AKSI NYATA_TOPIK 1_PORTOFOLIO COMPUTATIONAL THINKING_ASHAFIRA EKA PUTRI_23530232_PGSD KELAS H

 



BAB 1

PENDAHULUAN

    Computational Thinking (CT) adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran. CT berperan penting dalam pengembangan aplikasi komputer, namun CT dapat juga digunakan untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, termasuk humaniora, matematika, dan ilmu pengetahuan. CT melatih otak untuk terbiasa berfikir secara logis, terstruktur dan kreatif. Konsep dan proses komputasi memiliki daya tarik yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan cepat, memerlukan sedikit sumber daya manusia, waktu, maupun ruang penyimpanan fisik dan digital. Jawaban yang dihasilkan merupakan jawaban yang tepat dan akurat. Konsep CT bersifat abstrak sehingga ditemukan kesulitan dalam penyampaian materi pembelajaran. Kemungkinan terjadinya kesalahpahaman akibat perbedaan daya imajinasi atau pemahaman.

    Berpikir komputasi merupakan sebuah konsep atau cara untuk mengamati masalah dan mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan menerapkan teknologi ilmu komputer. Dengan menggunakan cara berpikir komputasi, seseorang akan mampu mengamati masalah, memecahkan masalah hingga bisa melakukan pengembangkan solusi dari pemecahan masalah. Pada dasarnya, berpikir komputasi memang mengadaptasi sebuah pemikiran atau cara kerja yang berasal dari komputer. Akan tetapi, dalam berpikir komputasi tidak harus menggunakan computer.

    Kemampuan dalam memecahkan masalah ini dapat dikembangkan di berbagai bidang kehidupan, tidak hanya di bidang studi yang berkaitan dengan teknologi informasi. Kemampuan komputer yang diterapkan untuk memahami konten bidang matematika disebut sebagai berpikir komputasi dalam matematika. Berpikir komputasi matematika dibutuhkan sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari- hari. Kemampuan ini perlu dimiliki dan dikembangkan oleh siswa disekolah melalui kurikulum pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan mensistemasikan masalah dan penyelesaiannya. Cara menerapkan kemampuan berpikir komputasi (computational thinking) adalah dengan memahami masalah, mengumpulkan semua data, diikuti dengan pencarian solusi terhadap masalah.

    Berpikir komputasi dapat memudahkan peserta didik memperoleh keputusan dan penyelesaian berbagai masalah matematika. Hal ini berdasarkan atas keyakinan bahwa kemampuan berpikir komputasi adalah sebuah kemampuan berpikir untuk menyelesaikan suatu permasalahan secara menyeluruh, logis, dan teratur. Berpikir komputasi adalah teknik memecahkan masalah yang sangat luas wilayah penerapannya. Berpikir komputasi juga untuk menyelesaikan berbagai masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berpikir komputasi meliputi empat hal, yaitu: 1) Dekomposisi, 2) Pengenalan pola, 3) Abstraksi, 4) Algoritma.

BAB II

PEMAHAMAN COMPUTATIONAL THINKING

Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!

Berikut hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT antara lain:

a.       Membuat ukiran dari kayu

b.      Cara menutup cat tembok yang mengelupas agar rumah menjadi nyaman

c.       Cara menghilangkan kotoran membandel pada kaca

d.      Mencucu pakaian putih

e.       Membuat layangan yang mampu terbag dengan stabil.

f.        Menulis resensi buku

g.      Membuat brownies

h.      Menulis cerpen

i.        Membuat batik colet

j.        Membuat vas bunga dari botol dan kaleng bekas

k.      Membuat kopi

Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.

a.       Cara menutup cat tembok yang mengelupas agar rumah menjadi nyaman

b.      Cara menghilangkan kotoran membandel pada kaca

c.       Mencucu pakaian putih

d.      Membuat layangan yang mampu terbag dengan stabil.

e.       Menulis resensi buku

f.        Membuat brownies

g.      Menulis cerpen

h.      Membuat batik colet

i.        Membuat vas bunga dari botol dan kaleng bekaS

j.     Membuat kopi


A. EKSPLORASI KONSEP 

1.    Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskan hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!

JAWAB :

Dalam kehidupan sehari-hari beberapa kegiatan yang dapat di selesaikan dengan menggunakan CT. Misalnya, dalam kehidupan sehari-hari kita pasti melaksanakan kegiatan mencuci baju. Dalam membuat bubur nasi ada beberapa tahapan yang dilakukan. Sehingga proses membuat bubur nasi tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan konsep CT.

 

2.    Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.

JAWAB :

Contoh persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “computer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT :

a)      Dekomposisi (Decomposition) adalah memecahkan masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Pada dekomposisi proses memasak nasi kita dapat menyiapkan terlebih dahulu beras, air, dan rice cooker/magic com.

b)      Pengenalan Pola (Pattern Recognition) adalah pengenalan pola. Langkah selanjutnya yaitu pengenalan pola yang ingin digunakan dalam memasak nasi. Kita harus mengenali pola yang akan dilakukan untuk memasak nasi, seperti harus memasak air terlebih dahulu baru memasak beras atau menyalakan rice cooker/magic com.

c)      Abstraksi (Abstraction): Selanjutnya, adalah kita harus menentukan seperti berapa banyak beras yang akan kita masak untuk makan nanti.

d)      Algoritma (Algorithm): Langkah terakhir dalam proses memasak nasi menerapkan pola computational thinking adalah algorithmic. Yaitu pertama-tama masukkan beras sesuai yang dibutuhkan, kemudian masukkan air sesuai dengan ukuran dan banyaknya beras yag akan dimasak lalu kemudian menyalakan rice cooker, dan tunggu hingga beras tersebut berubah menjadi nasi.

B. RUANG KOLABORASI

Nama/No. Kelompok:

Ashafira Eka Putri / Kelompok 2

No. Induk / Nama Mahasiswa :

1.      23530221/Annisa Yunita Dwi Amalia

2.      23530232/Ashafira Eka Putri

3.      23530320/Inayati

4.      23530353/Maulida Ulfa Ratnaningsih

5.      23530474/Umi Susanti

Hasil Diskusi secara umum :

            Computational Thinking merupakan proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi untuk menentukan solusi yang efektif dan efisien serta optimal untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.Terdapat empat prestasi atau tahapan pemikiran komputasi, yaitu: 1) dekomposisi; 2) pengenalan pola; 3) abstraksi; dan 4) algoritma.

Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT.

1.      Memasak nasi goreng

2.      Membuat Nutrijell

3.      Mencuci pakaian putih

4.      Membuat jus mangga

5.      Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci


6.  Merawat/ memelihara rumah

Penerapan fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari.

A.                Jawaban yang sudah tepat

1.       Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci

a.       Dekomposisi: cara mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci.

b.      Pengenalan pola: memisahkan antara kemeja, jilbab, dan celana.

c.       Abstraksi: memasukkan baju untuk bekerja seperti kemeja.

d.      Pemikiran Algoritmik:

1)      Memasukan cucian ke dalam mesin cuci.

2)      Mencolokkan kabel mesin cuci ke stopkontak.

3)      Menekan tombol on lalu klik tombol untuk memulai.

4)      Tunggu hingga waktu timer mesin cuci selesai.

5)      Angkat cucian dan jemurlah.

2.       Membuat Nutrijell

a.       Dekomposisi: cara membuat nutrijel dengan benar.

b.      Pengenalan pola: memilih rasa yang akan dibuat misalnya strobery, melon, coklat,dan jeruk.

c.       Abstraksi: Memilih nutrijell rasa coklat.

d.      Pemikiran Algoritmik :

1)      Membeli nutrijell rasa coklat di toko.

2)      Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan.

3)      Hidupkan kompor.

4)      Tuang air kedalam panci lalu dipanaskan.

5)      Tuang nutrijell dan gula kedalam panci yang berisi air mendidih.

6)      Tunggu hingga 10 menit.

7)      Matikan kompor.

8)      Tuang nutrijell kedalam wadah yang sudah disiapkan.

9)      Tunggu hingga dingin, nutrijell siap disajikan.

3.       Membuat jus manga

a.       Dekomposisi: Cara membuat jus mangga yang menyegarkan.

b.      Pengenalan pola: memilih mangga yang akan dibuat jus, misalnya manggaaromanis, manalagi, dan matahir majalengka.

c.       Abstraksi: memilih mangga aromanis.

d.      Pemikiran Alogaritmik:

1)      Siapkan alat dan bahan.

2)      Mencuci mangga dengan air bersih.

3)      Kupas mangga dan potong menjadi bagian kecil-kecil.

4)      Masukkan potongan mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya.

5)      Tancapkan kabel blender ke dalam stopkontak.

6)      Tutup blender hingga rapat.

7)      Tekan tombol on pada blender.

8)      Tunggu sampai halus.

9)      Matikan blender dengan menekan tombol off.

10)  Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap disajikan.

B.     Jawaban yang kurang tepat

1.     Dekomposisi: tentukan langkah-langkah cara mencuci pakaian putih

2.     Pengenalan pola: panduan merawat/ memelihara rumah

3.     Abstraksi: memilih bahan untuk bahan pembuatan artikel

4.     Algoritma: mengidentifikasi persoalan yang dihadapi dalam pembuatan nasi goreng

 

C. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

Nama/No Kelompok

Ashafira Eka Putri / Kelompok 2

No. Induk/Nama Mahasiswa

1.      23530221/Annisa Yunita Dwi Amalia

2.      23530232/Ashafira Eka Putri


3.      23530320/Inayati

4.      23530353/Maulida Ulfa Ratnaningsih

5.      23530474/Umi Susanti

Feedback/Pertanyaan

Tanggapan/solusi

1.      Apakah Computational Thinking                      dapat memecahkan permasalahan yang dialami siswa sekolah dasar?

Bisa. karena CT merupakan strategi untuk memecahkan permasalahan. solusi. CT berfokus pada cara berpikir dalam menemukan cara menyelaisaikan persoalan melalui beberapa pemikiran                    komputasi,                    yaitu dekomposisi,pengenalan pola, abstraksi dan, algoritma sehingga dapat membantu memecahkan permasalahan siswa sekolah dasar.

2.      Bagaimana tahapan dekomposisi dalam membuat jus mangga sesuai contoh yang anda jelaskan?

1.      Siapkan alat dan bahan.

2.      Mencuci mangga dengan air bersih.

3.      Kupas mangga dan potong menjadi bagian kecil-kecil.

4.      Masukkan potongan mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya.

5.      Tancapkan kabel blender ke dalam stopkontak.

6.      Tutup blender hingga rapat.

7.      Tekan tombol on pada blender.

8.      Tunggu sampai halus.

9.      Matikan blender dengan menekan tombol off.

10.   Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap disajikan.


3.      Bisakah anda memberi contoh dan menjelaskan tentang 4 fondasi CT pada salah satu mata pelajaran yang pernah anda ajarkan saat PPL di SD yang Anda tempati?

Saat PPL di SDN Bugangan 03 saya mengajar IPAS dimana contohnya adalah Merangkai rangkaian listrik sederhana dengan menggunakan batu baterai Berikut penjelasannya:

Dekomposisi: menyiapkan alat seperti lampu , batu

baterai dan Kabel, papan , saklak, steker

 

Pengenalan    Pola:    Memahami     proses    dalam

 

merangkai rangkaian listrik sederhana dengan benar

 

melalui penayangan video yang ditayangkan di

 

kelas

 

Abstraksi: memasangkan kabel atau merangkai

 

sesuai dengan arahan yang ada di LKPD

 

Algoritma: Dengan menyambung kabel yang ada

 

dan menghubungkan dengan saklar maka lampu

 

bisa menyala setelah dirangkai dengan benar.

 D. KONEKSI ANTAR MATERI

  1   Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!

JAWAB :

 Computational Thinking merupakan sebuah kem ampuan yang digunakan untuk memecahkan masalah dengan menerapkan ilmu-ilmu komputasi. Dengan adanya Computational Thinking kita dapat memecahkan masalah dengan cara yang efektif. Kita bisa menganalisis permasalahan melalui tahap-tahap sehingga menemukan solusi yang sesuai dengan permasalahan yang kompleks.

Berikut ini contoh penerapan CT dalam kehidupan sehari-hari, yaitu :

a)        Mencuci pakaian yang berwarna putih. Hal ini, membutuhkan CT karena untuk mencuci pakaian yang berwarna putih kita memiliki tantangan tersendiri terkait dengan perlakuan yang akan diberikan dan lakukan. Misalnya, ketika akan mencuci kita menggunakan perlakuan yang salah maka akan berakibat fatal seperti: Pakaian menjadi kusut karena terkena warna dari pakaian lain, warna pakaian akan cepat memudar, dan sebagainya.

b)        Memasak. Ketika kita ingin memasak kita juga memerlukan pemikiran CT karena pada saat kita memasak tidak hanya memasukkan sayuran kedalam panci melainkan berfikir bagaimana cara memasak yang benar dan tepat sesuai dengan gizi yang seharusnya kita konsumsi.

c)        Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini juga memerlukan pemikiran CT karena seorang pendidik harus memikirkan bagaimana cara menyelesaikan permasalahan dengan baik ketika terjadi hambatan atau tantangan pada saat proses pembelajaran berlangsung.

  1. Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.

JAWAB :

Computational Thinking dapat diterapkan pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah Manusia dengan mengaplikasikan cara mengajar yang beragam. Dengan menggunakan CT peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terkait dengan materi Peredaran Darah Manusia. Berikut ini merupakan contoh penerapan CT dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah Manusia :

a.       Dekomposisi : Peserta didik dapat memecahkan permasalahan terkait dengan perbedaan sirkulasi peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil.

b.      Pengenalan Pola : Peserta didik dapat memahami pola-pola hubungan antara organ yang berperan dalam sirkulasi peredaran darah manusia.

c.       Abstrak : Peserta didik dapat mengetahui fakta bahwa setiap organ dalam tubuh memiliki keterhubungan yang sama-sama beroperasi untuk menjaga Kesehatan dan kestabilan tubuh manusia. Apabila salah satu dari organ tersebut tidak bekerja dengan baik, maka akan menimbulkan beberapa gangguan dan penyakit yang dirasakan oleh manusia.

d.      Algoritma :

1.      Mengidentifikasi pengertian dari sirkulasi peredaran darah manusia.

2.      Menganalisis perbedaan sirkulasi peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil.

3.      Menganalisis organ-organ yang berperan dalam peredaran darah manusia.

4.      Kesimpulan


E. REFLEKSI AKSI NYATA

1.   Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?

JAWAB :

Harapan saya setelah mengikuti mata kuliah ini adalah mampu untuk memahami pola pikir computational thinking serta mampu untuk mengaplikasikannya dalam pembelajaran di mata pelajaran. Serta saya dapat memahami apa itu CT, dan bagaimana cara mengintegrasikan CT pada mata pelajaran.

2.     Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?

JAWAB :

Pemahaman baru yang saya dapatkan adalah proses penyelesaian masalah ternyata memiliki banyak sekali alternatif penyelesaian yang bisa diterapkan. Salah satunya adalah pola pikir computational thinking dimana dengan proses tersebut penyelesaian masalah menjadi bisa lebih terarah dalam menemukan solusi yang optimal. Penyelesaian masalah tersebut sudah sering kita lakukan namun tanpa disadari. Menurut saya dengan kita menyadari dan memahami pola pikir computational thinking yang sudah kita lakukan sebelumnya, maka kedepannya proses penyelesaian masalah akan semakin bisa dioptimalkan. Selain itu pemahaman baru yang saya dapatkan setelah mempelajari mata kuliah computational thinking adalah bahwasannya setiap persoalan dapat terselesaikan dengan efektif apabila kita menerapkan pola pikir computational thinking. Dengan menerapkan computational thinking kita dapat memahami permasalahan dengan mengelompokkan permasalahan ke dalam lingkup yang lebih kecil, kita dapat membuat prioritas penyelesaian persoalan dengan mempertimbangkan keefektifan dan keefisiennya, serta dapat memprediksi dan bersikap terhadap hal-hal yang mungkin menggaunggu dalam pelaksanaan penyelesaian persoalan. Hal baru lain yang saya dapatkan adalah fondasi-fondasi dari computational thinking dalam penyelesaian masalah

Adapun fondasi dari computational thinking adalah sebagai berikut :

Ø  Dekomposisi : Pembagian persoalan ke dalam persoalan yang lebih kecil.

Ø  Pengenalan Pola : Menemukan pola dari permasalahan-permasalahan yang sejenis sehingga mampu menerapkan pola solusi.

Ø  Abstraksi : Proses eliminasi bagian-bagian yang dianggap tidak penting.

Ø  Algoritma : Penyelesaian dengan mengurutkan solusi secara sistematis.

 

3.     Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?

JAWAB :

Keberadaan pola pikir computational thinking dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu cara berpikir kita untuk menyelesaikan masalah. Permasalahan di kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari sebagian besar menerapkan pola pikir computational thinking. Dengan kata lain tanpa kita sadari pola pikir computational thinking sangat dibutuhkan di dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga keberadaan CT dalam kehidupan sehari-hari sangat penting. Dengan CT kita dapat menyelesaikan suatu permasalahan dengan lebih sistematis dan efektif. CT membuat suatu persoalan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

4.    Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?

JAWAB:

Perasaan saya setelah belajar mengenai CT merasa senang. Hal ini dikarenakan sebelum mengikuti mata kuliah ini CT merupakan suatu hal yang belum pernah saya dengar sebelumnya. Ternyata tanpa kita sadari dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali kegiatan-kegiatan yang menerapkan CT ini. Oleh karena itu karena CT ini sangat bagus terhadap pola pikir peserta didik sehingga tidak menutup kemungkinan CT ini dapat kita terapkan pula pada mata pelajaran yang akan kita ampu sebagai calon guru. Saya merasa sangat tertarik untuk lebih menggali lagi pola pikir computational thinking. Karena saya merasa bahwa pola pikir ini akan sangat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dan juga pada pembelajaran di sekolah.

 

5.   Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?

JAWAB :

Kendala yang mungkin saya alami selama mengikuti mata kuliah ini adalah ketika akan mengaplikasikan CT ke dalam mata pelajaran. Kita harus pandai-pandai untuk dapat mengintegrasikan CT agar tetap sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. Untuk mengantisipasi kendala tersebut maka hal yang perlu saya lakukan terlebih dahulu adalah memahami dengan baik tentang CT, memahami materi-materi apa saja yang akan disampaikan, kemudian menganalisis kesesuaian CT yang akan diterapkan dengan materi yang akan diajarkan.

2.    

 





Komentar