Rosinta Atmasari_23530430_Computational Thinking_Topik 1

PORTOFOLIO

COMPUTATIONAL THINKING




disusun oleh:

ROSINTA ATMASARI

23530430


PENDIDIKAN PROFESI GURU

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

2024



BAB I

PENDAHULUAN

Computational Thinking (CT) adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran. CT berperan penting dalam pengembangan aplikasi komputer, namun CT dapat juga digunakan untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika, dan ilmu pengetahuan. CT melatih otak untuk terbiasa berfikir secara logis, terstruktur dan kreatif. Konsep dan proses komputasi memiliki daya tarik yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan cepat, memerlukan sedikit sumber daya manusia, waktu, maupun ruang penyimpanan fisik dan digital. Jawaban yang dihasilkan merupakan jawaban yang tepat dan akurat. Konsep CT bersifat abstrak sehingga ditemukan kesulitan dalam penyampaian materi pembelajaran. Kemungkinan terjadinya kesalahpahaman akibat perbedaan daya imajinasi atau pemahaman.

Berpikir komputasi merupakan sebuah konsep atau cara untuk mengamati masalah dan mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan menerapkan teknologi ilmu komputer. Dengan menggunakan cara berpikir komputasi, seseorang akan mampu mengamati masalah, memecahkan masalah hingga bisa melakukan pengembangkan solusi dari pemecahan masalah. Pada dasarnya, berpikir komputasi memang mengadaptasi sebuah pemikiran atau cara kerja yang berasal dari komputer. Akan tetapi, dalam berpikir komputasi tidak harus menggunakan computer.

Kemampuan dalam memecahkan masalah ini dapat dikembangkan di berbagai bidang kehidupan, tidak hanya di bidang studi yang berkaitan dengan teknologi informasi. Kemampuan komputer yang diterapkan untuk memahami konten bidang matematika disebut sebagai berpikir komputasi dalam matematika. Berpikir komputasi matematika dibutuhkan sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari- hari. Kemampuan ini perlu dimiliki dan dikembangkan oleh siswa disekolah melalui kurikulum pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan mensistemasikan masalah dan penyelesaiannya. Cara menerapkan kemampuan berpikir komputasi (computational thinking) adalah dengan memahami masalah, mengumpulkan semua data, diikuti dengan pencarian solusi terhadap masalah.

Berpikir komputasi dapat memudahkan peserta didik memperoleh keputusan dan penyelesaian berbagai masalah matematika. Hal ini berdasarkan atas keyakinan bahwa kemampuan berpikir komputasi adalah sebuah kemampuan berpikir untuk menyelesaikan suatu permasalahan secara menyeluruh, logis, dan teratur. Berpikir komputasi adalah teknik memecahkan masalah yang sangat luas wilayah penerapannya. Berpikir komputasi juga untuk menyelesaikan berbagai masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berpikir komputasi meliputi empat hal, yaitu: 1) Dekomposisi, 2) Pengenalan pola, 3) Abstraksi, 4) Algoritma.


BAB II

PEMAHAMAN COMPUTATIONAL THINKING

A. EKSPLORASI KONSEP

Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!

Saat ini, meskipun teknologi komputer, TIK, dan robot telah meresap ke berbagai aspek kehidupan, masih ada banyak situasi di mana penerapan pemikiran komputasional (CT) menjadi penting tanpa ketergantungan pada perangkat keras. Contohnya, dalam pengambilan keputusan kompleks, pemecahan masalah, dan analisis data, CT dapat diterapkan tanpa menggunakan komputer secara langsung. Misalnya, dalam merencanakan rute perjalanan, mengatur jadwal, atau memecahkan masalah logika, CT tetap diperlukan meskipun tanpa keterlibatan langsung komputer, TIK, atau robot.Dengan demikian, CT tetap relevan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, bahkan ketika tidak melibatkan perangkat keras khusus. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan untuk berpikir secara komputasional memiliki nilai yang universal dan dapat diterapkan di berbagai konteks, tidak hanya terbatas pada penggunaan komputer, TIK, atau robot.

Contoh penerapan kegiatan yang tidak memakai "komputer", TIK, dan robot tapi membutuhkan CT adalah sebagai berikut:

1.    Dalam pembelajaran IPA, siswa dapat diajak untuk melakukan pengamatan terhadap tumbuhan dan mencatat hasil pengamatan dengan membuat tabel. Hal ini melibatkan kemampuan Decomposition dalam CT untuk memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.

2.    Dalam memasak mie instan, seseorang dapat menggunakan kemampuan Abstraction dalam CT untuk memecahkan masalah menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana.

3.    Dalam meningkatkan kebugaran jasmani, seseorang dapat menggunakan kemampuan Algorithmic Thinking dalam CT untuk merancang program latihan yang efektif dan terstruktur. 

Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.

Fondasi CT (Critical Thinking) memiliki beberapa penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dalam mengambil keputusan. Ketika seseorang dihadapkan pada berbagai pilihan, kemampuan CT membantu dalam menganalisis informasi, mempertimbangkan konsekuensi, dan memilih opsi yang paling rasional. Contoh lainnya adalah dalam memahami berita. Dengan CT, seseorang dapat mengevaluasi kebenaran dan keandalan informasi yang diterima sebelum mempercayainya atau menyebarkannya.

Sumber:

Halpern, D. F. (1998). Teaching critical thinking for transfer across domains: Dispositions, skills, structure training, and metacognitive monitoring. American Psychologist, 53(4), 449–455.

Facione, P. A. (2015). Critical Thinking: What It Is and Why It Counts. Insight Assessment.

Fondasi CT (Critical Thinking) dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, seperti dalam pengambilan keputusan, penyelesaian masalah, dan analisis informasi. Berikut adalah contoh penerapannya:

Pengambilan Keputusan

Contoh: Ketika memilih antara dua pekerjaan, menggunakan CT membantu dalam menganalisis manfaat dan konsekuensi dari setiap pilihan. Hal ini melibatkan evaluasi rasional dan pemikiran kritis untuk membuat keputusan yang terinformasi.

Penyelesaian Masalah

Contoh: Saat menghadapi masalah kompleks, CT memungkinkan seseorang untuk memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, menganalisis setiap bagian, dan mencari solusi yang masuk akal berdasarkan informasi yang ada.

Analisis Informasi

Contoh: Ketika membaca berita, penerapan CT melibatkan memeriksa keabsahan sumber, mempertanyakan asumsi yang mendasarinya, dan mengevaluasi bukti yang disajikan sebelum sampai pada kesimpulan.

Dengan menerapkan fondasi CT dalam situasi-situasi seperti ini, seseorang dapat mengembangkan kemampuan untuk berpikir secara kritis dan membuat keputusan yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.


B. RUANG KOLABORASI

Nama/No Kelompok

Kelompok 4

No Induk/Nama Mahasiswa

Afnestya Happy Kharismatika (23530188)

Novita Estyawati (23530386)

Oky Lestari (23530397)

Rosinta Atmasari (23530430) Tara Sinta Dwi Astuti (23530463)

Hasil Diskusi secara Umum:

Computational Thinking (CT) adalah proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan atau memilih solusi yang efektif, efisien, optimal untuk dikerjakan oleh agen pemroses informasi (manusia/computer). CT berfokus pada cara berpikir dalam menemukan cara penyelesaian persoalan dalam kehidupan sehari-hari baik dengan bantuan computer maupun tanpa bantuan computer.

Disini kita belajar untuk menyelesaikan persoalan dengan cara yang efektif, efisien, dan optimal. Sehingga berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari dapat diselesaikan dengan Computational Thinking (CT) sebagai contoh kegiatan memasak mie instan, memasak nasi, mencuci pakaian, membuat kue, menjahit baju.

Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “computer” TIK dan

robot tapi membutuhkan CT yaitu

1.  Mencuci Pakaian

2.  Memasak Nasi

3.  Membuat Roti Brownis

4.  Menjahit Baju

5.  Memasak Mie Instan

Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari- hari

Jawaban yang sudah tepat

1.        Mencuci Pakaian

•          Dekomposisi akan dilakukan ketika akan menentukan dan mengelompokkan apa saja proses yang akan dilakukan seperti memisahkan pakaian sesuai dengan kegunaannya, menyiapkan ember dan alat cuci, proses mencuci, menjemur dan lainnya

•          Pengenalan pola, akan dilakukan ketika kita kan melihat pakaian yang akan dicuci,

ketika memilah pakaiannya kita akan mengetahui jenis pakaian yang menunjukk an bahwa pakaian mana yang layak di cuci atau tidak.

 

C. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

Nama/No Kelompok

Kelompok 4

No Induk/Nama Mahasiswa

Afnestya Happy Kharismatika (23530188) Novita Estyawati (23530386)

Oky Lestari (23530397)

Rosinta Atmasari (23530430)

Tara Sinta Dwi Astuti (23530463)

Feedback/pertanyaan

Tanggapan/solusi

1. Mengapa pemecahan masalah adalah keterampilan penting dalam pemikiran komputasional?

Pemecahan masalah adalah keterampilan penting dalam pemikiran komputasional karena mencerminkan inti dari cara kita menggunakan konsep-konsep komputasi untuk mengatasi tantangan dan menemukan solusi. Beberapa alasan mengapa pemecahan masalah menjadi keterampilan kunci dalam pemikiran komputasional meliputi:

·         Pemecahan masalah melibatkan pengembangan dan implementasi algoritma

·         Pemecahan masalah memerlukan analisis yang cermat terhadap situasi atau masalah yang dihadapi

·         Dalam pemikiran komputasional, pemecahan masalah sering melibatkan kreativitas dalam merancang solusi yang

efektif dan efisien.

2. Mengapa algoritma penting dalam CT?

Algoritma memiliki peran sentral dalam Computational Thinking (CT) dan menjadi keterampilan penting karena:

·         Algoritma adalah serangkaian langkah- langkah atau instruksi yang diterapkan secara sistematis untuk menyelesaikan

suatu tugas atau masalah


 

·         Algoritma    adalah   dasar    dari   proses pemecahan masalah

·         Algoritma membantu menciptakan solusi

yang optimal dan efisien

 


•        
Abstraksi dalam mencuci pakaian yaitu kita bias menemukan pakaian mana yang kotor dan kita akan mengidentifikasi pakaian menurut tingkat kekotorannya.

 

2.        Memasak Nasi

•         Dekomposisi : pada tahap awal memasak nasi, mari kita menyiapkan langkah- langkah untuk memecahkan masalah dengan menyiapkan beras, air, tempat nasi hingga penanank nasi (rice cooker)

•         Pengenalan pola : penegnalan pola dengan memahami dalam proses memasak nasi dari memasak air dulu, memasak beras hingga menyalakan mesin penanak nasi tersebut

•         Abstraksi : sebuah pandangan beberapa nasi yang dibutuhkan dalam memasak nasi, masukkan beras di rice cooker beserta air dan nyalakan

•         Algoritma: sudah memahami polanya dari diatas, masukkan beras secukupnya, air secukupnya hingga nyalakan mesin penanank nasi

 

3.        Membuat Roti Brownis

•         Dekomposisi :memecahkan sruktur komponen dasar pembentuk brownies menjadi tepung, telur, gula, mentega, coklat, susu, keju, backing powder, air

•         Pengenalan pola: mengenali pola dan proses pembuatan 1 box kue browniz yang dimulai dari tahap persiapan hingga packing memerlukan waktu 60 menit dengan menggunakan 1 unit oven.

•         Abstarksi: melihat dan mengidentifikasi pola pembeuatan browniz secara umum. Jika dalam 1 jam dengan 1 unit oven diperoleh 1 box browniz maka perlu 100 jam untuk menghasilkan 100 box browniz

•         Algoritma : mengembangkan petunjuk pemecahan masalah yang sama secara step by step, langkah demi langkap, tahapan demi tahapan sehingga orang lain dapat menggunakan langkah/ informasi tersebut untuk menyelesaikan permsalahan yang sama. Misalnya tahapan membuat kue browniz yang palig efektif dan efisien sesuai dengan pola dan abstraksi sebelumnya higga tahap packing, diurutkan secara lengkap, terukur dan kreatif


4.        Menjahit Baju

•          Dekomposisi dengan menyiapkan alat dan bahan untuk membuat baju seperti benang, jarum, mesin jahit, gunting, dll.

•          Pengenalan pola yaitu mengukur panjang lengan, lingkar dada, panjang badan sesuai dengan ukuran badan.

•          Abstraksi dengan pembuatan desain dan pola yang akan dibuat sesuai dengan model dan ukuran baju.

•          Algoritma yaitu langkah-langkah yang dilakukan ketika menjahit baju.

 

 

5.        Memasak Mie Instan

•          Decomposition :menyiapkan mie, merebus air, menyiapkan alat-alat masak, menyiapkan bumbu

•          Abstraksi :merebusnya jangan terlalu lama, menyiapkan bumbu yang sudah ada

•          Pattern recognition: merebus mie selama 4 menit, menyiapkan telot, memberi bumbu tambahan seperti saos& kecap, tambahkan bumbu lain sesuai selera

•          Algoritma : masak air hingga mendidih, siapkan mie instan yang akan di masak, masukkan mie instan pada air yang sudah mendidih, tunggu hingga mie menjadi lunak, siapkan bumbu mie goring pada piring, angkat mie yang sudah lunak, masukan pada piring yang sudah ada bumbunya tadi, aduk hingga bumbunya merata, tambahkan bawang goring dan telur setengah matang di atas mie, mie goreng siap untuk dihidangkan dan di makan.

Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari- hari

Jawaban yang tidak tepat yaitu tidak ada.

 

 

D. KONEKSI ANTAR MATERI 

Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!

Computational Thinking (CT) adalah kemampuan memecahkan masalah dengan menerapkan konsep ilmu komputer. CT dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh penerapan CT dalam kehidupan sehari-hari:

1.    Membuat prediksi cuaca dengan mengamati pola alam di sekitar kita

2.    Mencuci pakaian memerlukan CT karena mencuci pakaian berwarna putih memiliki tantangan tersendiri seperti menghindari kerutan atau lunturnya warna

3.    Memasak, yang mengharuskan CT memikirkan cara memasak makanan dengan benar dan menyediakan nutrisi yang diperlukan

4.    Meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, hal ini memerlukan CT karena guru perlu memikirkan bagaimana cara mengatasi masalah ini

5.    Mengirim undangan digital ke suatu acara, yang mengharuskan CT untuk menentukan daftar tamu, tanggal, waktu, dan lokasi, serta memilih desain undangan yang sesuai

6.    Pembuatan nasi goreng membutuhkan CT untuk menyiapkan bahan dan peralatan, memasak nasi, dan mencampurkan bahan

7.    Pemecahan masalah matematika, yang memerlukan CT untuk menguraikan masalah, mengenali pola, dan membuat algoritma untuk menyelesaikannya.

8.    CT juga dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran di kelas. Guru dapat mengintegrasikan CT ke dalam metode pengajaran, pertanyaan, atau aktivitas lain di kelas. CT dapat diterapkan pada mata pelajaran apa pun asalkan guru memahami materi pelajaran, CT, dan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa

 

Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.

Computational Thinking (CT) dapat dilakukan pada berbagai mata pelajaran. Contohnya, CT dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika, ilmu pengetahuan alam, bahasa Indonesia, dan sebagainya. Penerapan CT dapat meliputi metode pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lain di dalam kelas. Hal ini dapat dilakukan melalui dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma dalam merancang pembelajaran. Oleh karena itu, CT dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan keterampilan analitis dan pemecahan masalah siswa di berbagai mata pelajaran.

Penerapan Computational Thinking (CT) dapat dilakukan dalam berbagai aspek pembelajaran di kelas, termasuk metode pengajaran, soal-soal, dan aktivitas lainnya. Contoh penerapan CT dalam kehidupan sehari-hari meliputi ramalan cuaca berdasarkan pola alam, mencuci pakaian putih, dan memasak. Selain itu, CT juga dapat diterapkan dalam mata pelajaran ekonomi, matematika, dan bidang lainnya dengan cara seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Penerapan CT memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan berpikir komputasional, yang penting dalam dunia usaha dan industri.

 

E. AKSI NYATA

Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?

Dalam mengikuti mata kuliah Computational Thinking (CT), harapan saya adalah dapat memahami pola pikir Computational Thinking (CT) dan mampu mengaplikasikannya dalam memecahkan berbagai masalah. Saya juga berharap dapat memperoleh pemahaman baru tentang proses penyelesaian masalah dan merasa tertarik untuk lebih menggali pola pikir Computational Thinking (CT). Pentingnya mengajarkan Computational Thinking (CT) di sekolah juga terkait dengan penguasaan kecakapan berpikir komputasi sebagai teknik pemecahan masalah yang luas dan relevan dalam berbagai aspek kehidupan.

 

Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?

Setelah mempelajari Computational Thinking (CT), pemahaman baru yang dapat diperoleh termasuk kemampuan untuk menganalisis masalah kompleks, memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil, dan mengembangkan solusi yang efektif. Computational thinking (CT) juga melatih pola pikir untuk berpikir secara logis, kreatif, dan terstruktur, serta memungkinkan generalisasi penyelesaian untuk berbagai masalah berbeda. Kemampuan ini penting dalam mengasah keterampilan problem solving dan dianggap sebagai salah satu keahlian vital di era digital dan industri 4.0.

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?

Computational Thinking (CT) adalah metode pemecahan masalah yang melibatkan pemecahan masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Ini adalah keterampilan penting di dunia yang didorong oleh teknologi saat ini, karena membantu individu menghadapi tantangan dengan cara yang terstruktur dan logis. Penerapan Computational Thinking (CT) dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari semakin dikenal. Dalam konteks Indonesia, terdapat peningkatan penekanan pada pengintegrasian Computational Thinking (CT) ke dalam kurikulum sekolah untuk mempersiapkan siswa menghadapi pasar kerja yang terus berkembang dan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mereka. Empat dasar CT, yang meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan desain algoritma, sangat penting untuk mengembangkan pemikiran logis dan keterampilan pemecahan masalah yang kreatif.. Pentingnya CT tidak terbatas pada ilmu komputer namun meluas ke berbagai aspek kehidupan, termasuk humaniora, matematika, dan pemecahan masalah sehari-hari.. Secara keseluruhan, kehadiran CT dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari dianggap sebagai aset berharga yang membekali individu dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkembang dalam masyarakat yang didorong oleh teknologi.

 

Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?

Computational Thinking (CT) adalah pendekatan pemecahan masalah yang melibatkan pemecahan masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola, mengidentifikasi pola dan hubungan, mengembangkan algoritma untuk memecahkan masalah, serta menguji dan menyempurnakan solusi. Ini adalah keterampilan yang penting untuk dimiliki di era digital saat ini, dan penguasaannya dapat membantu individu menjadi pemecah masalah dan pemikir kritis yang lebih baik.

 

Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?

Selama mengikuti kuliah Computational Thinking (CT), beberapa kendala yang mungkin akan dihadapi adalah kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang abstrak, kesulitan dalam memecahkan masalah yang kompleks, dan kesulitan dalam menerapkan konsep-konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengantisipasi kendala tersebut, beberapa tindakan yang dapat dilakukan adalah memperdalam pemahaman konsep-konsep dengan membaca referensi tambahan, berlatih memecahkan masalah secara teratur, dan mencoba menerapkan konsep-konsep tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


Komentar