1. Sampai
saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan
sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat
diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskan hal atau
persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi
membutuhkan CT!
JAWAB :
Dalam kehidupan
sehari-hari beberapa kegiatan yang dapat di selesaikan dengan menggunakan CT.
Misalnya, dalam kehidupan sehari-hari kita pasti melaksanakan kegiatan mencuci
baju. Dalam membuat bubur nasi ada beberapa tahapan yang dilakukan. Sehingga
proses membuat bubur nasi tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan konsep
CT.
2. Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.
JAWAB :
Contoh persoalan zaman
sekarang yang tidak memakai “computer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT :
a) Dekomposisi
(Decomposition) adalah memecahkan masalah menjadi
bagian-bagian yang lebih kecil. Pada dekomposisi proses memasak nasi kita dapat
menyiapkan terlebih dahulu beras, air, dan rice cooker/magic com.
b) Pengenalan
Pola (Pattern Recognition) adalah pengenalan pola. Langkah
selanjutnya yaitu pengenalan pola yang ingin digunakan dalam memasak nasi. Kita
harus mengenali pola yang akan dilakukan untuk memasak nasi, seperti harus
memasak air terlebih dahulu baru memasak beras atau menyalakan rice
cooker/magic com.
c) Abstraksi
(Abstraction): Selanjutnya, adalah kita harus menentukan
seperti berapa banyak beras yang akan kita masak untuk makan nanti.
d) Algoritma
(Algorithm): Langkah terakhir dalam proses memasak
nasi menerapkan pola computational thinking adalah algorithmic. Yaitu
pertama-tama masukkan beras sesuai yang dibutuhkan, kemudian masukkan air
sesuai dengan ukuran dan banyaknya beras yag akan dimasak lalu kemudian
menyalakan rice cooker, dan tunggu hingga beras tersebut berubah menjadi nasi.
B. RUANG KOLABORASI
|
Nama/No.
Kelompok: |
Ashafira Eka Putri / Kelompok 2 |
|
No.
Induk / Nama Mahasiswa : |
1.
23530221/Annisa
Yunita Dwi Amalia 2.
23530232/Ashafira
Eka Putri 3.
23530320/Inayati 4.
23530353/Maulida
Ulfa Ratnaningsih 5.
23530474/Umi
Susanti |
|
Hasil Diskusi secara umum : Computational Thinking merupakan proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi untuk menentukan solusi yang efektif dan efisien serta optimal untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.Terdapat empat prestasi atau tahapan pemikiran komputasi, yaitu: 1) dekomposisi; 2) pengenalan pola; 3) abstraksi; dan 4) algoritma. |
|
|
Contoh hal atau persoalan zaman sekarang
yang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT. 1.
Memasak
nasi goreng 2.
Membuat Nutrijell 3.
Mencuci pakaian putih 4.
Membuat jus mangga 5. Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci 6. Merawat/ memelihara rumah |
|
|
Penerapan fondasi CT
dalam kehidupan sehari-hari. A.
Jawaban
yang sudah tepat 1.
Mencuci baju dengan
menggunakan mesin cuci a.
Dekomposisi: cara
mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci. b.
Pengenalan pola:
memisahkan antara kemeja, jilbab, dan celana. c.
Abstraksi: memasukkan
baju untuk bekerja seperti kemeja. d.
Pemikiran Algoritmik: 1)
Memasukan cucian ke
dalam mesin cuci. 2)
Mencolokkan kabel
mesin cuci ke stopkontak. 3)
Menekan tombol on lalu
klik tombol untuk memulai. 4)
Tunggu hingga waktu
timer mesin cuci selesai. 5)
Angkat cucian dan
jemurlah. 2.
Membuat Nutrijell a.
Dekomposisi: cara
membuat nutrijel dengan benar. b.
Pengenalan pola:
memilih rasa yang akan dibuat misalnya strobery, melon, coklat,dan jeruk. c.
Abstraksi: Memilih
nutrijell rasa coklat. d.
Pemikiran Algoritmik : 1)
Membeli nutrijell rasa
coklat di toko. 2)
Menyiapkan alat dan
bahan yang digunakan. 3)
Hidupkan kompor. 4)
Tuang air kedalam
panci lalu dipanaskan. 5)
Tuang nutrijell dan
gula kedalam panci yang berisi air mendidih. 6)
Tunggu hingga 10
menit. 7)
Matikan kompor. 8)
Tuang nutrijell
kedalam wadah yang sudah disiapkan. 9)
Tunggu hingga dingin,
nutrijell siap disajikan. 3.
Membuat jus manga a.
Dekomposisi: Cara
membuat jus mangga yang menyegarkan. b.
Pengenalan pola:
memilih mangga yang akan dibuat jus, misalnya manggaaromanis, manalagi, dan
matahir majalengka. c.
Abstraksi: memilih
mangga aromanis. d.
Pemikiran Alogaritmik: 1)
Siapkan alat dan
bahan. 2)
Mencuci mangga dengan
air bersih. 3)
Kupas mangga dan
potong menjadi bagian kecil-kecil. 4)
Masukkan potongan
mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya. 5)
Tancapkan kabel
blender ke dalam stopkontak. 6)
Tutup blender hingga
rapat. 7)
Tekan tombol on pada
blender. 8)
Tunggu sampai halus. 9)
Matikan blender dengan
menekan tombol off. 10) Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap
disajikan. |
|
|
B.
Jawaban
yang kurang tepat 1.
Dekomposisi: tentukan
langkah-langkah cara mencuci pakaian putih 2.
Pengenalan
pola: panduan merawat/ memelihara rumah 3. Abstraksi: memilih bahan untuk bahan
pembuatan artikel 4. Algoritma: mengidentifikasi persoalan yang
dihadapi dalam pembuatan nasi goreng |
|
C. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
|
Nama/No Kelompok |
Ashafira Eka Putri / Kelompok 2 |
|
No. Induk/Nama Mahasiswa |
1.
23530221/Annisa
Yunita Dwi Amalia 2.
23530232/Ashafira Eka Putri 3.
23530320/Inayati 4. 23530353/Maulida Ulfa
Ratnaningsih 5. 23530474/Umi Susanti |
|
Feedback/Pertanyaan |
Tanggapan/solusi |
|
1.
Apakah Computational Thinking dapat memecahkan permasalahan yang dialami siswa sekolah dasar? |
Bisa. karena CT merupakan strategi untuk memecahkan permasalahan. solusi. CT
berfokus pada cara berpikir dalam
menemukan cara menyelaisaikan persoalan melalui beberapa pemikiran komputasi, yaitu dekomposisi,pengenalan pola,
abstraksi dan, algoritma sehingga dapat membantu
memecahkan permasalahan siswa
sekolah dasar. |
|
2.
Bagaimana tahapan dekomposisi dalam membuat jus
mangga sesuai contoh yang anda jelaskan? |
1.
Siapkan alat dan bahan. 2.
Mencuci mangga dengan air bersih. 3.
Kupas mangga dan potong menjadi bagian kecil-kecil. 4.
Masukkan potongan mangga ke dalam blender ditambah air dan gula
secukupnya. 5.
Tancapkan kabel blender ke dalam stopkontak. 6.
Tutup blender hingga rapat. 7.
Tekan tombol on pada blender. 8.
Tunggu sampai halus. 9.
Matikan blender dengan menekan tombol off. 10.
Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap disajikan. |
|
3.
Bisakah anda memberi contoh
dan menjelaskan tentang 4 fondasi CT pada salah
satu mata pelajaran yang pernah anda ajarkan saat PPL di SD yang Anda tempati? |
Saat PPL di SDN Bugangan 03 saya mengajar IPAS dimana contohnya adalah Merangkai rangkaian listrik sederhana dengan menggunakan batu baterai Berikut
penjelasannya: Dekomposisi: menyiapkan alat
seperti lampu , batu baterai dan Kabel, papan , saklak, steker |
|
|
Pengenalan Pola: Memahami proses dalam |
|
|
merangkai rangkaian listrik sederhana dengan benar |
|
|
melalui penayangan video yang ditayangkan di |
|
|
kelas |
|
|
Abstraksi: memasangkan kabel atau merangkai |
|
|
sesuai dengan arahan yang ada di LKPD |
|
|
Algoritma: Dengan
menyambung kabel yang
ada |
|
|
dan menghubungkan dengan saklar
maka lampu |
|
|
bisa menyala setelah dirangkai dengan benar. |
D. KONEKSI ANTAR MATERI
1 Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!
JAWAB
:
Computational Thinking merupakan sebuah kem ampuan yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan menerapkan ilmu-ilmu komputasi. Dengan adanya Computational Thinking kita dapat memecahkan masalah dengan cara yang efektif. Kita bisa menganalisis permasalahan melalui tahap-tahap sehingga menemukan solusi yang sesuai dengan permasalahan yang kompleks.
Berikut
ini contoh penerapan CT dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :
a)
Mencuci pakaian yang berwarna putih.
Hal ini, membutuhkan CT karena untuk mencuci pakaian yang berwarna putih kita
memiliki tantangan tersendiri terkait dengan perlakuan yang akan diberikan dan
lakukan. Misalnya, ketika akan mencuci kita menggunakan perlakuan yang salah maka
akan berakibat fatal seperti: Pakaian menjadi kusut karena terkena warna dari
pakaian lain, warna pakaian akan cepat memudar, dan sebagainya.
b)
Memasak.
Ketika kita ingin memasak kita juga memerlukan pemikiran CT karena pada saat
kita memasak tidak hanya memasukkan sayuran kedalam panci melainkan berfikir
bagaimana cara memasak yang benar dan tepat sesuai dengan gizi yang seharusnya
kita konsumsi.
c)
Meningkatkan keaktifan peserta didik
dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini juga memerlukan
pemikiran CT karena seorang pendidik harus memikirkan bagaimana cara
menyelesaikan permasalahan dengan baik ketika terjadi hambatan atau tantangan
pada saat proses pembelajaran berlangsung.
- Menurut
pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar?
Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran,
soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.
JAWAB :
Computational
Thinking dapat diterapkan pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah
Manusia dengan mengaplikasikan cara mengajar yang beragam. Dengan menggunakan
CT peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru
melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terkait dengan materi Peredaran Darah
Manusia. Berikut ini merupakan contoh penerapan CT dalam proses pembelajaran
pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah Manusia :
a. Dekomposisi
:
Peserta didik dapat memecahkan permasalahan terkait dengan perbedaan sirkulasi
peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil.
b. Pengenalan
Pola : Peserta didik dapat memahami pola-pola hubungan
antara organ yang berperan dalam sirkulasi peredaran darah manusia.
c. Abstrak
:
Peserta didik dapat mengetahui fakta bahwa setiap organ dalam tubuh memiliki
keterhubungan yang sama-sama beroperasi untuk menjaga Kesehatan dan kestabilan
tubuh manusia. Apabila salah satu dari organ tersebut tidak bekerja dengan
baik, maka akan menimbulkan beberapa gangguan dan penyakit yang dirasakan oleh
manusia.
d. Algoritma
:
1. Mengidentifikasi
pengertian dari sirkulasi peredaran darah manusia.
2. Menganalisis
perbedaan sirkulasi peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil.
3. Menganalisis
organ-organ yang berperan dalam peredaran darah manusia.
4. Kesimpulan
E. REFLEKSI AKSI NYATA
1. Apa
harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?
JAWAB
:
Harapan saya setelah mengikuti mata kuliah ini adalah mampu untuk memahami pola pikir computational thinking serta mampu untuk mengaplikasikannya dalam pembelajaran di mata pelajaran. Serta saya dapat memahami apa itu CT, dan bagaimana cara mengintegrasikan CT pada mata pelajaran.
2. Pemahaman
baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?
JAWAB
:
Pemahaman baru yang saya dapatkan adalah proses penyelesaian masalah ternyata memiliki banyak sekali alternatif penyelesaian yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah pola pikir computational thinking dimana dengan proses tersebut penyelesaian masalah menjadi bisa lebih terarah dalam menemukan solusi yang optimal. Penyelesaian masalah tersebut sudah sering kita lakukan namun tanpa disadari. Menurut saya dengan kita menyadari dan memahami pola pikir computational thinking yang sudah kita lakukan sebelumnya, maka kedepannya proses penyelesaian masalah akan semakin bisa dioptimalkan. Selain itu pemahaman baru yang saya dapatkan setelah mempelajari mata kuliah computational thinking adalah bahwasannya setiap persoalan dapat terselesaikan dengan efektif apabila kita menerapkan pola pikir computational thinking. Dengan menerapkan computational thinking kita dapat memahami permasalahan dengan mengelompokkan permasalahan ke dalam lingkup yang lebih kecil, kita dapat membuat prioritas penyelesaian persoalan dengan mempertimbangkan keefektifan dan keefisiennya, serta dapat memprediksi dan bersikap terhadap hal-hal yang mungkin menggaunggu dalam pelaksanaan penyelesaian persoalan. Hal baru lain yang saya dapatkan adalah fondasi-fondasi dari computational thinking dalam penyelesaian masalah
Adapun
fondasi dari computational thinking adalah sebagai berikut :
Ø Dekomposisi
: Pembagian persoalan ke dalam persoalan yang lebih kecil.
Ø Pengenalan
Pola : Menemukan pola dari permasalahan-permasalahan yang sejenis sehingga
mampu menerapkan pola solusi.
Ø Abstraksi
: Proses eliminasi bagian-bagian yang dianggap tidak penting.
Ø Algoritma
: Penyelesaian dengan mengurutkan solusi secara sistematis.
3. Bagaimana
pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?
JAWAB
:
Keberadaan pola pikir computational thinking dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu cara berpikir kita untuk menyelesaikan masalah. Permasalahan di kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari sebagian besar menerapkan pola pikir computational thinking. Dengan kata lain tanpa kita sadari pola pikir computational thinking sangat dibutuhkan di dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga keberadaan CT dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Dengan CT kita dapat menyelesaikan suatu permasalahan dengan lebih sistematis dan efektif. CT membuat suatu persoalan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
4. Bagaimana
perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?
JAWAB:
Perasaan
saya setelah belajar mengenai CT merasa senang. Hal ini dikarenakan sebelum
mengikuti mata kuliah ini CT merupakan suatu hal yang belum pernah saya dengar
sebelumnya. Ternyata tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari banyak
sekali kegiatan-kegiatan yang menerapkan CT ini. Oleh karena itu karena CT ini
sangat bagus terhadap pola pikir peserta didik sehingga tidak menutup
kemungkinan CT ini dapat kita terapkan pula pada mata pelajaran yang akan kita
ampu sebagai calon guru. Saya merasa sangat tertarik untuk lebih menggali lagi
pola pikir computational thinking. Karena saya merasa bahwa pola pikir ini akan
sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan juga pada pembelajaran di
sekolah.
5. Apa
potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika
ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?
JAWAB
:
Kendala
yang mungkin saya alami selama mengikuti mata kuliah ini adalah ketika akan mengaplikasikan
CT ke dalam mata pelajaran. Kita harus pandai-pandai untuk dapat
mengintegrasikan CT agar tetap sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.
Untuk mengantisipasi kendala tersebut maka hal yang perlu saya lakukan terlebih
dahulu adalah memahami dengan baik tentang CT, memahami materi-materi apa saja
yang akan disampaikan, kemudian menganalisis kesesuaian CT yang akan diterapkan
dengan materi yang akan diajarkan.
2.

Komentar
Posting Komentar