T1-2. Mulai Dari Diri
NAMA : INAYATI
NPM 23530320
KELAS : H PGSD
Nama/Jenjang/Mapel yang akan diajar: Your answer:
Nama
:Inayati (23530320) Jenjang : Sekolah Dasar Mapel yang akan diajar
: IPAS
Saat
ini, komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan
berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk menuju
suatu tempat. Menurut Anda,
bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga dapat membantu manusia melakukan
berbagai kegiatan?
Your answer:
Cara komputer
‘berpikir’ sehingga dapat membantu
manusia melakukan berbagai
kegiatan yaitu
denganmengikuti prosedur terbatas (algoritma) yang disusun oleh seorang
programmer.
Apakah Anda pernah mendengar/mengetahui tentang
CT? Jika pernah,
uraikan dengan ringkas apa yang Anda ketahui tentang CT!
Your answer:
Computational
thinking adalah suatu pendekatan untuk memecahkan masalah dan merancang sistem dengan
menggunakan konsep-konsep yang umumnya terkait
dengan ilmu komputer. Ini
melibatkan pemikiran secara sistematis, logis,
dan kreatif untuk
menyelesaikan masalah, bahkan jika masalah tersebut tidak secara
langsung terkait dengan komputer.
Jika belum pernah mendengar tentang CT dan saat ini Anda mengambil
mata kuliah ini, apa
motivasi Anda dalam mengambil mata kuliah ini?
Your answer:
CT saat ini sudah menjadi literasi
dan menjadi bagian
Kurikulum Merdeka. Karena
itu,
saya harus mampu mengimplementasikan CT ke
dalam mata pelajaran yang diajarkan, dengan harapan siswa terbiasa menghadapi
permasalahan dan menyelesaikan persoalan dengan menggunakan CT. Maka dari itu saya mengambil mata kuliah ini agar saya lebih mendalami apa itu CT.
NAMA : INAYATI
NPM 23530320
KELAS : H PGSD
T1-3a. Eksplorasi Konsep - Lembar Kerja
Mahasiswa
1.
Sampai saat ini, Anda sudah
mendapatkan contoh-contoh implementasi CT dalam kehidupan sehari-hari. Dalam contoh-contoh tersebut,
dapat dilihat bahwa CT dapat diterapkan dengan ataupun tanpa
menggunakan “komputer”. Tuliskanlah hal atau persoalan apa yang zaman sekarang tidak memakai “komputer”, TIK, dan robot tapi
membutuhkan CT!
Jawab :
Permasalahan dalamkehidupan sehari-hari contohnya menyiapkansarapan dan bekal untukanaksaya pergi kesekolah. Yang membutuhkan waktuyang lama danberpikir Tingkat tinggi untuk menentukan menumakan sehat untukanak.
2.
Tuliskan dan jelaskan minimal
satu contoh penerapan untuk masing-masing fondasi
CT dalam kehidupan sehari-hari! Contoh yang Anda berikan dapat
mengandung lebih dari satu fondasi.
Jawab :
a. Decompose
: Saat ingin merayakan ulang tahun anak, saya menjadi beripikir
bagaimana menjamu tamu, memberikan kejutan,
memberikan kenangan yang indah.
b. Pengenalan pola : Mengelola uang bulanan yang diberikan suami.
Bagaimana supaya cuku untuk satu bulan dengan berbagai kebutuhan rumah
tangga.
c. Abstraksi : Merencanakan wisata
keluarga kecil saat liburan, akan pergi kemana, berapa lama.
d. Algoritma
: memikirkan hari ini saya mau masak apa untuk keluarga kecilku. Bagaimana memasak
menu yang selalu
bergantian untuk setiap
harinya. Supaya tidak bosan.
|
Nama/No.
Kelompok: |
Annisa Yunita Dwi Amalia / Kelompok 2 |
|
No. Induk / Nama Mahasiswa : |
1. 23530221/Annisa Yunita
Dwi Amalia 2. 23530232/Ashafira Eka Putri 3. 23530320/Inayati 4. 23530353/Maulida Ulfa
Ratnaningsih 5. 23530474/Umi Susanti |
|
Hasil Diskusi secara umum : Computational Thinking merupakan proses berpikir dalam
memformulasikan persoalan dan berstrategi untuk menentukan solusi yang
efektif dan efisien serta optimal untuk menyelesaikan permasalahan yang
ada.Terdapat empat prestasi atau tahapan pemikiran komputasi, yaitu: 1)
dekomposisi; 2) pengenalan pola; 3) abstraksi; dan 4) algoritma. |
|
|
Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “komputer”, TIK, dan
robot tapi membutuhkan CT. 1.
Memasak nasi goreng 2. Membuat Nutrijell 3.
Mencuci pakaian putih 4.
Membuat jus mangga 5. Mencuci baju
dengan menggunakan mesin
cuci 6.
Merawat/ memelihara rumah |
|
|
Penerapan
fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari. A.
Jawaban yang sudah
tepat 1.
Mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci a.
Dekomposisi: cara mencuci baju dengan menggunakan mesin cuci. b.
Pengenalan pola: memisahkan antara kemeja, jilbab, dan celana. c.
Abstraksi: memasukkan baju untuk bekerja seperti kemeja. d.
Pemikiran Algoritmik: 1)
Memasukan cucian ke dalam mesin cuci. 2)
Mencolokkan kabel mesin cuci ke stopkontak. 3)
Menekan tombol on lalu klik tombol untuk memulai. 4)
Tunggu hingga waktu timer mesin cuci selesai. 5)
Angkat cucian dan jemurlah. 2.
Membuat Nutrijell a.
Dekomposisi: cara membuat nutrijel dengan benar. b. Pengenalan pola: memilih rasa yang akan dibuat misalnya strobery, melon, coklat,dan jeruk. c.
Abstraksi: Memilih nutrijell rasa coklat. d.
Pemikiran Algoritmik : 1)
Membeli nutrijell rasa coklat di toko. 2)
Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan. 3)
Hidupkan kompor. 4)
Tuang air kedalam panci lalu dipanaskan. 5)
Tuang nutrijell dan gula kedalam panci yang berisi air mendidih. 6)
Tunggu hingga 10 menit. 7)
Matikan kompor. 8)
Tuang nutrijell kedalam wadah yang sudah disiapkan. |
|
9) Tunggu hingga dingin, nutrijell siap disajikan.
3. Membuat
jus manga
a. Dekomposisi:
Cara membuat
jus mangga
yang menyegarkan.
b. Pengenalan pola: memilih mangga yang akan dibuat jus, misalnya manggaaromanis, manalagi, dan matahir
majalengka.
c.
Abstraksi: memilih
mangga aromanis.
d. Pemikiran
Alogaritmik:
1) Siapkan
alat dan bahan.
2) Mencuci
mangga dengan
air bersih.
3)
Kupas mangga
dan potong
menjadi bagian
kecil-kecil.
4)
Masukkan potongan mangga ke dalam blender ditambah air dan gula secukupnya.
5) Tancapkan
kabel blender
ke dalam
stopkontak.
6)
Tutup blender
hingga rapat.
7)
Tekan tombol
on pada
blender.
8) Tunggu
sampai halus.
9) Matikan
blender dengan
menekan tombol
off.
10) Masukan
mangga kedalam
gelas, jus
mangga siap
disajikan.
B. Jawaban yang kurang tepat
1. Dekomposisi: tentukan
langkah-langkah cara mencuci
pakaian putih
2. Pengenalan pola:
panduan merawat/ memelihara rumah
3.
Abstraksi: memilih bahan untuk bahan pembuatan artikel
4. Algoritma: mengidentifikasi persoalan yang dihadapi
dalam pembuatan nasi
goreng
|
Nama/No.
Kelompok: |
Inayati/
Kelompok 2 |
|
No. Induk
/ Nama Mahasiswa: |
1. 23530221/Annisa Yunita
Dwi Amalia 2. 23530232/Ashafira
Eka Putri 3. 23530320/Inayati 4. 23530353/Maulida Ulfa
Ratnaningsih 5. 23530474/Umi Susanti |
|
Feedback/pertanyaan: |
Tanggapan/solusi: |
|
1. Apakah
Computational Thinking dapat memecahkan permasalahan
yang dialami siswa
sekolah dasar? |
Bisa.
karena CT merupakan strategi untuk memecahkan permasalahan. solusi. CT
berfokus pada cara berpikir dalam menemukan
cara menyelaisaikan persoalan melalui beberapa
pemikiran komputasi, yaitu dekomposisi,pengenalan pola, abstraksi dan,
algoritma sehingga dapat membantu memecahkan permasalahan siswa sekolah
dasar. |
|
2.
Bagaimana tahapan dekomposisi dalam membuat jus mangga sesuai contoh
yang anda jelaskan? |
1.
Siapkan alat dan bahan. 2. Mencuci mangga dengan air bersih. 3. Kupas mangga
dan potong menjadi bagian kecil- kecil. 4. Masukkan potongan mangga ke dalam
blender ditambah air dan
gula secukupnya. 5. Tancapkan kabel
blender ke dalam stopkontak. 6. Tutup blender hingga rapat. 7. Tekan
tombol on pada blender. 8. Tunggu sampai halus. 9. Matikan blender dengan
menekan tombol off. 10. Masukan mangga kedalam gelas, jus mangga siap
disajikan |
|
3. Bisakah anda memberi contoh dan
menjelaskan tentang 4 fondasi CT pada salah satu
mata pelajaran yang pernah anda ajarkan saat
PPL di SD yang Anda tempati? |
Saat
PPL di SDN Bugangan 03 saya mengajar IPAS dimana contohnya adalah Merangkai
rangkaian listrik sederhana dengan menggunakan batu baterai Berikut
penjelasannya: Dekomposisi: menyiapkan alat
seperti lampu , batu baterai dan Kabel, papan , saklak, steker Pengenalan Pola: Memahami
proses dalam merangkai rangkaian listrik sederhana dengan benar melalui
penayangan video yang ditayangkan di kelas Abstraksi: memasangkan kabel atau
merangkai sesuai dengan |
|
|
arahan yang ada di LKPD Algoritma: Dengan menyambung
kabel yang ada dan menghubungkan dengan saklar maka lampu bisa menyala
setelah dirangkai dengan benar. |
NAMA : INAYATI
NPM 23530320
KELAS : H PGSD
T1-7. Koneksi
Antar Materi
1. Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda!
Jawab :
Cara mengimplementasikan
Computational Thinking
adalah dengan memahami masalah, mengumpulkan semua
data, lalu mulai
mencari solusi sesuai
dengan masalah. Dalam Computational
Thinking, ada yang disebut
dengan dekomposisi yaitu kita memecah suatu masalah yang komplek menjadi
masalah-masalah yang kecil untuk diselesaikan. Sebagai contoh, ketika kita
ingin membuat nasi goreng, kita harus memahami cara membuat nasi goreng, lalu
kita mengumpulkan bahan-bahannya, kemudian kita mulai membuat nasi goreng sesuai
dengan langkah-langkahnya. Dalam membuat nasi goreng, kita harus menyiapkan kompor, wajan, spatula,
minyak goreng, nasi, telur,
bumbu, dan lain-lainnya yang semua itu merupakan sebuah proses bernama dekomposisi.
Kemudian dalam Computational Thinking ada yang disebut dengan pengenalan
pola. Karena kita pernah membuat nasi goreng, kita juga dapat membuat kwetiau
karena proses pembuatannya hampir
mirip. Kita bisa melihat bahwa pola untuk membuat nasi goreng dan kwetiau hampir sama
walaupun bahan yang digunakan berbeda.
Lalu ketika kita membuat nasi goreng kita tidak
memperhatikan bagaimana proses sebuah kompor bisa menyala, karena hal tersebut
menurut kita tidak penting. Hal tersebut sudah terkait dengan abstraksi di
dalam Computational Thinking.
Selanjutnya dalam Computational Thinking adalah berpikir dengan algoritma
dimana kita berpikir dengan
mengurutkan langkah-langkah dalam
menyelesaikan masalah agar menjadi logis, berurutan, teratur,
dan mudah dipahami oleh orang lain. Dalam hal membuat nasi goreng, kita juga harus bisa mengurutkan langkah-langkah secara logis, berurutan, dan rinci mulai dari
proses awal pembuatan sampai dengan proses penyajiannya.
2. Menurut pendapat
Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran
yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan
baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal- soal, atau aktivitas lainnya di
dalam kelas
Jawab :
Menurut saya CT dapat diterapkan pada sebuah mata pelajaran
yang akan diajarkan karena CT adalah proses bukan materi. Oleh sebab itu, CT
mudah diintegrasikan ke dalam konsep mata pelajaran apapun selama guru memahami
materi ajar. CT dan pembelajaran merupakan sebuah proses yang berpusat kepada
siswa. CT adalah proses problem solving yang efektif, efisien dan optimal. Bukan
materi mata pelajaran tertentu (kecuali Informatika). Oleh sebab
itu, CT dapat diintegrasikan dalam semua mata pelajaran. Dalam mengimplementasikan CT di sekolah
dengan cara memahami
masalah, mengumpulkan semua data, lalu mulai mencari solusi sesuai
dengan masalah.
Contoh CT di Integrasikan dalam mata Pelajaran
IPAS.
Judul Proyek : MEMBUAT MAGNET DENGAN CARA ALIRAN
ELEKTROMAGNETIK UNTUK SISWA KELAS 4 SD
Sains : peserta didik menyajikan hasil penyajian dan
penyelesaian masalah dengan membuat percobaan magnet dengan elektromagnetik Teknologi : pada tahap ini peserta didik mengidentifikasi
teknologi disekitar mereka seperti batu batrei, kawat, kabel. Engineering :
Dalam aktivitas ini peserta didik akan menerapka konsep mempelajari sains yaitu
bagaimana merangkai alat dan bahan tersebut agar menjadi sebuah magnet.
Matematika : peserta didik menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan
dengan menghitung Panjang kabel dan lilitannya.

Komentar
Posting Komentar