Computational
Thinking (CT) adalah sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran. CT berperan
penting dalam pengembangan aplikasi komputer, namun CT dapat juga digunakan
untuk mendukung pemecahan masalah disemua disiplin ilmu, termasuk humaniora,
matematika, dan ilmu pengetahuan. CT melatih otak untuk terbiasa berfikir
secara logis, terstruktur dan kreatif. Konsep dan proses komputasi memiliki
daya tarik yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dapat
diselesaikan dengan cepat, memerlukan sedikit sumber daya manusia, waktu,
maupun ruang penyimpanan fisik dan digital. Jawaban yang dihasilkan merupakan
jawaban yang tepat dan akurat. Konsep CT bersifat abstrak sehingga ditemukan
kesulitan dalam penyampaian materi pembelajaran. Kemungkinan terjadinya kesalahpahaman
akibat perbedaan daya imajinasi atau pemahaman.
Berpikir
komputasi merupakan sebuah konsep atau cara untuk mengamati masalah dan mencari
solusi dari permasalahan tersebut dengan menerapkan teknologi ilmu komputer.
Dengan menggunakan cara berpikir komputasi, seseorang akan mampu mengamati
masalah, memecahkan masalah hingga bisa melakukan pengembangkan solusi dari
pemecahan masalah. Pada dasarnya, berpikir komputasi memang mengadaptasi sebuah
pemikiran atau cara kerja yang berasal dari komputer. Akan tetapi, dalam
berpikir komputasi tidak harus menggunakan computer.
Kemampuan
dalam memecahkan masalah ini dapat dikembangkan di berbagai bidang kehidupan,
tidak hanya di bidang studi yang berkaitan dengan teknologi informasi.
Kemampuan komputer yang diterapkan untuk memahami konten bidang matematika
disebut sebagai berpikir komputasi dalam matematika. Berpikir komputasi
matematika dibutuhkan sebagai salah satu cara untuk menyelesaikan masalah dalam
kehidupan sehari- hari. Kemampuan ini perlu dimiliki dan dikembangkan oleh
siswa disekolah melalui kurikulum pembelajaran matematika untuk meningkatkan
kemampuan mensistemasikan masalah dan penyelesaiannya. Cara menerapkan
kemampuan berpikir komputasi (computational thinking) adalah dengan memahami
masalah, mengumpulkan semua data, diikuti dengan pencarian solusi terhadap
masalah.
Berpikir
komputasi dapat memudahkan peserta didik memperoleh keputusan dan penyelesaian
berbagai masalah matematika. Hal ini berdasarkan atas keyakinan bahwa kemampuan
berpikir komputasi adalah sebuah kemampuan berpikir untuk menyelesaikan suatu
permasalahan secara menyeluruh, logis, dan teratur. Berpikir komputasi adalah
teknik memecahkan masalah yang sangat luas wilayah penerapannya. Berpikir
komputasi juga untuk menyelesaikan berbagai masalah di dalam kehidupan
sehari-hari. Kemampuan berpikir komputasi meliputi empat hal, yaitu: 1)
Dekomposisi, 2) Pengenalan pola, 3) Abstraksi, 4) Algoritma.
PEMAHAMAN COMPUTATIONAL THINKING
Sampai saat ini, Anda sudah mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut, dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT!
Berikut hal atau persoalan apa yang zaman sekarang
tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT antara lain:
a. Membuat ukiran dari kayu
b. Cara menutup cat tembok yang mengelupas agar rumah
menjadi nyaman
c. Cara menghilangkan kotoran membandel pada kaca
d. Mencucu pakaian putih
e. Membuat layangan yang mampu terbag dengan stabil.
f.
Menulis resensi
buku
g. Membuat brownies
h. Menulis cerpen
i.
Membuat batik
colet
j.
Membuat vas bunga
dari botol dan kaleng bekas
k. Membuat kopi
Tuliskan dan jelaskan minimal satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat mengandung lebih dari satu fondasi.
a. Cara menutup cat tembok yang mengelupas agar rumah
menjadi nyaman
b. Cara menghilangkan kotoran membandel pada kaca
c. Mencucu pakaian putih
d. Membuat layangan yang mampu terbag dengan stabil.
e. Menulis resensi buku
f.
Membuat brownies
g. Menulis cerpen
h. Membuat batik colet
i. Membuat vas bunga dari botol dan kaleng bekaS
j. Membuat kopi
|
Kelas PGSD H Nama Kelompok /NPM : 1.
Andri Hermawan (23530210) 2.
Dina Septiana (23530265) 3.
Ema Tri Rejeki (23530276) 4.
Nabila Atika (23530364) 5. Rini Maghfiroh (23530419) |
|
Hasil Diskusi Secara Umum : Computational Thinking adalah sebuah konsep berpikir secara sistematis terhadap suatu permasalahan yang dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. CT membantu dalam menganalisis masalah kompleks, memahami masalahnya, dan mengembangkan solusi yang tepat. Teknik ini tidak hanya terkait dengan pemrograman, tetapi juga digunakan dalam berbagai bidang seperti sains, teknologi, bisnis, pendidikan, kesehatan, dan ilmu sosial. Terdapat empat keterampilan utama dalam computational thinking, yaitu decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithm. Dengan mempelajari computational thinking, seseorang dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan mempersiapkan diri untuk tantangan era digital. |
|
Contoh hal
atau persoalan zaman
sekarang yang tidak
memakai “computer”, TIK,
dan robot tapi membutuhkan CT 1. Membuat keputusan 2. Mengelola keuangan 3. Merencanakan perjalanan 4. Mengerjakan latihan
soal 5. Memasak mie
instan 6. Mencuci baju
Putih 7. Memasak bubur ayam |
|
Penerapan Fondasi
CT dalam kehidupan sehari-hari A. Jawaban yang sudah
tepat 1. Mencuci baju putih |
|
Dekomposisi, Pada tahap
awal mengumpulkan pakaian putih yang akan
dicuci, menyiapkan alat cuci, ember, dan memahami proses pencucian. Penganalan pola, Mengetahui pola
dalam mencuci pakaian putih dari
memisahkan pakaian putih dengan pakaian berwarna untuk dicuci, memperkirakan detergen dan air yang
akan dibutuhkan untuk
mencuci pakaian. Abstraksi, Setelah
mengetahui berapa banyak pakaian putih yang kotor, kemudian akan dilanjutkan dengan memahami pakaian
yang kotor, menyatukan pakaian ke dalam ember hingga mencuci dan menjemurnya. Algoritma, Setelah mengetahui langkah diatas dari pemecahan mencuci pakaian putih mulai dari memilah pakaian, menyiapkan detergen, alat mencuci, dan mencuci hingga menjemur. |
|
B. Jawaban yang kurang tepat 2. Memasak Bubur Ayam Dekomposisi, pada tahap
awal kami menyiapkan langkah pemecahan
permasalahan dengan menyiapkan bahan-bahan Pengenalan pola, dengan memahami prosedur memasak bubur
ayam dimulai dari memasak air terlebih dahulu, memasak hingga
menyalakan mesin pemasak bubur tersebut. Abstraksi, Pandangan
terkait seberapa banyak beras yang harus dibutuhkan untuk memasak bubur,
komposisi takaran antara
beras dan airnya. Algoritma, sudah memahami pola sehingga stepnya masukan beras secukupnya, air secukupnya, memasukkan kaldu ayam dan potongan ayam nyalakan mesin pemasak nasi. |
C. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
|
Nama/No.
Kelompok: |
Kelompok
5 |
|
No.
Induk / Nama Mahasiswa: |
1. Andri Hermawan (23530210) 2. Dina Septiana (23530265) 3. Ema Tri Rejeki (23530276) 4. Nabila Atika (23530364) 5. Rini Maghfiroh (23530419) |
|
Feedback/pertanyaan: |
Tanggapan/solusi: |
|
Bagaimana
Computational Thinking membantu
dalam mengelola waktu
di kehidupan sehari-hari? |
Dalam mengelola waktu, penerapan Computational
Thinking dengan melakukan dekomposisi tugas-tugas harian
menjadi langkah-langkah yang
lebih kecil. Pengenalan pola digunakan untuk mengidentifikasi waktu-waktu paling produktif dalam sehari yang memungkinkan untuk
mengatur prioritas tugas
sesuai dengan pola produktivitas. Abstraksi membantu menyederhanakan jadwal
harian, membuang aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, dan algoritma membantu merancang rutinitas yang efisien untuk
meningkatkan efektivitas. |
|
Menurut kelompok Anda, apakah CT dapat diterapkan pada muatan pelajaran di Sekolah Dasar? |
Iya, bisa. Misalnya penerapan CT pada muatan pelajaran matematika di sekolah dasar. Dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, penerapan Computational Thinking dengan dekomposisi, memecah masalah matematika kompleks menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana. Contohnya, saat mengajarkan penjumlahan dan pengurangan, guru dapat membimbing peseta didik untuk memecah masalah penjumlahan dan pengurangan dengan langkah-langkah yang lebih singkat dan jelas, hal ini dapat memudahkan mereka memahami dan menyelesaikan masalah. |
|
Bagaimana Computational Thinking dapat diterapkan dalam
kegiatan proyek atau eksperimen sains di Sekolah
Dasar? |
Peserta
didik dapat menerapkan Computational Thinking dalam kegiatan proyek sains dengan melakukan dekomposisi eksperimen menjadi langkah-langkah yang lebih kecil, seperti merancang hipotesis, mengumpulkan
data, dan membuat kesimpulan. Pengenalan pola bisa digunakan untuk mengidentifikasi tren dalam hasil
eksperimen, sedangkan abstraksi
membantu peserta didik menyederhanakan konsep- konsep ilmiah kompleks. Algoritma dapat diterapkan dalam merencanakan langkah-langkah eksperimen dengan urutan yang logis. |
D. KONEKSI ANTAR MATERI
1. Tuliskan
contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!
Contoh CT dalam kehidupan sehari-hari antara lain mencuci
pakaian, membuat puding cokelat, membuat kopi, membuat mie instan, mencuci
pakaian putih, membuat ukiran
dari kayu, cara menutup cat tembok yang mengelupas agar rumah menjadi nyaman, cara
menghilangkan kotoran membandel pada kaca dan sebagainya.
2. Menurut
pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar?
Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran,
soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.
Menurut pendapat saya, CT dapat
diterapkan pada mata pelajaran, misalnya akan saya terapkan pada mata pelajaran
IPAS. Pada materi kelangkaan sumber daya. Ketika siswa diberikan sebuah
permasalahan berupa kelangkaan sumber daya alam berupa kelangkaan air yang
terjadi di sekitar tempat tinggal, dimana siswa diminta untuk bertindak secara
rasional dalam menghadapi kelangkaan tersebut. Selanjutnya guru meminta siswa
untuk mempelajari dan mencaritahu faktor penyebab kelangkaan air. Dalam
dekomposisi, siswa dituntut untuk memecah atau mengurai masalah hingga menjadi
lebih sederhana atau menjadi lebih kecil hingga menemukan inti dari masalah itu
untuk kemudian diidentifikasi satu persatu hingga mencari penyebab masalah itu
muncul. Selanjutnya siswa akan memahami pola bagaimana cara membuat alat yang
dapat digunakan untuk menampung air hujan di saat jumlah air langka. Pada
pengenalan pola, siswa akan berupaya mencari pola tertentu dari masalah yang
muncul secara mandiri atau bisa disesuaikan dengan cara masing-masing siswa
mengelola tiap pola dalam masalah tersebut. Siswa diajak untuk mengembangkan
rancangan untuk membuat alat penampung air hujan melalui ide-idenya. Pada tahap
ini siswa akan menghasilkan gambar desain rancangan alat penampung air hujan
sederhana. Setelah berhasil mengurai dan mencari pola, tahap selanjutnya siswa
akan melakukan proses identifikasi terhadap prinsip yang menghasilkan pola
maupun trend dari masalah serta merumuskan model penyelesaian masalah yang
ideal. Pada tahap ini disebut abstraksi. Pada tahap algoritma, siswa
mengurutkan langkah-langkah pemecahan masalah untuk membuat alat penampung air
hujan sederhna. Dengan menyiapkan tong penampung air, pipa, lem pipa, obeng,
mur drat tom, bor, sambungan pipa, kran, lilin dan talang air. Siswa akan
melakukan pengembangan melalui petunjuk yang ada pada permasalahan secara satu
per satu maupun tahapan demi tahapan untuk kemudian menghasilkan metode
pemecahan masalah yang sesuai. Teknik Computational Thinking sangat penting
diterapkan kepada siswa, karena Teknik ini akan membangun karakter siswa khususnya
dalam hal pemecahan masalah yang lebih sistematis, terstruktur melalui proses
analisa yang tepat terhadap masalah yang dihadapinya sehingga akan mendapatkan
solusi yang efektif, efisien, dan optimal. Selain itu, teknik Computational
Thinking juga membangun model pendekatan yang mengarahkan siswa untuk melakukan
restrukturisasi tiap permasalahan bahkan yang rumit sekalipun melalui kecakapan
untuk berpikir dan menganalisa secara kritis. Sekaligus mencari solusi
permasalahan yang kompleks (complex problem solving).
E. AKSI NYATA
1. Apa
harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini?
Melalui mata kuliah Computational Thinking, saya dapat
mengembangkan pemikiran komputasional dan keterampilan untuk memecahkan masalah
dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan computational thinking dalam
pembelajaran dapat membantu saya dalam memahami dan menyelesaikan masalah
secara sistematis, menggunakan konsep-konsep komputasi seperti pemecahan
masalah, analisis data, dan pemodelan. Dengan demikian, saya akan dapat
mengaplikasikan pemikiran komputasional dalam berbagai konteks, termasuk dalam
memecahkan masalah di luar ranah komputasi. Saya juga dapat mengembangkan
pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana teknologi dan komputasi
memengaruhi berbagai aspek kehidupan, serta bagaimana saya dapat menggunakan
pemikiran komputasional untuk mengatasi tantangan sehari-hari. Dengan demikian,
penerapan computational thinking dalam pembelajaran dapat memberikan manfaat
yang luas dalam pengembangan keterampilan dan pemikiran saya.
2. Pemahaman
baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT?
Pemahaman baru setelah mempelajari Critical Thinking
(CT) akan membantu saya dalam memahami definisi CT, mengapa CT penting, empat
fondasi CT, pembentukan disposisi CT, dan bagaimana mengajar CT. Selain itu, saya
akan memperoleh keterampilan dalam memecahkan masalah secara sistematis, logis,
dan efektif. Hal ini memungkinkan saya untuk menyelesaikan masalah mulai dari
yang sederhana hingga kompleks. Pemahaman ini penting dalam berbagai aspek
kehidupan, termasuk pendidikan, karier, dan pengambilan keputusan. Dengan
demikian, penerapan CT dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam
memecahkan masalah dan pengambilan keputusan secara efektif.
3. Bagaimana
pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda?
Menurut saya, keberadaan CT dalam kehidupan sehari-hari
sangat nyata dimana CT dapat dimanfaatkan oleh semua orang dan untuk berbagai
persoalan, bukan hanya orang-orang yang pekerjaanya berkaitan erat dengan
computer, atau persoalan-persoalan di bidang computer saja. Dengan CT persoalan
sederhana maupun kompleks dapat diatasi dengan optimal.
4. Bagaimana
perasaan Anda setelah belajar mengenai CT?
Setelah belajar mengenai Computational Thinking (CT), saya
merasa senang karena mendapatkan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam
berbagai situasi dan membantu dalam mengatasi serta mengelola berbagai
permasalahan secara efektif, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam
kegiatan pembelajaran. CT merupakan seperangkat metode yang digunakan untuk
memecahkan masalah, lazim diterapkan dalam program komputer, dan melatih
seseorang untuk memecahkan masalah kompleks dengan berpikir secara terstruktur,
kritis, dan logis. Hal ini juga penting untuk diajarkan kepada peserta
didik, karena CT berlaku untuk semua orang, dimana saja, dan kapan saja.
5. Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya?
Kendala : Kesulitan untuk melakukan pengamatan atau analisis terhadap berbagai kesamaan yang ada di antara persoalan-persoalan.
Tindakan : Berlatih untuk mencoba menganalisis tiap bagian dari ke empat fondasi dalam CT agar menjadi lebih terampil dalam menemukan solusi dari suatu permasalahan menggunakan yang sedang dialami.

Komentar
Posting Komentar