disiapkan. Tunggu hingga dingin, nutrijell siap disajikan.
Membuat jus manga Dekomposisi: Cara membuat jus mangga yang menyegarkan. Pengenalan pola: memilih mangga yang akan dibuat jus, misalnya mangga arumanis, manalagi, dan matahir majalengka. Abstraksi: memilih mangga arumanis.
|
Pemikiran Alogaritmik:
Siapkan alat dan bahan.
Mencuci mangga dengan air bersih.
Kupas mangga dan potong menjadi bagian kecil-kecil.
Masukkan potongan mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya.
Tancapkan kabel blender ke dalam stopkontak.
Tutup blender hingga rapat.
Tekan tombol on pada blender.
Tunggu sampai halus.
Matikan blender dengan menekan tombol off.
Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap disajikan.
Memasak mie instan
Dekomposisi: cara membuat indomie goreng.
Pengenalan pola: memilih varian rasa indomie yang akan dibuat misalnya indomie soto, indomie goreng, indomie ayam bawang.
Abstraksi: Memilih indomie goreng.
Pemikiran Algoritmik:
Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
Membuka bungkus indomie goreng.
Tuangkan bumbu ke dalam piring.
Tuangkan air kedalam panci.
Nyalakan kompor dan taruh panci berisi air, panaskan hingga mendidih.
Lalu masukan mie ke dalam air mendidih.
Tunggu hingga mie matang.
Matikan kompor.
Tiriskan mie kemudian tuang ke dalam piring.
Campur mie dengan bumbu hingga merata.
Indomie goreng siap disajikan.
Menjahit baju
Dekomposisi: membuat baju tidur.
Pengenalan pola: memilih bahan yang akan digunakan seperti rayon, satin, katun.
Abstraksi: memilih kain katun.
Pemikiran Algoritmik:
Menyiapkan alat dan bahan.
Menggambar pola pada kertas lalu disesuaikan dengan kain kemudian dipotongsesuai dengan ukuran yang ditentukan.
Jahit menggunakan mesin jahit.
Rapikan jahitan.
Cuci terlebih dahulu baju yang sudah jadi, kemudian di setrika.
Baju tidur siap dipakai.
A. Jawaban yang kurang tepat
Mencuci piring
Membersihkan halaman rumah
2. Feedback yang diberikan kelompok lain pada saat Demonstrasi Kontekstual. |
Feedback/pertanyaan | Tanggapan/solusi |
1. Sebutkan salah satu fondasi CT decompotiton (pemecahan masalah) dalam kehidupan sehari-hari? | Decomposition (Pemecahan Masalah) Contoh: Memasak Makanan Jelaskan: Ketika memasak, pemecahan masalah melibatkan langkah-langkah terperinci, seperti memecah resep menjadi tugas-tugas kecil, mengidentifikasi bahan-bahan, menentukan urutan langkah-langkah, dan menyesuaikan waktu memasak. Decomposition membantu mengatasi kompleksitas proses memasak dan memastikan keberhasilan setiap langkah. |
2. Fondasi computational thingking terdiri dari apa saja ? | Algoritma, penerapan pola, dekomposisi, dan abstraksi. |
3. Apa keuntungan dari Computational Thinking? | Keuntungan computational thinking selanjutnya adalah dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang dalam menganalisis data dan informasi secara sistematis. |
4. Apa itu Computational thinking ? | Computational thinking adalah cara berpikir untuk menyelesaikan masalah (problem solving) dengan cara menguraikannya menjadi beberapa tahapan yang efektif, efisien, dan menyeluruh, meliputi: decomposition, pattern recognition, abstraction, algorithms yang merupakan beberapa konsep dasar ilmu komputer. |
5. Apakah CT dapat diterapkan sejalan dengan kurikulum pendidikan saat ini, yaitu kurikulum merdeka? | Mengutip dari Keputusan Kepala BSKAP No. 008/H/KR/2022 Tentang Capaian Pembelajaran Pada PAUD, Jenjang Pendidikan Dasar Dan Jenjang Pendidikan Menengah Pada Kurikulum Merdeka bahwa berpikir komputasional yaitu terampil menciptakan solusi-solusi untuk menyelesaikan persoalan- persoalan secara sistematis, kritis, analitis, dan kreatif dengan harapan Mengasah keterampilan problem solving yang efektif, efisien, dan optimal sebagai landasan untuk menghasilkan solusi dengan menerapkan penalaran kritis, kreatif dan mandiri pada siswa jenjang sekolah dasar. Berdasarkan konsepnya, pemikiran komputasional atau Computational Thinking memiliki empat tahap utama, antara lain: Dekomposisi, yaitu memecah masalah kompleks menjadi beberapa bagian kecil dan sederhana. Sehingga, kita bisa menemukan masalah yang terjadi dengan menyelesaikannya satu persatu. Pengenalan pola akan membantu kamu dalam memecahkan masalah. Nah, pada tahap ini, kita mencari pola atau persamaan tertentu dalam sebuah masalah. Beberapa hal yang dilakukan pada tahap |
| abstraksi antara lain, melihat permasalahan, melakukan generalisasi, dan melakukan identifikasi informasi. Dengan cara ini, kita dapat melihat informasi penting dan mengabaikan informasi yang kurang relevan. Ini adalah tahapan saat kita mengembangkan sistem, membuat daftar petunjuk dan langkah- langkah pemecahan masalah secara efektif dan efisien. Jadi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPAS di jenjang Sekolah Dasar akan mengintegrasikan computational thinking baik pada materi nya ataupun pada proses pembelajarnnya dengan tujuan untuk mengasah kemampuan peserta didik dalam mengekspresikan kemampuan berpikir secara terstruktur dan pemahaman aspek sintaksis maupun semantik dalam Bahasa, membentuk kebiasaan peserta didik untuk berpikir logis dalam Matematika, serta kemampuan menganalisis dan menginterpretasi data dalam Sains (IPAS) Dan dengan hal tersebut diharapkan siswa maupun siswi pada jenjang sekolah dasar dapat mengetahui, memahami dan mengaplikasikan cara berfikir computasioanl untuk menyelesaikan masalah pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan IPAS dan terlatih untuk mengaplikasikannya juga dalam kehidupan sehari hari saat menemui suatu persoalan ataupun ketika ingin melakukan suatu hal agar permasalahan dan hal yang akan dilakukan tersebut bisa diselesaikan dan dicapai secara efektif, efisien dan Optimal. |
Aksi Nyata
Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini ?
Saya berharap dalam mengikuti mata kuliah CT (Computational Thinking) bahwa saya dapat menerapkan CT pada peserta didik, sehingga peserta didik memiliki kemampuan berpikir untuk memecahkan masalah dan menciptakan solusi sesuai dengan capaian pembelajaran yang diharapkan pada fase E dan F, khususnya pada mata pelajaran Biologi tingkat SMA melalui Kurikulum Merdeka.
Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT ? Pemahaman baru yang peroleh yakni sehubungan dengan latar belakang saya yang memiliki minat dan mempelajari konsep bioinformatika, saya memiliki pemahaman baru bahwa cara kerja informatika maupun komputasi dapat diterapkan dalam proses berpikir yaitu konsep CT (Computational Thinking), khususnya untuk memecahkan suatu permasalahan di kehidupan sehari-hari.
Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda ? CT (Computational Thinking) merupakan kemampuan cara berpikir seseorang dalam memecahkan suatu permasalahan menggunakan agen pemroses informasi, seperti manusia atau komputer, sehingga menghasilkan solusi yang efektif, efisien dan optimal. Secara tidak langsung, CT telah diterapkan pada berbagai kegiatan sehari-hari yang sederhana untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Contoh penerapan CT dalam kehidupan adalah sebagai berikut,
Permasalahan : Charger laptop yang tidak berfungsi dan tidak dapat melakukan pengisian daya pada laptop.
Penerapan CT melalui 4 fondasi :
Dekomposisi = kepala charger tidak terhubung pada stop kontak, USB tidak terhubung pada adaptor charger laptop, kabel charger tidak terpasang dengan baik, komponen charger mengalami kerusakan
Pengenalan pola = pengalaman charger mengalami kerusakan karena kepala charger tidak terhubung pada stop kontak
Abstraksi = timbulnya percikan cahaya saat kepala charger dihubungkan pada stop kontak maupun adaptor charger laptop
Algoritma = hubungkan kepala cahrger pada stop kontak, hubungkan USB pada adaptor charger laptop, periksa kabel charger terpasang dengan baik
Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT ?
Saya sangat antusias mempelajari CT karena materi ini sesuai dengan minat dan tujuan saya untuk memperkenalkan cara berpikir CT sekaligus menerapkan bioinformatika kepada peserta didik, yang harapannya peserta didik dapat menjadi pribadi yang kreatifuntuk memecahkan berbagai permasalahan secara efektif, efisien dan optimal dilingkup masyarakat secara umum.
Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya
?
Potensi kendala yang mungkin dialami adalah penerapan CT dalam proses pembelajaran yang tidak berjalan sesuai dengan harapan, sehingga perlu tindakan antisipasi untuk meminimalisir kemungkinan-kemungkinan tersebut melalui berbagai perencanaan pada rancangan pembelajaran.
Komentar
Posting Komentar