- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Computational Thinking adalah pendekatan pemecahan masalah yang melibatkan pemikiran logis, analitis, dan algoritma. Konsep ini mendorong pemecahan masalah secara terstruktur dan sistematis, seperti cara komputer memproses informasi. Dengan prinsip-prinsip Computational Thinking, seseorang dapat mengidentifikasi pola, merumuskan solusi efisien, dan mengimplementasikannya dengan baik.
Di era digital, Computational Thinking sangat penting karena membantu menghadapi tantangan kompleks dan memecahkan masalah secara efektif. Keterampilan ini berguna tidak hanya di teknologi informasi, tetapi juga dalam ilmu pengetahuan, matematika, bisnis, dan lainnya.
Memahami dan mengaplikasikan Computational Thinking meningkatkan kemampuan analitis, kreativitas, dan pemecahan masalah. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk mengembangkan keterampilan ini untuk menghadapi tuntutan zaman yang semakin digital.
BAB II PEMAHAMAN CT
Andri Hermawan/Sekolah Dasar/Matematika
Cara komputer berpikir adalah denga merespon apa yang dicari atau yang sering dilihat oleh penggunanya, komputer di atur dengan algoritma yang dapat merespon apapun yang baru saja dicari sehingga dianggap membutuhkan dan akan ditawarkan hal tersebut
pernah mendengar, CT adalah Computational Thinking yang dimana proses berpikir dalam memformulasikan persoalan dan berstrategi dalam menentukan/memilih solusi.
Pada mata kuliah ini saya ingin mengetahui lebih jauh mengenai CT dikarenakan CT sekarang Sudan masuk dalam kurikulum merdeka
B. EKSPLORASI KONSEP
C. RUANG KOLABORASI
Kelas PGSD H Nama Kelompok /NPM : 1. Andri Hermawan (23530210) 2. Dina Septiana (23530265) 3. Ema Tri Rejeki (23530276) 4. Nabila Atika (23530364) 5. Rini Maghfiroh (23530419) |
Hasil Diskusi Secara Umum : Computational Thinking adalah sebuah konsep berpikir secara sistematis terhadap suatu permasalahan yang dapat diselesaikan secara efektif dan efisien. CT membantu dalam menganalisis masalah kompleks, memahami masalahnya, dan mengembangkan solusi yang tepat. Teknik ini tidak hanya terkait dengan pemrograman, tetapi juga digunakan dalam berbagai bidang seperti sains, teknologi, bisnis, pendidikan, kesehatan, dan ilmu sosial. Terdapat empat keterampilan utama dalam computational thinking, yaitu decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithm. Dengan mempelajari computational thinking, seseorang dapat mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan mempersiapkan diri untuk tantangan era digital. |
Contoh hal atau persoalan zaman sekarang yang tidak memakai “computer”, TIK, dan robot tapi membutuhkan CT 1. Membuat keputusan 2. Mengelola keuangan 3. Merencanakan perjalanan 4. Mengerjakan latihan soal 5. Memasak mie instan 6. Mencuci baju Putih 7. Memasak bubur ayam |
Penerapan Fondasi CT dalam kehidupan sehari-hari A. Jawaban yang sudah tepat 1. Mencuci baju putih |
Dekomposisi, Pada tahap awal mengumpulkan pakaian putih yang akan dicuci, menyiapkan alat cuci, ember, dan memahami proses pencucian. Penganalan pola, Mengetahui pola dalam mencuci pakaian putih dari memisahkan pakaian putih dengan pakaian berwarna untuk dicuci, memperkirakan detergen dan air yang akan dibutuhkan untuk mencuci pakaian. Abstraksi, Setelah mengetahui berapa banyak pakaian putih yang kotor, kemudian akan dilanjutkan dengan memahami pakaian yang kotor, menyatukan pakaian ke dalam ember hingga mencuci dan menjemurnya. Algoritma, Setelah mengetahui langkah diatas dari pemecahan mencuci pakaian putih mulai dari memilah pakaian, menyiapkan detergen, alat mencuci, dan mencuci hingga menjemur. |
B. Jawaban yang kurang tepat 1. Memasak Bubur Ayam Dekomposisi, pada tahap awal kami menyiapkan langkah pemecahan permasalahan dengan menyiapkan bahan-bahan Pengenalan pola, dengan memahami prosedur memasak bubur ayam dimulai dari memasak air terlebih dahulu, memasak hingga menyalakan mesin pemasak bubur tersbeut. Abstraksi, Pandangan terkait seberapa banyak beras yang harus dibutuhkan untuk memasak bubur, komposisi takaran antara beras dan airnya. Algoritma, sudah memahami pola sehingga stepnya masukan beras secukupnya, air secukupnya, memasukkan kaldu ayam dan potongan ayam nyalakan mesin pemasak nasi. |
D. DEMONSTRASI KONTEKSTUAL
Nama/No. Kelompok: | Kelompok 5 |
No. Induk / Nama Mahasiswa: | 1. Andri Hermawan (23530210) 2. Dina Septiana (23530265) 3. Ema Tri Rejeki (23530276) 4. Nabila Atika (23530364) 5. Rini Maghfiroh (23530419) |
Feedback/pertanyaan: | Tanggapan/solusi: |
Bagaimana Computational Thinking membantu dalam mengelola waktu di kehidupan sehari-hari? | Dalam mengelola waktu, penerapan Computational Thinking dengan melakukan dekomposisi tugas-tugas harian menjadi langkah-langkah yang lebih kecil. Pengenalan pola digunakan untuk mengidentifikasi waktu-waktu paling produktif dalam sehari yang memungkinkan untuk mengatur prioritas tugas sesuai dengan pola produktivitas. Abstraksi membantu menyederhanakan jadwal harian, membuang aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah, dan algoritma membantu merancang rutinitas yang efisien untuk meningkatkan efektivitas. |
Menurut kelompok Anda, apakah CT dapat diterapkan pada muatan pelajaran di Sekolah Dasar? | Iya, bisa. Misalnya penerapan CT pada muatan pelajaran matematika di sekolah dasar. Dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, penerapan Computational Thinking dengan dekomposisi, memecah masalah matematika kompleks menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana. Contohnya, saat mengajarkan penjumlahan dan pengurangan, guru dapat membimbing peseta didik untuk memecah masalah penjumlahan dan pengurangan dengan langkah-langkah yang lebih singkat dan jelas, hal ini dapat memudahkan mereka memahami dan menyelesaikan masalah. |
Bagaimana Computational Thinking dapat diterapkan dalam kegiatan proyek atau eksperimen sains di Sekolah Dasar? | Peserta didik dapat menerapkan Computational Thinking dalam kegiatan proyek sains dengan melakukan dekomposisi eksperimen menjadi langkah-langkah yang lebih kecil, seperti merancang hipotesis, mengumpulkan data, dan membuat kesimpulan. Pengenalan pola bisa digunakan untuk mengidentifikasi tren dalam hasil eksperimen, sedangkan abstraksi membantu peserta didik menyederhanakan konsepkonsep ilmiah kompleks. Algoritma dapat diterapkan dalam merencanakan langkah-langkah eksperimen dengan urutan yang logis. |
E. ELABORASI PEMAHAMAN
1. Apa yang harus di pahami peserta didik untuk dapat melakukan CT?
2. Apa perbedaan CT dengan berfikir kiritis?
F. KONEKSI ANTAR MATERI
CT dalam Interpretasi dan Evaluasi: Ketika membaca berita online atau
disajikan, sementara evaluasi membantu menilai keandalan sumber dan
mendeteksi potensi bias.
2. Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang
pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas.
Keterampilan berpikir kritis (CT) sangat relevan dan dapat diterapkan dalam
pengajaran berbagai mata pelajaran. Penerapan CT dapat membantu siswa
mengembangkan kemampuan analitis, evaluatif, dan kreatif, yang merupakan
aspek penting dalam pembelajaran. misalnya dalam Penyelesaian Masalah
Memberikan soal-soal matematika yang mendorong siswa untuk tidak hanya
mencari jawaban, tetapi juga untuk merinci proses berpikir dan strategi yang
digunakan dalam penyelesaian masalah.
G. AKSI NYATA
1. Bagaimana perasaan Anda saat menelaah lebih lanjut mengenai CP CT dalam pertemuan kuliah ini?
2. Tuliskan pengetahuan-pengetahuan baru yang Anda dapatkan dari pertemuan
Jawaban:
1. Saat menelaah lebih lanjut mengenai Capaian Pembelajaran (CP) keterampilan berpikir kritis (CT) dalam pertemuan kuliah ini, saya merasa tertarik dan terinspirasi. Memahami bagaimana CT dapat terintegrasi dalam kurikulum dan bagaimana ini dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dari fase ke fase merupakan suatu hal yang penting dan menarik untuk dipelajari. Saya merasa semakin menghargai pentingnya pembelajaran berpikir kritis dalam pendidikan, dan saya juga merasa termotivasi untuk menerapkan konsep ini dalam praktik pengajaran saya di masa depan.
2. Pengetahuan baru yang saya dapatkan dari pertemuan ini antara lain:
• Mengetahui bagaimana CP keterampilan berpikir kritis dapat diformulasikan dan diintegrasikan dalam kurikulum.
• Memahami bahwa keterampilan berpikir kritis dapat berkembang dari fase ke fase dalam pembelajaran, dan memiliki kemampuan untuk diukur dan dievaluasi.
• Mengetahui strategi-strategi pengajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dari tingkat dasar hingga tingkat lanjutan.
• Pemahaman tentang pentingnya menghubungkan CP CT dengan mata pelajaran dan aktivitas pembelajaran spesifik.
• Memahami bahwa pengajaran keterampilan berpikir kritis tidak hanya terbatas pada pengetahuan konsep, tetapi juga melibatkan penerapan dalam situasi nyata dan pengembangan keterampilan praktis.Pertemuan ini memberikan wawasan yang berharga bagi saya dalam memahami peran dan implementasi keterampilan berpikir kritis dalam pendidikan.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar